Penemuan Drone Bawah Laut, Ketua DPD: Indonesia Harus Waspada
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penemuan Drone Bawah Laut, Ketua DPD: Indonesia Harus Waspada

Senin, 4 Januari 2021 | 14:18 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah mengusut pemilik drone bawah laut yang ditemukan nelayan di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Ia mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai aktivitas mata-mata atau spionase dari negara lain.

"Ditemukannya kapal nirawak atau drone di laut Kabupaten Selayar tidak bisa disepelekan. Ada potensi spionase dari drone yang belum teridentifikasi milik siapa itu. Indonesia harus waspada," ujar La Nyalla dalam siaran pers, Senin (4/1/2021).

Drone bawah laut itu ditemukan nelayan pada 26 Desember 2020 saat sedang memancing. Nelayan tersebut kemudian melaporkannya kepada Babinsa dan drone tersebut akhirnya dibawa ke Koramil. Drone itu kemudian dibawa oleh pihak TNI AL untuk dilakukan penelitian.

Dari hasil penelitian TNI AL, diketahui drone di Selayar tersebut merupakan seaglider yang terbuat dari alumunium dengan dua sayap dan propeller serta antena belakang. Drone bawah laut itu juga memiliki instrumen kamera. Dua sayap seaglider masing-masing berukuran 50 cm dengan panjang bodi 225 cm dan panjang propeller 18 cm, serta panjang antena 93 cm.

LaNyalla menggarisbawahi mengenai tidak terdeteksinya kepemilikan drone yang ditemukan nelayan di Selayar. Oleh karena itu ia meminta pemerintah segera melakukan penyelidikan, apalagi drone ditemukan di jalur perairan tersibuk di Indonesia. Diketahui juga ada dua drone pengintai lainnya yang ditemukan di dekat Selat Sunda dn wilayah Lombok.

"Pada drone yang ditemukan di Selayar tidak ditemukan ciri-ciri perusahaan negara pembuatnya. Hal ini yang harus terus ditelusuri dan pemerintah harus mengusut sampai diketahui siapa pemiliknya," kata La Nyalla.

"Kalau ini merupakan aktivitas pengintaian, Indonesia harus segera mengambil langkah," sambungnya.

Menurut TNI AL, seaglider banyak digunakan untuk keperluan survei atau pencarian data oseanografi di laut yang bisa diakses dari jarak jauh. Alat ini juga bisa digunakan untuk industri maupun keperluan pertahanan.

Untuk industri, seaglider bisa digunakan mulai dari keperluan pengeboran hingga mencari ikan. Sementara itu di bidang pertahanan, seaglider dapat digunakan untuk mendapatkan data-data militer, bahkan sebagai pembuka jalan kapal selam agar mampu berjalan tanpa ketahuan.

"Karena jika drone ini ternyata milik negara lain, Indonesia patut curiga adanya kegiatan mata-mata yang dilakukan. Menteri Luar Negeri Bu Retno Marsudi bisa mengirimkan nota diplomatik keberatan Indonesia kepada negara pemilik seaglider," ungkap senator asal Jawa Timur itu.

LaNyalla juga menyebut penemuan drone di bawah laut menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan). Ia meminta Menhan Prabowo Subianto untuk menjadikan temuan ini sebagai bentuk evaluasi terhadap sistem pertahanan Indonesia, khususnya di laut.

"Kemenhan harus segera memperbaiki dan meningkatkan sistem keamanan teritori, baik itu di darat, laut, dan udara agar tidak ada lagi drone tak dikenal masuk di wilayah Indonesia," tegas La Nyalla.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Garap Kasus Keempat yang Bakal Membelit Rizieq

Rizieq kemungkinan juga bakal dijerat kasus RS Ummi Bogor.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Ini Strategi Pemerintah Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi guna mengantisipasi peningkatan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Presiden Sebut Vaksinasi Covid-19 Harus Dibarengi Kedisiplinan Masyarakat

Presiden menginstruksikan kepada Menteri Kesehatan agar vaksinasi harus beriringan dengan kedisiplinan tinggi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Gempa Bumi Magnitudo 4,9 Guncang Morowali

sejak pukul 02.27 Wita hingga 10.47 Wita mendeteksi terjadi delapan kali gempa di Kabupaten Morowali.

NASIONAL | 4 Januari 2021

17.146 Sekolah di Sumut Tunda Belajar Tatap Muka

Gubernur Sumut belum mengeluarkan perizinan untuk KBM tatap muka antara guru dengan murid sehingga proses belajar secara daring masih diberlakukan.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Vaksinasi Dimulai Minggu Depan

Sampai saat ini, pemerintah masih menunggu emergency use authorization yang dikeluarkan Badan POM dan sertifikat kehalalan.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Saksi Penting Kasus Suap Izin Ekspor Benur Meninggal Dunia

Ali mematikan, meninggalnya Deden Deni tidak akan mempengaruhi proses penyidikan kasus suap ini.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Papua Barat Tunda Belajar Tatap Muka

Papua Barat menunda penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang sebelumnya ditetapkan untuk dimulai pada Januari 2021.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Awal 2021, Gunung Sinabung Sudah Tiga Kali Erupsi

Tidak ada korban jiwa akibat erupsi Sinabung karena warga mengaku sudah melihat tanda-tanda erupsi.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Kasus Korupsi Bansos, Staf PT Tiga Pilar Agro Utama Diperiksa KPK

"Yang bersangkutan (Imanuel Tarigan) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka JPB (Juliari P Batubara)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi.

NASIONAL | 4 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS