Tokoh Bisa Sandingkan Nilai Agama dan Nasionalisme untuk Mencegah Terorisme
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (0)   |   COMPOSITE 6359.21 (0)   |   DBX 1342.2 (0)   |   I-GRADE 184.288 (0)   |   IDX30 516.126 (0)   |   IDX80 138.807 (0)   |   IDXBUMN20 408.536 (0)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.076 (0)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0)   |   IDXQ30 147.857 (0)   |   IDXSMC-COM 298.089 (0)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0)   |   IDXV30 136.649 (0)   |   INFOBANK15 1071.96 (0)   |   Investor33 444.599 (0)   |   ISSI 184.85 (0)   |   JII 633.797 (0)   |   JII70 223.435 (0)   |   KOMPAS100 1241.07 (0)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1728.33 (0)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 326.697 (0)   |   SMInfra18 315.108 (0)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0)   |  

Tokoh Bisa Sandingkan Nilai Agama dan Nasionalisme untuk Mencegah Terorisme

Rabu, 30 Desember 2020 | 21:42 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, tokoh dan pemuka agama sangat strategis untuk menyandingkan nilai agama dan nasionalisme untuk memerangi penyebaran paham radikal intoleran yang berpotensi menjadi radikal terorisme.

"Bagi kita agama apa pun berkewajiban untuk menjaga nilai yang diajarkan dan diwariskan. Oleh karena itu, peran tokoh agama sangat sentral ketika isu agama digunakan kelompok radikal intoleran mencapai tujuan tertentu," kata Boy Rafli Amar pada Sarasehan dan Muhasabah Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT di Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Hal itulah yang mendasari BNPT menggandeng dan membentuk wadah berupa Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Rangka Pencegahan Terorisme.

Boy Rafli memandang perlu antara BNPT dan para pemuka agama ada keterpaduan program dan kinerja di lapangan dalam rangka memberikan, menyampaikan, dan menyosialisasikan nilai-nilai luhur bangsa dan agama masing-masing secara benar tanpa harus saling menyakiti.

“Kami melihat sangat strategis apabila tokoh-tokoh agama menyandingkan nilai agama dan nilai nasionalisme, dan semangat dalam menjaga keutuhan NKRI. Kita diuntungkan dengan para leluhur tokoh agama yang pada masa lalu berjuang untuk mendirikan negara ini. Mereka adalah pendakwah sekaligus pejuang,” ungkap mantan Kapolda Papua ini.

Boy Rafli menaruh harapan besar terhadap Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT ini karena beberapa mainstream dari kejahatan terorisme dengan latar belakang paham radikal intoleran dilandaskan adanya pihak yang senantiasa menggunakan isu agama.

Selain itu, juga bisa dikategorikan ekses ekstremisme agama yang disalahartikan pengikutnya.

Padahal, lanjut Boy Rafli, pada kenyataannya pihak tertentu kelompok yang mengatasnamakan agama dengan cara kekerasan, perbuatan tidak sejalan nilai agama, seperti dengan segala cara melakukan upaya destruktif, pembunuhan, penghinaan, dan mengafirkan yang dianggap tidak sejalan.

Boy Rafli berharap rencana kegiatan Gugus Tugas Pemuka Agama ini bisa dikonkretkan agar bisa memberi efek positif kepada seluruh masyarakat.

Menurut dia, tokoh agama adalah guru bangsa sehingga BNPT mendorong ulama dan umara bisa bersinergi, bersatu, dan saling mengisi sesuai dengan perannya masing-masing dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai permasalahan.

Ketua Umum PBNU yang juga Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Said Aqil Siroj menyambut baik rencana kiprah Gugus Tugas Pemuka Agama dalam rangka pencegahan terorisme.

Menurut dia, baru kali ini dari pihak pemerintah, dalam hal ini BNPT menggandeng pemuka agama untuk bersama untuk melawan atau kontra gerakan radikalisme dan terorisme.

"Ini menunjukkan pemerintah sudah memberikan ruang kepada pemuka agama sebagai informal leader kekuatan civil society harus kita gerakkan untuk menghadapi itu semua," kata Kiai Said.

Ia menegaskan, negara sebesar apa pun atau sekuat apa pun senjatanya pasti harus menggandeng civil society untuk melawan gerakan radikal terorisme.

Menurut Kiai Said, beruntung di Indonesia memiliki ormas-ormas keagamaan moderat, terutama ormas yang lahir sebelum kemerdekaan yang pasti nasionalis, seperti Syarikat Islam, Muhammadiyah, NU, dan Nahdlatul Wathan.

"Ini kekayaan kita luar biasa ada kekuatan luar biasa, ada keterwakilan civil society mewakili ormas-ormas ini," katanya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sinergi TNI-Polri Berkontribusi Nyata terhadap Stabilitas Keamanan Dalam Negeri

Meski sibuk ikut menangani Covid-19, TNI juga tetap melaksanakan tugas utama menjaga kedaulatan NKRI.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Kini Masuk Sulsel Wajib Rapid Test Antigen

Semua pihak perlu untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan.

NASIONAL | 30 Desember 2020

LAN Gandeng Kempan RB dan Pemprov Jatim Kerja Sama Penyelenggaraan Corporate University bagi ASN Jatim

Dalam tataran praktik, pengembangan kompetensi tidak lagi dilihat hanya dalam bentuk pembelajaran dalam kelas secara klasikal

NASIONAL | 29 Desember 2020

Diaspora Katolik Indonesia Mengawali Perdamaian Dunia

Warga Katolik Indonesia yang berada di luar negeri (diaspora), mengawali perdamaian dunia dengan mengadakan perayaan natal virtual.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Bamusi Apresiasi Pelarangan FPI oleh Pemerintah

Pemerintah telah resmi melarang semua kegiatan Front Pembela Islam

NASIONAL | 30 Desember 2020

Sekum Muhammadiyah: Larangan Pemerintah Terhadap FPI Bukan Berarti Anti-Islam

Menurut Mu'ti, yang penting Pemerintah jangan hanya tegas terhadap FPI, tapi membiarkan ormas lain yang tidak memiliki SKT melakukan kegiatan meresahkan.

NASIONAL | 30 Desember 2020

2021, KPK Janji Selesaikan 4 Kasus yang Jadi Tunggakan

KPK mengakui masih memiliki tunggakan penyelesaian empat kasus korupsi yang menjadi perhatian publik.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Organisasi Kepemudaan Lintas Iman Respons Isu Nasional

Organisasi kepemudaan lintas iman merespons sejumlah isu nasional selama 2020

NASIONAL | 30 Desember 2020

Boy Rafli Diusulkan Jadi Calon Kapolri, Komisi III: Hak Prerogatif Presiden

Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh menegaskan, penentuan nama calon Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden.

NASIONAL | 30 Desember 2020

Satgas Covid-19: Lebih Baik di Rumah Saat Libur Akhir Tahun

Mobilitas yang tinggi menjadi pemicu penambahan kasus positif di sejumlah provinsi.

NASIONAL | 30 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS