Cara Agen Perubahan Anak Mencegah Perundungan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 524.475 (-9.09)   |   COMPOSITE 6109.17 (-135.97)   |   DBX 1194.89 (-13.88)   |   I-GRADE 181.466 (-4.89)   |   IDX30 517.087 (-12.29)   |   IDX80 138.626 (-3.81)   |   IDXBUMN20 407.246 (-18.33)   |   IDXESGL 143.602 (-3.37)   |   IDXG30 142.274 (-3.45)   |   IDXHIDIV20 456.023 (-12.3)   |   IDXQ30 148.355 (-3.63)   |   IDXSMC-COM 276.257 (-7.93)   |   IDXSMC-LIQ 347.018 (-13.99)   |   IDXV30 137.723 (-3.87)   |   INFOBANK15 1047.79 (-16.14)   |   Investor33 444.391 (-8.82)   |   ISSI 179.418 (-4.71)   |   JII 631.935 (-19.26)   |   JII70 220.815 (-6.52)   |   KOMPAS100 1231.17 (-30.15)   |   LQ45 963.139 (-24.05)   |   MBX 1681.26 (-40.24)   |   MNC36 327.223 (-6.77)   |   PEFINDO25 325.051 (-6.81)   |   SMInfra18 313.073 (-11.46)   |   SRI-KEHATI 379.382 (-7.05)   |  

Cara Agen Perubahan Anak Mencegah Perundungan

Jumat, 25 Desember 2020 | 10:55 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Rembang, Beritasatu.com - Bullying atau perundungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan di dunia pendidikan, salah satunya dengan kegiatan Roots Day Pesantren yang dilakukan di Ponpes Alhamdulillah dan Al Anwar 4 Rembang, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020).

Roots sendiri merupakan program pencegahan berbasis siswa dengan mengandalkan siswa yang berpengaruh, mereka pun disebut sebagai Agen Perubahan. Agen Perubahan merupakan siswa yang sangat terhubung dan memiliki pengaruh besar di pesantren untuk mengubah sikap dan perilaku teman-teman sebayanya.

Agen Perubahan dipilih oleh santri lainnya karena dianggap mereka yang paling banyak berinteraksi dengan para santri. Sekitar 40 Agen Perubahan per pesantren difasilitasi melalui sesi tetap yang dilakukan setelah sekolah untuk mengidentifikasi masalah di sekolah mereka. Bahkan, mereka juga merancang, mengimplementasikan dan mengevaluasi solusi oleh mereka sendiri. Total ada 15 sesi dalam program Roots. Agen Perubahan juga didampingi oleh fasilitator muda selama 15 pertemuan tersebut. Peran fasilitator menjadi salah satu peran paling penting dalam intervensi ini.

Pengurus Ponpes Al Anwar 4 Rembang Nawal Yasin menuturkan, Agen Perubahan yang melibatkan anak-anak menjadi strategis untuk mencegah perundungan. Roots Day ini menjadi puncak kegiatan yang dilakukan siswa untuk mencegah adanya perundungan.

“Uji coba Roots Day di pesantren ini sangat baik, sehingga tak ada perilaku perundungan untuk mengoptimalkan pembelajar dan keamanan siswa,” kata Nawal Yasin.

Ia melanjutkan, menurut data siswa di Indonesia banyak yang melaporkan adanya perundungan. Mereka merupakan siswa di rentang usia 13 sampai 15 tahun mengalami bullying di sekolah. Keterlibatan generasi muda menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini.

“Tentu dengan mengambil sikap melawan bullying dan menentang norma yang membenarkan kekerasan sebagai budaya,” tegasnya.

Saat ini, katanya, semua pihak harus terus memberikan kesempatan untuk generasi muda tumbuh dan berkembang dengan baik dan aman. “Terima kasih pada semua pihak, UNICEF, Dinas Pendidikan, Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan serta Yayasan Setara yang menggelar kegiatan hari ini di dua ponpes,” sambungnya.

Kegiatan hari ini, tambahnya, sangat menarik sekaligus memberikan laporan kalau di Ponpes Al Anwar IV serta di Ponpes Alhamdulilah sudah menerapkan itu. Hasilnya, di Ponpes Al Anwar 4 sudah ada 50% siswanya memberikan laporan ada perundungan. Sebelumnya, kajian ujicoba juga sudah dilakukan UNICEF bersama Yayasan Setara.

“Dalam sebuah kajian pra ujicoba hasilnya detail, ada 14% yang mengalami kekerasan fisik, 41% mengalami kekerasan non fisik dan 20% sisanya mengalami kekerasan keduanya,” jelasnya.

Makanya, kata Nawal, dalam kajian ujicoba itu juga menunjukan fakta rata-rata santri melakukan perundungan lima kali dalam sebulan. “Hasil ini terlihat nyata dan harus dirembuk bersama untuk diatasi dengan baik,” jelasnya.

Nawal juga menambahkan, pengembangan iklim dengan melibatkan siswa sebagai Agen Perubahan sangat efektif dilakukan. Sehingga bisa mengidentifikasi akar perubahan dari perundungan sekaligus mencari solusinya. “Sebagai Agen Perubahan, anak-anak ini bisa mendesain bagaimana kampanye anti perundungan dan anti kekerasan bisa dilakukan di sekolah dengan tujuan mengubah sikap teman-temannya,” jelasnya.

Di Ponpes Al Anwar 4 sendiri ada 46 Agen Perubahan yang terdiri dari 25 putra dan 21 putri. Mereka dipilih melalui jajak pendapat tertutup dari teman-temannya. Mereka dipilih karena memberikan pengaruh besar bagi siswa lainnya. “Para siswa juga dibimbing para fasilitator hebat yang membantu mereka,” ucapnya.
Fasilitator sendiri berasal dari pendamping di pesantren dan juga orang muda dari Yayasan Setara dan LPA Klaten. Harapannya, model seperti ini dapat direplikasi ke pesantren-pesantren lain yang ada di Jawa Tengah.

Pengasuh Pondok Pesantren Alhamdulillah Rembang KH Ali Mahmudi menuturkan, kader-kader terbaik dari pesantren harus bisa dipastikan aman dalam belajar. Apa yang dilakukan UNICEF bersama dengan lembaga lainnya di sini sejalan dengan langkah pesantren dalam mengembangkan para santri.

“Sehingga kerja sama ini bisa terus berlanjut untuk bisa mencegah aksi perundungan dan bisa membawa para santri untuk menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Chief Child Protection Cluster UNICEF Indonesia, Milen Kidane menuturkan, pihaknya berterima kasih pada semua yang berusaha keras membuat pesantren menjadi tempat yang aman bagi siswa dan guru di tengah pandemi COVID-19. Melihat keceriaan anak-anak dan semangat mereka untuk bisa terus belajar.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi pada para Agen Perubahan. Hari ini, Agen Perubahan yang merupakan anak-anak sendiri mampu menunjukkan suara mereka, termasuk suara anti perundungan.

Pada kegiatan Roots Day Pesantren ini, katanya, pihaknya bersama anak-anak ingin merayakan dan menyuarakan kebaikan di pesantren. Berbagai cara dilakukan oleh anak-anak, baik itu melalui pidato, ceramah, puisi, foto, video, poster, majalah dinding, lagu, sampai U-Report.

“Sekolah atau pesantren harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Termasuk dari tindakan perundungan,” katanya.

Untuk melawan perundungan bisa dilakukan oleh semua pihak. Dengan adanya bantuan teman atau Agen Perubahan serta setiap anak di pesantren, guru, orang tua, siswa dapat mengatasi perasaan negatif tersebut dan mengambil kembali kekuatannya.

“Pada beberapa kasus ketika anak-anak setiap hari jauh dari orang tua dan pengasuh yang dapat melindungi mereka, itu bisa membahayakan kesehatan mental anak-anak,” jelasnya.

Roots sendiri, katanya, bisa membentuk lingkungan yang positif di sekolah maupun pesantren. Semua pihak bisa saling mendukung, baik secara tatap muka maupun online dengan menyebarkan kebaikan tanpa memandang kelas, lingkaran teman, ras, jenis kelamin, dan agama mereka.

“Ruang pertemanan di pesantren dan media sosial tidak harus menjadi tempat yang membuat anak ketakutan, intimidasi, dan adanya pelecehan. Pertemanan itu bisa menyatukan orang dan menjadi tempat cinta dan dukungan bagi semua orang,” ungkapnya.

Makanya, lanjutnya, ketika di pesantren ada orang yang menjadi korban perundungan dan merasa takut, yakinlah semuanya tidak sendiri. “Ada orang di pesantren yang peduli padamu. Ada orang yang akan mendengarkan jika seseorang mencari bantuan, tanpa menghakimi,” sambungnya.

Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa Arie Rukmantara menuturkan, inti dari pencegahan perundungan tidak boleh ada diskriminasi dan membuat pertemanan menjadi terancam. “Karena pertemanan adalah investasi dan tabungan kita di masa depan,” jelasnya.

Kalau dulu kita pernah melakukan perundungan pada teman, katanya, dengan keterbatasannya atau apapun, maka 10 atau 15 tahun kemudian maka lihat kanan dan kiri, maka bisa jadi mereka bakal menjadi menteri atau pemimpin di negeri ini. “Bahkan bisa jadi presiden, dan itu adalah teman-teman kita dulu. Itu hebatnya pertemanan,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Imbau Menteri dan Wamen Baru Segera Lapor Harta Kekayaan

KPK mengingatkan menteri dan wakil menteri merupakan penyelenggara negara yang wajib melaporkan hartanya.

NASIONAL | 25 Desember 2020

Perayaan Natal di Bali Patuhi Protokol Kesehatan

Di Desa Dalung dan Tuka, Kabupaten Badung sebagian umatnya mengenakan busana adat Bali ke gereja.

NASIONAL | 25 Desember 2020

11.000 Napi Dapat Remisi Khusus Natal

Remisi Khusus (RK) Natal Tahun 2020 diberikan kepada 11.669 narapidana (napi) pemeluk agama Kristen dan Katholik.

NASIONAL | 25 Desember 2020

100 Polisi Dikerahkan Amankan Perayaan Natal di Kota Bengkulu

Ada sekitar 90 personel Polri kita libatkan untuk bertugas di sejumlah pos pengamanan Natal dan Tahun Baru di Kota Bengkulu.

NASIONAL | 25 Desember 2020

Perayaan Malam Natal di Kota Palu Berjalan Aman dan Damai

Jemaat yang hadir dibatasi hanya 50 persen untuk menjaga jarak aman. Begitu juga yang lanjut usia tidak diizinkan ikut beribadah.

NASIONAL | 25 Desember 2020

Jumlah Penumpang di Bandara Angkasa Pura II Capai 735.186 Orang

PT Angkasa Pura II mengelola 19 bandara, di antaranya Soekarno-Hatta (Tangerang).

NASIONAL | 25 Desember 2020

BMKG: Hujan Lebih Basah, Potensi Banjir Meningkat

Hingga menjelang akhir Desember 2020 sebanyak 85 persen zona musim (ZOM) di wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

NASIONAL | 25 Desember 2020

BMKG: Hujan Lebat di Sebagian Wilayah pada 28-31 Desember

Hujan lebat dapat terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua.

NASIONAL | 25 Desember 2020

Ratusan Petugas Amankan Ibadah Malam Natal di Kota Palu

Pantauan Beritasatu.com, perayaan malam Natal di sejumlah gereja di Kota Palu berlangsung hikmat dan penuh sukacita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 25 Desember 2020

Sekda Sulsel Lepas Patroli Mamminasata Jelang Natal dan Tahun Baru

Kehadiran satpol PP empat kabupaten untuk memberikan pengayoman dan melindungi social security untuk memberikan ketenangan, ketentraman kepada masyarakat.

NASIONAL | 25 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS