Mensos Risma Ingin Masyarakat Miskin Terhormat lewat Pemberdayaan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (6.4)   |   COMPOSITE 6241.8 (38.85)   |   DBX 1333.51 (-11.75)   |   I-GRADE 179.858 (1.55)   |   IDX30 503.524 (6.48)   |   IDX80 135.789 (1.43)   |   IDXBUMN20 398.467 (4.21)   |   IDXESGL 139.553 (1.63)   |   IDXG30 143.497 (1.39)   |   IDXHIDIV20 443.737 (6.32)   |   IDXQ30 144.387 (1.91)   |   IDXSMC-COM 295.459 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (2.46)   |   IDXV30 133.969 (1.4)   |   INFOBANK15 1035.98 (21.34)   |   Investor33 433.033 (6.15)   |   ISSI 183.362 (-0.67)   |   JII 631.454 (-3.31)   |   JII70 222.641 (-1.06)   |   KOMPAS100 1216.23 (9.67)   |   LQ45 944.747 (11.61)   |   MBX 1692.89 (14.94)   |   MNC36 320.866 (4.14)   |   PEFINDO25 330.28 (-2.3)   |   SMInfra18 307.272 (3.59)   |   SRI-KEHATI 367.359 (5.66)   |  

Mensos Risma Ingin Masyarakat Miskin Terhormat lewat Pemberdayaan

Kamis, 24 Desember 2020 | 14:00 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyebutkan tugas yang diembannya tidak sekadar menuntaskan pekerjaan dan program, tetapi tugas sebagai menteri menjadi pertanggung jawabannya di akhirat.

Selain itu, berbagai program penanggulangan kemiskinan jangan hanya sekadar memberi tapi harus memberdayakan sehingga membuat masyarakat miskin terhormat.

Hal itu disampaikan Risma dalam serahterima jabatan dari Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendy yang juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di Jakarta, Rabu (23/12). Muhadjir memegang kendali sebagai mensos ad interim karena mensos sebelumnya Juliari Batubara tersandung kasus korupsi bansos pandemi Covid-19.

Sosiolog Universitas Airlangga Tuti Budirahayu menyakini, sosok Risma amanah. Hal ini bisa dibuktikan dari kiprahnya memimpin Kota Surabaya. Tuti pun sepakat jika bantuan sosial bagi penduduk miskin tidak sebatas bantuan tetapi ada pemberdayaan yang bisa membuat penduduk terhormat.

"Saya sangat setuju, tetapi hal itu juga butuh pembuktian. Di Surabaya upaya seperti itu sudah terlihat dengan memberdayakan ibu-ibu dan kelompok usaha mikro," katanya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

Tuti mencontohkan dari pemberdayaan yang dilakukan Risma saat menjadi Wali Kota Surabaya, ia memberi peluang ibu-ibu pengusaha katering kecil atau usaha kecil menengah yang terdaftar untuk melayani seluruh dinas di kota Surabaya jika ada rapat-rapat dinas.

Tuti berharap dalam menjalankan program perlindungan sosial, Mensos Risma harus mengantongi data yang akurat. Oleh sebab itu perlu pemetaan ulang masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan, termasuk mengupdate data kelompok-kelompok masyarakat yang dikategorikan sebagai penyandang masalah sosial.

Selain itu, perlu ada monitoring dan evaluasi terhadap setiap program di dinas-dinas sosial provinsi. Selama ini ada kesan dinas sosial seperti warga kelas dua di antara dinas-dinas lainnya, karena hanya mengurus orang-orang atau kelompok yang terbuang.

Di samping itu lanjutnya, Mensos Risma perlu pendamping ahli-ahli sosial yang bisa berpikir strategis dan visioner untuk mengatasi masalah-masalah sosial di Indonesia.

"Saya berharap ibu Risma bisa membawa masyarakat miskin lebih diberdayakan dan terhormat," ucapnya.

Sementara itu, dalam serah terima jabatan, Risma menyebut semua pejabat dan pegawai Kementerian Sosial (Kemsos) sebagai teman-teman. Karena baginya kerja ini harus dilakukan bersama-sama. Ia pun mengajak jajaran untuk menyatukan semangat dan langkah bersama. Ia mengingatkan, peran Kemsos sangat penting dan ditunggu masyarakat.

“Mungkin yang kita kerjakan sepertinya ringan. Memberikan bantuan itu jangan salah ya. Mereka yang dibantu ini sangat senang. Biarpun Rp 100.000 itu sangat berarti. Bagi kita mungkin kecil. Tapi bagi masyarakat itu besar sekali,” kata Risma.

Risma juga mengingatkan, penanganan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) bukan pekerjaan mudah. Seperti yang dilakukan sebagai Wali Kota Surabaya dalam menangani berbagai jenis PPKS seperti gelandang, pengemis, pengamen, ataupun prostitusi.

Ia mencontohkan, bagaimana menangani gelandangan dan pengemis yang ternyata 98% bukan warga Surabaya. “Mereka ini 98% bukan orang Surabaya. Sekarang Surabaya ini bersih dari pengemis, pengamen atau gelandangan. Saya memang ngga boleh. Kalau bisa dibantu, mereka tidak perlu jambret, nodong. Karena sudah bisa dapat uang,” katanya.

Kepada jajaran Kemsos, Risma juga mengingatkan agar bekerja efisien, terutama dalam pengelolaan anggaran. Ia mengetahui, anggaran untuk pembaruan Data Terpadu Kesejaahteraan Sosial (DTKS) mencapai Rp 1,2 triliun.

“Ini anggaran bukan hanya besar sekali. Tapi buuesaaar sekali. Jadi harus bisa dikelola dengan baik dan efisien. Bila bisa dikelola dengan baik, dan efisien, sisanya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain,” ucapnya.

Mensos meminta jajarannya tidak ragu bekerja dengan sepenuh hati, tulus, dan ikhlas, meskipun berat. “Seperti saya menutup (kompleks prostitusi) Dolly. Berat itu sekali. Saya diancam, dikasih ular, rumah saya dibakar, dan saya diperkarakan di pengadilan. Tapi di pengadilan orang Dolly yang bantu saya. Maka kalau kita berbuat baik, Allah akan memberikan balasannya,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Risma juga menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo agar dirinya menuntaskan penyaluran bantuan sosial baik di akhir tahun maupun awal tahun 2021, dan juga pemutakhiran DTKS.

"Realisasi anggaran awal tahun itu penting untuk mengerakkan roda perekonomian," imbuhnya.

Untuk memperkuat perekonomian masyarakat, Mensos Risma akan memberikan perhatian kepada penguatan perekonomian.

Ke depan, Mensos akan menanamkan kepada PPKS bahwa bila mau mendapat penghasilan harus bekerja, bukan meminta-minta. Dengan tantangan yang berat, Risma mengajak jajarannya untuk bergandeng tangan. Ia ingin membangun kebersamaan dan tidak ada sekat.

Selain itu, Risma menyebut, punya kebiasaan datang ke kantor lebih pagi dibanding pegawai lainnya dan pulang paling malam. Meski begitu, Risma meminta pegawai Kemsos tidak risih terhadap kebiasaanya itu.

"Tidak apa-apa kalau saya datang lebih pagi dan pulang paling malam. Yang penting teman-teman datang tidak terlambat," imbuhnya.

Hal lainnya, ia pun meminta mobil pengawal (voorijder) berjalan di belakang karena sewaktu-waktu dirinya bisa saja berhenti ketika melihat ada yang perlu dibantu dan diperhatikan.

"Ini juga saya lakukan ketika masih menjadi wali kota. Saya khawatir kalau voorijder di depan, saya berhenti mendadak tidak tahu, malah saya ketinggalan," ucapnya diiringi tawa jajaran Kemsos



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menteri Agama Minta Umat Kristiani Menjadi Garam dan Terang Dunia

Umat Kristiani diharapkan meningkatkan pengabdian pada bangsa dan negara.

NASIONAL | 24 Desember 2020

Dua Dokter di Makassar Gugur Akibat Covid-19

Keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar kembali berduka setelah dua dokter meninggal akibat Covid-19.

NASIONAL | 24 Desember 2020

Pemuda Muhammadiyah Yakin Reshuffle Kabinet Beri Energi Baru

Muhammadiyah tidak didoktrin untuk beroposisi pada pemerintah, karena secara normatif Muhammadiyah bukanlah partai politik ataupun gerakan politik.

NASIONAL | 24 Desember 2020

Bandara Kualanamu Mulai Dipadati Pemudik

Untuk puncak arus mudik Natal di Bandara Kualanamu diprediksi 27 Desember 2020," ujar Paulina.

NASIONAL | 24 Desember 2020

Siti Nurbaya: Kementerian LHK Aspek Pendukung Sangat Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Dialog Nasional Outlook Perekonomian Indonesia yang mengangkat tema Meraih Peluang Pemulihan Ekonomi Tahun 2021, dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 23 Desember 2020

Lepas Jenazah Bupati Luwu Timur, Gubernur Sulsel: Kita Kehilangan Tokoh Pejuang

Nurdin mengaku kehilangan sosok yang berhasil membangun daerah Lutim.

NASIONAL | 24 Desember 2020

Menpora: Ketum PB WI Airlangga Sukses Tingkatkan Prestasi Wushu Indonesia

Menurut Menpora Zainudin Amali, PB WI di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto telah memberikan prestasi yang luar biasa bagi Indonesia.

NASIONAL | 24 Desember 2020

Arus Mudik dari Bengkulu Tujuan Jawa dan Sumatera Sepi

Hal ini terlihat di loket pemberantan sejumlah PO Bus AKAP tujuan kota di Jawa dan Sumtara.

NASIONAL | 24 Desember 2020

Cegah Covid-19, Penumpang Kapal yang Tiba di Pelabuhan Feri Ternate Diberikan Masker Gratis

Setiap warga yang baru tiba dari luar kota Ternate dan tidak mengunakan masker petugas langung menghampiri dan membagikan masker.

NASIONAL | 24 Desember 2020

Beredar Surat Pelarangan FPI, Kadiv Humas Polri: Akan Dicek

Dalam surat tertanggal 23 Desember 2020 itu ditulis bahwa larangan juga berlaku bagi lima organisasi kemasyarakatan (ormas) agama yang lain.

NASIONAL | 24 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS