KPAI Apresiasi Hukuman Kebiri Kimia untuk Predator Seksual
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPAI Apresiasi Hukuman Kebiri Kimia untuk Predator Seksual

Senin, 4 Januari 2021 | 21:37 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi keputusan Peraturan Pemerintah (PP) tentang kebiri kimia untuk pelaku pencabulan terhadap anak atau predator seksual anak. KPAI menilai, dengan keluarnya PP Nomor 70/2020 ini akan memberi kepastian terkait implementasi teknis atas mandat UU Nomor 17/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Perlindungan Anak.

"Adanya aturan ini akan menjadi dasar yang lebih kuat bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan vonis terhadap pelaksanaan kebiri kimia, pengumuman identitas pelaku dan pemasangan alat pendeteksi elektronik kepada terpidana kekerasan seksual bagi anak,” jelas Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, saat dihubungi Suara Pembaruan melalui pesan teks, Senin (4/1/2021).

Selain itu, KPAI juga berpendapat bahwa PP tersebut akan mengisi kekosongan hukum atas UU Nomor 17/2016 terkait penerapan atau pelaksanaan kebiri kimia. Alhasil jaksa tidak akan ragu untuk mengeksekusi putusan pengadilan pencabulan anak di kemudian hari.

"Kebiri kimia ini merupakan hukuman tambahan yang akan dieksekusi setelah hukuman atau pidana pokoknya dijalankan oleh terpidana. Hukuman tambahan kebiri ini diperlakukan pada residivis atau terpidana yang mengulangi perbuatannya,” terangnya.

Tidak hanya itu, Retno pun menambahkan bahwa KPAI mendorong adanya pendalaman kasus pelaku pencabulan dengan melakukan screening kesehatan terlebih dahulu. Para ahli harus terlebih dahulu memahami, apakah pelaku predator anak melakukan perbuatannya dipicu oleh hormon di tubuhnya yang menimbulkan libido tinggi, atau perbuatan tersebut berlatar belakang masalah psikologis.

"Kalau masalahnya adalah pada psikologis, maka kemungkinan suntik kebiri tampaknya kurang efektif terhadap yang bersangkutan, tetapi pendekatan yang tepat adalah dengan rehabilitasi psikologis yang dapat dilakukan selama menjalani hukuman atau pidana pokoknya,” tuturnya.

Ditegaskan Retno, PP juga mengatur tentang kewajiban rehabilitasi pelaku kejahatan seksual terhadap anak, agar yang bersangkutan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi setelah menjalani hukuman dan sekaligus rehabilitasi psikologisnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Kubah Lava Belum Terbentuk

BPPTKG Yogyakarta melaporkan aktivitas Merapi sampai saat ini masih tinggi. Laju deformasi dalam tiga hari terakhir mencapai 21 sentimeter per hari

NASIONAL | 4 Januari 2021

Bisnis Ikan Cupang, Remaja Lulusan SMU Ini Untung Puluhan Juta Per Bulan

Omzet yang berhasil diraih dalam sebulan mencapai puluhan juta rupiah. Terlebih di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Viral, Ibu-ibu Mengamuk Hancurkan Tempat Judi

Puluhan ibu rumah tangga mengamuk di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Medan, mengamuk menghancurkan mesin judi ketangkasan.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Bebas, Keluarga Abu Bakar Baasyir Bakal Batasi Kunjungan Simpatisan

Keluarga narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir akan melakukan pembatasan kunjungan simpatisan.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Ketua MUI Jateng Usul Kiai Jadi Prioritas Vaksin

Ganjar menyampaikan bahwa saat ini ada sekitar 62.000 vaksin Sinovac yang sudah tiba di Jawa Tengah. Vaksin tersebut tiba pada Senin (4/1/2021) dinihari.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Tak Ingin Salah Paham, Kapolri Terbitkan Telegram Soal FPI

Kebebasan berpendapat tetap mendapat jaminan konstitusional.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Kabupaten Serang Putuskan Sekolah Tatap Muka Ditunda

Pemkab Serang telah memutuskan untuk menunda belajar tatap muka untuk PAUD, SD hingga SMP untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Hukuman Kebiri Kimia, Bukti Pemerintah Melindungi Anak dari Kekerasan Seksual

Keputusan kebiri kimia menjadi bukti pemerintah melindungi anak-anak dari tindak kejahatan seksual.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Moeldoko Ungkap Prosedur Vaksinasi Presiden Tidak Ada Bedanya

Vaksinasi yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan berbeda dengan vaksinasi yang diberikan kepada 181,5 juta jiwa penduduk Indonesia.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Edhy Prabowo Klaim Tak Kenal Saksi Kunci yang Meninggal

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengklaim tidak mengenal pengendali PT Aero Citra Kargo (ACK) Deden Deni.

NASIONAL | 4 Januari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS