Tidak Ikuti Banten, Pemkab Serang Tetap Laksanakan Belajar Tatap Muka
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tidak Ikuti Banten, Pemkab Serang Tetap Laksanakan Belajar Tatap Muka

Senin, 28 Desember 2020 | 16:54 WIB
Oleh : Laurens Dami / YUD

Serang, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, akan tetap melaksanakan sekolah tatap muka mulai Januari 2021, kendati Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Gubernur Wahidin Halim telah memutuskan untuk menunda sekolah tatap muka.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri memastikan sekolah tatap muka di Kabupaten Serang akan dilaksanakan pada Januari 2021.

Menurut Entus, sekolah tatap muka dilaksanakan merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Entus mengatakan, ada tiga hal yang menjadi rujukan Pemkab Serang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam melaksanakan sekolah tetap muka yakni pertama, aturan dari pusat dan provinsi yang harus diperhatikan. Kedua, pada situasi pandemi Covid-19 di Kabupaten Serang di mana sebagai wilayah dalam zona yang berubah-ubah terkadang zona kuning, oranye, dan merah yang menjadi perhatian.

Ketiga, mengevaluasi dampak dari Covid-19 ini terhadap kualitas anak didik, dengan pendidikan dalam jaringan (daring) sekitar 8 bulan.

“Kita bisa melihat sendiri bagaimana kondisi anak didik kita? Kita tidak ingin akibat adanya penyelenggaraan pendidikan tatap muka ditiadakan kualitas anak didik kita menurun, bahkan lost generation, tidak diterima dengan baik oleh akan didik kita,” ujar Entus melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (28/12/2020).

Oleh karena itu, kata Entus, pihaknya harus mencari cara jalan bijak, jalan tengah yang harus dilakukan Pemkab Serang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sebelumnya pun pihaknya sudah mengundang organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk meminta masukan bagaimana pendidikan bisa dilakukan.

Entus mengatakan, Pemkab Serang menyikapi pandemi Covid-19 khususnya terhadap penyelenggaraan pendidikan sekolah dasar (SD) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), merujuk pada tiga hal di atas dalam menerapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Entus mengatakan, kendati penerapan sekolah tatap muka tidak akan dilaksanakan secara full, tetapi paling tidak akan sedikit membantu kualitas pendidikan anak.

“Namun tidak melanggar aturan dan tidak merugikan kepada kepentingan kualitas anak didik kita. Meski tidak full tapi sudah melaksanakan persiapan, karena jika tidak dilakukan kualitas pendidikan anak didik kita jadi menurun,” katanya.

Menurut Entus, sangat berbeda kualitas pendidikan tatap muka dengan pendidikan daring. “Jadi kita ada penyesuaian meski tatap muka kita juga tidak full menutup kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kita tetap menyesuaikan, jika daerah merah kita tutup, ada peserta terkena kita tutup. Tapi tetap mengikuti protokol kesehatan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Yang jelas kita persiapan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, dalam seminggu berapa hari, dan dalam sehari berapa jam,” kata Entus.

Tunda Sekolah Tatap Muka
Secara terpisah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten memastikan tetap akan menunda belajar tatap muka tingkat SMA dan SMK sederajat yang menjadi kewenangan Pemprov Banten . Hal itu sesuai instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim yang menilai kasus positif Covid-19 di Banten masih cukup tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani membenarkan pihaknya telah mengambil keputusan untuk menunda belajar tatap muka yang sebelumnya direncanakan akan dimulai pada awal Januari 2021. “Benar, kami sudah ambil keputusan menunda,” katanya, Senin (28/12/2020).

Tabrani mengatakan keputusan penundaan belajar tatap muka sudah melalui berbagai pertimbangan. Bahkan pihaknya juga meminta masukan dari ikatan dokter spesialis.

“Ada berbagai pertimbangan kenapa belajar tatap muka ditunda. Beberapa di antaranya karena masih tingginya kasus, lalu adanya masukan dari dokter anak dan spesialis paru. Kami juga sudah rapat dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota bahwa sekolah atau belajar tatap muka tetap ditunda,” ujarnya.

Tabrani belum dapat memastikan kapan belajar tatap muka kembali dibuka. Ia juga menegaskan, tak mentolerir sekolah yang memaksakan kembali membuka kegiatan belajar tatap muka.

“Yah sampai ada evaluasi kembali. Dan kalau ada sekolah yang memaksakan akan ada sanksi. Karena kan tidak boleh ada kerumunan,” ujarnya.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Banten, Didik Wijayanto mengaku pihaknya memberikan rekomendasi agar sekolah tatap muka di Banten ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini untuk melindungi anak-anak agar tidak terpapar Covid-19.

“Selain itu, penundaan (sekolah tatap muka) ini juga untuk menekan angka penularannya agar bisa terus turun,” kata Didik.

Senada, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Banten, Tri Agus Yuarsa mengatakan, berdasarkan masukan terkait kejadian Covid-19 di Banten sejak bulan Maret hingga Oktober kemarin cenderung meningkat. Di sisi lain, peningkatan kasus tak sebanding dengan jumlah dokter spesialis khususnya spesialis paru di Banten.

“Jumlah dokter spesialis paru di Banten hanya 55 orang, sehingga ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sangat terbatas. Berbeda dengan pengadaan alat kesehatan yang bisa ditambah secara cepat,” kata Tri.

Menurut Tri, penambahan SDM dokter spesialis paru akan membutuhkan banyak waktu. Selain itu juga, seluruh dokter spesialis paru juga harus menjaga kesehatannya masing-masing agar tidak terpapar virus.

“Oleh karena itu, kami meminta kepada pemerintah provinsi untuk menunda sekolah tatap muka,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada Susulan di Boven Digoel Berlangsung Aman dan Kondusif

Pelaksanaan pencoblosan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel dari pagi sampai saat ini situasi masih dalam keadaan aman dan kondusif.

NASIONAL | 28 Desember 2020

Penembakan Enam Laskar, Mahfud Sebut Pemerintah Tidak Akan Bentuk TGPF

Mahfud MD mengemukakan pemerintah tidak akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait meninggalnya enam laskar FPI.

NASIONAL | 28 Desember 2020

BPIP: Parodi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Lukai Hati Rakyat

Parodi dalam tayangan video dinilai bukan saja menghina lagu kebangsaan Indonesia Raya, juga menghina lambang negara hingga kepala negara.

NASIONAL | 28 Desember 2020

KAI Prediksi Puncak Arus Penumpang Terjadi pada 30 Desember

KAI melayani 40.600 pelanggan pada masa puncak arus balik libur Natal 2020 atau keberangkatan 27 Desember 2020.

NASIONAL | 28 Desember 2020

Penembakan Laskar FPI, Komnas HAM Belum Periksa Rizieq Syihab

Komnas HAM mengungkapkan belum melakukan pemeriksaan terhadap imam besar FPI Rizieq Syihab terkait penembakan enam laskar.

NASIONAL | 28 Desember 2020

Komnas HAM Ungkap Dapatkan Aduan Terkait Tindak Tanduk FPI

Komnas HAM mengungkapkan bahwa mendapatkan laporan-laporan atau aduan terkait tindak-tanduk FPI selama ini.

NASIONAL | 28 Desember 2020

Yogyakarta Lanjutkan Pembelajaran Secara Daring

Pembelajaran sekolah secara daring dilanjutkan karena jumlah kasus positif Covid-19 masih cukup tinggi.

NASIONAL | 28 Desember 2020

Petrus Golose: BNN Harus Menjadi Institusi yang Dipercaya Masyarakat

Presiden menaruh harapan besar pada BNN agar tugas yang diberikan UU dilaksanakan dengan baik.

NASIONAL | 28 Desember 2020

Raih Penghargaan Pemimpin Perubahan, Pakar: Jaksa Agung Berhasil Bangun Zona Integritas

Sepanjang tahun 2020, kinerja Kejagung dalam penanganan hukum dianggap sudah cukup profesional dan berintegritas.

NASIONAL | 28 Desember 2020

Kasus Covid-19 Belum Melandai, Kemdikbud Siapkan Alternatif Pembelajaran Tatap Muka

Kemdikbud memberikan alternatif pembelajaran tatap muka yang kemungkinan ditunda karena kasus Covid-19 belum juga melandai.

NASIONAL | 28 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS