Logo BeritaSatu

Pemulung Hingga Industri Daur Ulang Berisinergi Atasi Sampah

Kamis, 24 Desember 2020 | 15:45 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan terjadi pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 persen pada akhir tahun 2029. Jika tidak tercapai keseimbangan tersebut, maka akan terjadi kebocoran pada lingkungan yang akan berdampak pada kerusakan lingkungan akibat sampah plastik. Dalam konteks itu, perlu dilakukan pendekatan sirkular ekonomi yakni menjadikan sampah sebagai sumber daya sehingga dapat menjadi bahan baku di industri atau diolah menjadi produk lain.

Dalam menciptakan ekonomi sirkular perlu memperhatikan dua hal yakni ekosistem dan lingkungan untuk mendukung pendekatan tersebut. Untuk ekosistem didorong dari hulu ke hilir memiliki kapasitas yang memadai sehingga sampah baik plastik dan kertas dapat dimanfaatkan.
"Sektor informal seperti pemulung merupakan komponen penting. Idealnya kita bekali mereka dengan pakaian yang memadai hingga gerobak yang memadai," kata Direktur Pengelola Sampah KLHK Novrizal Tahar, belum lama ini.

Selanjutnya perlu adanya lingkungan yang mendukung mulai dari kebijakan insentif fiskal, kebijakan impor scrap, kebijakan extended producer responbility, standarisasi produk daur ulang.

Danil Zuhry dari Kementerian Perindustrian mengatakan saat ini kebutuhan bahan baku plastik nasional mencapai 7,2 juta ton per tahun, yang mana sebanyak 2,3 juta ton bahan baku berupa virgin plastik lokal disuplai industri petrokimia dalam negeri. Ada sekitar 241 perusahaan industri daur ulang plastik nasional, termasuk tujuh industri serat daur ulang untuk industri tekstil, dengan kapasitas produksi mencapai 2,55 juta ton per tahun.

Danil menjelaskan kunci utama dari ekonomi sirkular pemanfaatan sisa konsumsi untuk bahan baku industri. Dalam hal ini, industri juga hendaknya turut terlibat pada pengelolaan sampah dari produk yang dihasilkannya.

Public Affair Manager dari PT Coca Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, mengatakan sejak 2018 pihaknya mencanangkan Coca Cola sebagai perusahaan sebagai bagian dari solusi, dengan target pada 2030 dapat mengumpulkan dan mendaur ulang sebanyak yang diproduksi. Untuk mencapai target tersebut perlu tenaga, strategi dan waktu. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan.
Pihaknya memiliki tiga kerangka aksi untuk mencapai target tersebut yakni desain, mengumpulkan, dan bekerja sama dengan mitra lain.

Insentif
Pada tahap desain, terdapat tiga gol yakni membuat semua kemasan yang diproduksi dapat didaur ulang, menggunakan lebih banyak material daur ulang pada kemasan, dan mengurangi penggunaan material dalam produksi kemasan.
Kemudian pada tahap mengumpulkan, yakni mendukung model robust dalam sistem pengumpulan sampah, membuat daur ulang dapat diakses dan dicapai, dan membantu masyarakat mengerti apa, dimana dan bagaimana cara mendaur ulang.

Kerangka ketiga yakni bekerja bersama untuk mendukung lingkungan dan laut yang sehat dan bebas sampah. "Industri juga bertanggung jawab dalam mengurangi penggunaan plastik, dari sisi desain kami melakukan inovasi di mana botol plastik produksi kami merupakan yang teringan di dunia," ucap Triyono.

Hal itu dengan menerapkan teknologi ASSP sehingga dapat mengurangi berat botol kemasan secara terus-menerus. Selain itu, Coca Cola juga beralih ke plastik transparan karena botol plastik transparan mempunyai nilai yang tinggi pada kalangan pemulung. "Kami mencoba menggunakan botol transparan dan menghindari penggunaan botol plastik berwarna, karena botol plastik transparan nilainya lebih tinggi dimata pemulung dengan demikian pelaku usaha akan tertarik mengambilnya dan mendorong peningkatan daur ulang," papar Triyono.

Pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah komunitas untuk pengelolaan sampah. Dengan demikian, dia berharap dapat mengurangi keberadaan sampah yang merusak lingkungan sekaligus dapat menciptakan ekonomi sirkular yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dan juga produsen.

Pendiri aplikasi Mountrash.com, Gideon W Ketaren, menegaskan komitmen pemerintah harus diwujudkan dalam memberi insentif untuk pelaku-pelaku yang terkait dalam pengelolaan sampah. Hal yang paling sederhana adalah memberikan insentif pada tingkat pengumpulan atau rumah tangga yang melakukan pemilahan sampah.
“Jadi bukan hanya harga atau nilai ekonomis dari hasil pilahan, tetapi tindakan memilah juga harus diberikan insentif,” ujarnya.

Di sisi lain, kalangan industri besar pengguna plastik juga perlu memperluas kemitraan dengan berbagai pihak yang mengelola sampah. Banyak aplikasi atau plaftorm digital yang dibuat tapi karena minim kemitraan maka umumrnya tidak lama. Sedangkan beberapa aplikasi yang dibuat produsen atau pengelola limbah plastik pun perannya belum optimal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Jakarta sampai 4 Oktober 2022

Pergerakan kasus positif dan kematian Covid-19 di Jakarta sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik penerima vaksin Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 4 Oktober 2022

Infografik kasus aktif Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Prevalensi Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 4 Oktober

Infografik prevalensi tertinggi Covid-19 di 10 provinsi pada 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik positivity rate Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Klub Spanyol Elche Pecat Pelatih Francisco Rodriguez

Rodriguez sudah menangani Elche sejak November 2021 dan dia sebelumnya berhasil mempertahankan Elche di kompetisi kasta tertinggi Spanyol, La Liga.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 4 Oktober

Infografik kesembuhan terendah Covid-19 di 10 provinsi pada 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 4 Oktober 2022

Infografik kasus positif dan kematian Covid-19 sampai 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi pada 4 Oktober

Infografik kematian tertinggi Covid-19 tingkat provinsi pada 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data 4 Oktober 2022

Infografik prediksi puncak Covid-19 berdasarkan data 4 Oktober 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

NEWS | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 4 Oktober 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 4 Oktober 2022

NEWS | 16 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings