Akhirnya Lansia Ikut Vaksinasi Covid-19
Logo BeritaSatu

Akhirnya Lansia Ikut Vaksinasi Covid-19

Selasa, 29 Desember 2020 | 16:58 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada tiga kelompok, yaitu petugas kesehatan (health workers), petugas pelayanan publik (public workers) dan lanjut usia (lansia). Baru selanjutnya, vaksinasi akan diberikan kepada masyarakat lainnya.

Ketiga kelompok itu menjadi prioritas, diungkapkan Budi setelah Kementerian Kesehatan berkonsultasi dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (Itagi), Selasa (29/12/2020).

“Ini adalah badan independen yang memberikan advice ke Menteri Kesehatan terkait dengan program vaksinasi. Badan independen ini ada di setiap level. Contohnya di WHO ada juga ada badan independen untuk imunisasi yang namanya SAGE. Kita berdiskusi dengan mereka, dan tahapannya akan kami sampaikan sebagai berikut,” terang Budi Gunadi Sadikin.

Dijelaskannya, untuk tahap pertama, vaksinasi akan diberikan kepada petugas tenaga kesehatan yang berjumlah 1,3 juta orang yang tersebar di 34 provinsi.

Mengenai vaksinasi tenaga kerja kesehatan ini, Budi menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo, agar vaksinai dilakukan secara bertahap dan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian.

“Bapak Presiden menyampaikan kepada saya pribadi, bahwa beliau sangat sayang kepada petugas nakes ini. Jadi walaupun katanya bisa dilakukan cepat, coba di lakukan secara bertahap dan hati-hati,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Presiden juga menyampaikan vaksinasi harus dilakukan di seluruh wilayah Indonesia secara bersamaan. Karena siapa pun petugas tenaga kerja kesehatan, baik di Aceh, Yogyakarta maupun Papua, mereka sama-sama garda terdepan yang paling penting untuk menghadapi pandemi Covid-19. “Jadi arahannya, kita akan lakukan berbarengan di 34 provinsi,” tukas Budi Gunadi Sadikin.

Tahap kedua, vaksinasi akan diberikan kepada petugas publik yang berjumlah 17,4 orang dan tahap ketiga diberikan kepada masyarakat lansia, diatas 60 tahun dengan jumlah sebanyak 21,5 juta orang. “Sesudah itu, nanti masyarakat normal akan mulai diimunisasi,” tutur Budi Gunadi Sadikin.

Untuk perbandingan, kata Budi, setiap negara memiliki tahapan imunisasi yang berbeda - beda. Tetapi yang seragam di semua negara, pasti tahapan pertamanya adalah tenaga kesehatan. Mengapa? Karena mereka adalah garda terdepan. Tenaga kesehatan adalah orang-orang yang paling penting di masa pandemi krisis Covid-19.

“Jadi apa yang kita lakukan pertama kali konsisten yang dilakukan di Inggris, Amerika, semua negara bahwa tenaga kesehatan merupakan prioritas pertama yang akan kita vaksin,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Namun untuk tahap kedua dan selanjutnya, masing-masing negara berbeda-beda. Di beberapa negara, ada yang melakukan tahapan kedua berdasarkan umur. “Di kita, public workers dulu. Mengapa? Karena memang kita membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa vaksin yang bisa digunakan nanti bisa berlaku untuk usia di atas 60 tahun,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Menurutnya, hasil uji klinis tahap III vaksin Sinovac di Bandung dilakukan untuk rentang usia 18-59 tahun. Itu sebabnya, hasil diskusi Kementerian Kesehatan dengan Itagi, secara scientific memang disarankan menggunakan vaksin Sinovac sesuai dengan yang hasil uji klinis III di Bandung.

“Sebagai informasi, vaksin Sinovac di luar Bandung, uji klinis yang dilakukan di Turki, Brasil, itu juga diberikan ke orang-orang dengan grup usia di atas 60 tahun. Kami sudah berbicara dengan BPOM untuk mengooordinasikan hal ini. Sehingga nanti BPOM akan melengkapi datanya, sebelum mengambil keputusan akhir mengenai rentang usia yang bisa diberikan vaksin,” papar Budi Gunadi Sadikin.

Lebih lanjut Budi menerangkan, vaksin buatan Pfizer telah mendapatkan emergency use authrization dari MHRa London, FDA Amerika dan Ema di Eropa. Vaksin Pfizer boleh diberikan kepada penduduk berusia di atas 60 tahun.

“Dan karena vaksinnya kita yang akan datang nanti ada empat jenis, otomatis keragaman itu akan ada,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Selain itu, dikarenakan sebagian besar vaksin akan datang di sekitar semester kedua atau akhir kuartal kedua 2021, maka vaksinasi lansia, tahapannya ditaruh di belakang. Karena pemerintah ingin memastikan semua data scientific mengenai pemberian vaksin ke kelompok lansia sudah disetujui oleh BPOM.

“Saya juga pastikan, bahwa pemberian vaksin kepada petugas kesehatan hanya akan dilakukan sesudah ada persetujuan dari BPOM. Karena kita percaya sekali bahwa data science itu yang akan jadi pegangan kita. BPOM juga sudah bekerja baik dengan Kementerian Kesehatan, sudah berbicara dengan otoritas di Turki, di Brazil, di Tiongkok, saya percaya BPOM bisa mengambil keputusan yang independen dan berdasarkan kepada science,” papar Budi Gunadi Sadikin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kabar Baik, IPB dan BPI-BRIN Ciptakan Oxygen Concentrator Berbahan Baku Lokal

IPB University dan Balai Pengembangan Instrumentasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BPI-BRIN) berhasil menciptakan oxygen concentrator.

NASIONAL | 28 September 2021

Habib Luthfi: Indonesia Raya Bukan Sekadar Lagu, tetapi Ikrar

Dengan mengetahui dan mengenal sejarah maka masyarakat akan paham bagaimana para pendahulu bangsa ini berjuang dan bagaimana mereka mencintai bangsanya.

NASIONAL | 28 September 2021

Ini Upaya Sub PB PON Klaster Mimika Tertibkan Penonton PON di Papua

Jumlah tiket yang dijual saat ini sebagian besar atau 60% dijual melalui aplikasi di atas dan sisanya sebanyak 40% melalui offline.

NASIONAL | 27 September 2021

Hunian Kamar Hotel di Sumut Sudah Capai 50%

Kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus 2021.

NASIONAL | 27 September 2021

Akhiri Masa Jabatan di APJII, Ini Catatan Kesuksesan Jamalul Izza

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyebut pengurus yang dipimpinnya telah merealisasikan 94 persen amanat Munas tahun 2018.

NASIONAL | 27 September 2021

Banjir Bandang Hantam Puluhan Rumah Warga di Sumsel

Tidak ada korban jiwa untuk warga yang rumahnya rusak berat.

NASIONAL | 27 September 2021

Ini Para Sesepuh yang Memutuskan Siapa Pengganti Mangkunegara IX

Penentuan penerus takhta Mangkunegaran Solo kemungkinan setelah 100 hari wafatnya Mangkunegara IX atau sekitar akhir November.

NASIONAL | 27 September 2021

Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, insentif ini secara bertahap akan segera cair

NASIONAL | 27 September 2021


Fahri Hamzah Apresiasi Kinerja Kejagung dalam Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah mengapresiasi kinerja Kejgung dalam pemberantasan korupsi. Tolak ukurnya, penyelamatan uang negara sebesar Rp 26,1 triliun.

NASIONAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# SBY


# PKI



TERKINI
IMF Perkirakan Subsidi Bahan Bakar Fosil Global hingga Rp 85.609 Triliun

IMF Perkirakan Subsidi Bahan Bakar Fosil Global hingga Rp 85.609 Triliun

DUNIA | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings