Kematian Tenaga Kesehatan Akibat Covid-19 Indonesia Masih Tertinggi di Dunia
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kematian Tenaga Kesehatan Akibat Covid-19 Indonesia Masih Tertinggi di Dunia

Selasa, 29 Desember 2020 | 22:11 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia belum diketahui kapan melandai. Penambahan kasus harian terus bertambah di posisi 5.000 hingga 7.000 lebih. Hingga 28 Desember 2020 data Covid-19 internasional menunjukkan Indonesia berada di posisi ke-20, dan bahkan peringkat pertama di Asean dengan jumlah kasus aktif terbanyak.

Ini menjadi masalah karena data menunjukkan bahwa peningkatan kasus aktif juga memicu angka kematian tenaga kesehatan terus bertambah. Peningkatan kasus aktif menandakan banyak orang tanpa gejala (OTG) berkeliaran, dan beban tenaga medis semakin tinggi. Kasus aktiflah yang ditangani oleh tenaga kesehatan sehingga lebih berisiko tinggi terpapar virus.

Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan Indonesia masih termasuk 10 negara dengan angka kematian nakes tertinggi di dunia selain Italia, Meksiko, Brasil, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Afrika Selatan, dan lainnya. Hingga 24 Desember jumlah nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 465 orang, di mana 230 di antaranya adalah dokter.

Koordinator Tim Standarisasi dan Protokol Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar, mengatakan, ketika kasus positif di masyarakat melonjak, maka kapasitas pelayanan kesehatan kewalahan. Juga menyebabkan menumpuknya pasien Covid-19 dan angka kematian nakes. Akibatnya akan ada beban ganda karena banyak pasien Covid-19 tidak akan tertangani dengan baik. Di saat bersamaan pasien non Covid-9 pun tidak tertangani karena fasilitas kesehatan kehilangan dokter spesialis obgyn, THT dan penyakit dalam. Kemungkinan juga rumah sakit fokus ke pelayanan Covid-19.

Oleh karena itu, menurut Eka perlu pengendalian risiko transmisi virus Covid-19 berdasarkan tingkat risiko. Menurut Eka, unit paling tinggi risiko penularan adalah di poli. Karena ketika pasien datang dalam posisi tidak mengetahui dirinya positif atau tidak. Oleh karena itu, pengendalian ketat harus dilakukan. Adapun standar pengendaliannya, misalnya mengatur sirkulasi udara sedemikian rupa agar menciptakan aliran udara yang sehat.

Kemudian zonasi rumah sakit sangat diperlukan. Harus zonasi per gedung, bukan zonasi per lantai. Karena sirkulasi udara dan titik titik pertemuan pada zonasi lantai itu sangat menyulitkan, misalnya pada lift, pintu keluar dan lainnya perlu diperhatikan. Kemudian pembatasan tempat praktik dokter terfokus satu tempat. Para dokter juga diminta untuk mematuhi pedoman penggunaan alat pelindung diri (APD) pada saat memakai atau melepasnya.

“Dokter jangan mengangggap remeh APD. Kalau ada tenaga kesehatan yang bandel mungkin dilarang praktik saja, atau Komite Medik Rumah Sakit memanggil dan menasehati, karena dia membahayakan teman sejawatnya,” kata Eka pada simposium ilmiah “Diseminasi Pedoman Standar Perlindungan Dokter di Era Pandemi Covid-19”, Selasa (29/12/2020).

Yang paling penting adalah melaporkan diri dan menghentikan kegiatan sebagai nakes apabila masuk dalam kriteria kasus. Kalau sudah muncul gejala sebaiknya berhenti melayani di RS. Pastikan dulu gejala itu bukan Covid-19 baru bisa bekerja kembali. Jangan memaksakan diri bekerja yang kemudian membahayakan nakes lainnya. Juga diingatkan untuk dokter yang berusia di atas 60 tahun tidak direkomendasikan melayani pasien Covid-19.

Tim Standarisasi dan Protokol Mitigasi PB IDI, dr Telogo Wismo Agung Durmanto menambahkan, dalam rentang waktu 6 bulan yakni Maret hingga Agustus 2020 sebanyak 101 dokter meninggal karena Covid-19. Sementara 123 dokter lainnya meninggal dalam kurun waktu 4 bulan mulai September hingga Desember.

Menurutnya, media penularan saat dokter bekerja melayani pasien itu sangat banyak tidak hanya di rumah sakit rujukan melainkan juga di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, dan dokter praktik perorangan. Mulai dari pemeriksaan awal pasien datang hingga perawatan dan sembuh. Dalam proses inilah tanpa sadar dokter bisa terinfeksi. Oleh karena FKTP harus memfasilitasi nakesnya dengan fasilitas standar untuk mencegah penularan Covid-19.

Misalnya, kalau ada persalinan dengan penyulit maka itu tugas rumah sakit untuk menyediakan tempat. Kadang ada rumah sakit yang kehabisan tempat sehingga pasien dengan penyulit menunggu terlalu lama untuk mendapat rujukan. Jika persalinan normal menunggu rujukan rumah sakit yang juga melayani pasien Covid-19, kadang terlanjur melahirkan di FKTP. Ini jadi tantangan untuk melengkapi fasilitas yang baik dan standar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tekan Covid-19, Banyuwangi Tutup Semua Objek Wisata

Banyuwangi akan menutup semua objek wisata sesuai rekomendasi yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 setempat.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Temui Konstituen, Misbakhun Membeberkan Ikhtiar Jokowi Kurangi Efek Pandemi

pemerintahan Presiden Jokowi telah berupaya keras menahan dampak pandemi dengan berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat bawah.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Yayasan Lentera Qolbu Amanah Santuni 1.000 Yatim di Sukabumi

Yayasan Lentera Qolbu Amanah menggelar Doa, Sholawat, dan Santunan Akbar 1.000 Yatim dimulai di Sukabumi.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Enam Video Terbaik Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup Raih Penghargaan AJV 2020

AVJ bekerja sama dengan Walhi dan Kehati ini menjaring 109 karya video dari seluruh kalangan masyarakat.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Pemerintah Tetap Serius Perhatikan Tenaga Honorer

Menteri PAN dan RB, Tjahjo Kumolo, menegaskan pemerintah tetap memperhatikan secara serius nasib dari para tenaga honorer di Tanah Air.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Kasasi, KPK Harap MA Cabut Hak Politik Eks Komisioner KPU Wahyu

KPK berharap MA mengabulkan seluruh permohonan Jaksa yang tertuang dalam memori kasasi.

NASIONAL | 29 Desember 2020

BMKG Masyarakat Tetap Waspadai Potensi Gempa di Zona Aktif

Masyarakat Indonesia diminta tetap mewaspadai terhadap potensi bahaya gempa maupun tsunami yang dapat menyertainya.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Sidoarjo Berlakukan Jam Malam

Jam malam diberlakukan mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB sejak tanggal 29 Desember hingga 2 Januari 2021.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Tjahjo: Penyederhanaan Birokrasi Dilakukan Lima Tahap

Menteri PAN dan RB, Tjahjo Kumolo, menegaskan penyederhanaan birokrasi dilakukan dalam lima tahap.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Satgas Minta Ketersediaan Ruang Isolasi dan ICU Ditambah hingga 40%

Menurut Wiku, tantangan saat ini adalah peningkatan jumlah ketersediaan sarana dan prasarana, peralatan dan logistik obat-obatan.

NASIONAL | 29 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS