Logo BeritaSatu

LIPI: Masyarakat Harus Mandiri Mitigasi Bencana

Sabtu, 26 Desember 2020 | 18:43 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto mengatakan masyakarat harus mandiri melakukan mitigasi bencana karena tsunami di Indonesia lebih cepat ke daratan.

"Dari pelajaran gempa dan tsunami di Indonesia, maka tsunami bisa sampai ke daratan sebelum Indonesia InaTEWS itu sampai ke masyarakat. Maka harus mandiri mitigasi. Kenapa? karena waktu datang tsunami setelah gempa itu sangat pendek jadi tidak bisa andalkan InaTEWS saja," kata Eko menjelaskan pentingnya mitigasi mandiri dan tidak hanya mengandalkan Indonesia Early Warning System (InaTEWS) saja dalam webinar yang diadakan Dongeng Geologi diakses dari Jakarta, Sabtu (26/12/2020).

Gempa Padang tahun 2010 membuat aliran listrik padam dan sistem backup belum terlalu baik sehingga tidak mendukung sistem kerja peringatan dini. Pada menit ke-4 parameter gempa sudah dapat diumumkan namun tidak ada pernyataan tsunami. Lalu pada menit ke-10 genset dapat dihidupkan sehingga aliran listrik kembali, dan di menit yang sama ia menyebut TV swasta sudah menyiarkan peringatan dini gempa secara nasional tapi tetap tidak ada pemberitahuan soal tsunami.

Selanjutnya pada menit ke-25 sampai 30, menurut Eko, Wali Kota Padang juga hanya menyampaikan kejadian gempa saja, padahal masyarakat di Pagai Selatan sedang berjuang karena tsunami melanda di sana.

"Sampai sekarang pun InaTews kita belum ada basis tsunami, hanya gempa saja. Parameter gempa yang jadi penanda. Maka pada kondisi demikian, karena selisih waktu gempa dan tsunami di Indonesia pendek, masyarakat perlu ada kemampuan melengkapi dirinya untuk menyelamatkan diri berbasis guncangan gempa," ujar Eko.

Selain itu, tidak pernah diketahui apakah gempa bisa merusak fasilitas peringatan dini atau tidak. Karenanya evakuasi mandiri harus menjadi ketrampilan wajib untuk semua masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang tidak hidup di pesisir pantai.

Eko juga meminta masyarakat berhati-hati dengan tsunami earthquake atau silent earthquake yang dipicu oleh gempa dengan frekuensi rendah sehingga guncangan lebih lemah daripada gempa pada umumnya, namun menyebabkan tsunami.

Dia mengatakan masyarakat harus menguasai strategi evakuasi menghadapi tsunami, dengan mengabaikan harta dan mementingkan menyelamatkan diri terlebih dulu, berlari tanpa kendaraan karena ditakutkan memicu kemacetan, perlu waspadai sungai dan jembatan saat evakuasi karena itu dapat menjadi "jalan tol" air saat tsunami.

Selanjutnya, Eko mengatakan masyarakat juga perlu memperhatikan lokasi tinggi untuk evakuasi, mulai dari pohon, bangunan tinggi dan bukit. Lalu gunakan benda terapung saat tsunami sebagai pelampung.

Jika saat tsunami sedang berada di laut segera melaju ke arah laut karena gelombangnya akan lebih rendah dibanding di pesisir. Eko juga mengingatkan bahwa selalu ada lebih dari satu gelombang, karenanya masyarakat harus tetap waspada setelah gelombang pertama datang



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, Aremania Gugat Tindakan Represif Aparat

Aremania, yang merupakan suporter Arema FC mengajukan gugatan kepada aparat atas tindakan represif aparat dalam tragedi Kanjuruhan di Malang.

NEWS | 5 Oktober 2022

Dinkes Rilis Daftar Nama-Nama Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Dinas Kabupaten (Dinkes) Kabupaten Malang merilis daftar nama-nama korban meninggal tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Brigadir J, Kejagung Terima Pelimpahan Berkas Perkara Ferdy Sambo Dkk

Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima pelimpahan tahap kedua perkara Ferdy Sambo dan kawan-kawan terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 5 Oktober 2022

Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J Proses Dilimpahkan ke Kejagung

penyidik Bareskrim saat ini tengah mempersiapkan untuk melimpahkan tersangka dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J dan Obstruction of Justice ke JPU

NEWS | 5 Oktober 2022

Bima Arya Sebut KIB Akan Sikapi Langkap Nasdem Usung Anies Capres

Ketua DPP PAN Bima Arya mengatakan KIB bersama Golkar dan PPP akan menyikapi langkah Nasdem yang mengusung Anies Baswedan maju capres.

NEWS | 5 Oktober 2022

HUT Ke-77 TNI, PDIP Dorong Peningkatan Kesejahteraan Prajurit

Pada HUT ke-77 TNI, PDIP memberikan dukungan penuh kebijakan Presiden Jokowi untuk meningkatkan profesionalisme TNI dan kesejahteraan prajurit.

NEWS | 5 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Aremania: Bukan Kerusuhan, Ini Kelalaian Semua

Salah satu Aremania menilai tragedi Kanjuruhan bukan kerusuhan melainkan sebuah insiden dan kelalaian semua pihak

NEWS | 5 Oktober 2022

Soal Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Sudah Kontak Presiden FIFA

Presiden Jokowi mengaku sudah berbicara Presiden FIFA, Gianni Infantino terkait tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur yang menewaskan 131 orang.

NEWS | 5 Oktober 2022

KPK Jadwalkan Periksa Anak dan Istri Lukas Enembe Hari Ini

Tim penyidik menjadwalkan memeriksa anak dan istri Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas diketahui menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. 

NEWS | 5 Oktober 2022

Perkuat Ekosistem Gambut Berkelanjutan, KLHK Luncurkan IMPLI

KLHK meluncurkan IMPLI sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tragedi Kanjuruhan, Aremania Gugat Tindakan Represif Aparat

Tragedi Kanjuruhan, Aremania Gugat Tindakan Represif Aparat

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings