BNPT Ingatkan Masyarakat Urgensi Kewaspadaan Dini Tanggap Terorisme
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (-0.33)   |   COMPOSITE 6359.21 (7.39)   |   DBX 1342.2 (19.78)   |   I-GRADE 184.288 (-0.11)   |   IDX30 516.126 (-0.99)   |   IDX80 138.807 (-0.29)   |   IDXBUMN20 408.536 (-1.13)   |   IDXESGL 142.044 (-0.14)   |   IDXG30 145.076 (-0.22)   |   IDXHIDIV20 455.222 (-1.21)   |   IDXQ30 147.857 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 298.089 (1.62)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (-0.87)   |   IDXV30 136.649 (-0.69)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.25)   |   Investor33 444.599 (-0.56)   |   ISSI 184.85 (-0.38)   |   JII 633.797 (-2.23)   |   JII70 223.435 (-0.43)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.73)   |   LQ45 967.658 (-1.65)   |   MBX 1728.33 (-1.77)   |   MNC36 329.04 (-0.3)   |   PEFINDO25 326.697 (-0.49)   |   SMInfra18 315.108 (-2.17)   |   SRI-KEHATI 378.138 (-0.1)   |  

BNPT Ingatkan Masyarakat Urgensi Kewaspadaan Dini Tanggap Terorisme

Selasa, 5 Januari 2021 | 06:49 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Upaya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan bahaya penyebaran paham radikalisme di lingkungan masyarakat terus dilakukan BNPT mulai dari hulu hingga hilir. Peningkatan kewaspadaan ini terus dilakukan karena hingga kini masih meningkatnya narasi kebencian dengan konten propaganda yang tersebar di media sosial maupun kegiatan offline yang dinilai dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melihat dari catatan kejadian di tahun 2020, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menetapkan 228 orang yang dijadikan tersangka kasus terorime yang ditangkap dari berbagai daerah di Indonesia. Adanya kejadian tersebut menjadi bukti nyata bahwa kejahatan terorisme dan penyebaran paham radikal intoleran masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memberantas tuntas peham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan sejahtera, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat harus saling bahu-membahu dan bekerja sama untuk meningkatkan kewaspadaan dalam rangka menghadapi radikalisme serta penanggulangan terorisme. Hal tersebut dikatakan Kepala badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, saat menjadi narasumber dalam program “Indonesia Bicara” di Stasiun Televisi Indonesia (TVRI) pada Senin (4/1/2021) malam yang disiarkan secara live.

Tidak hanya Kepala BNPT, dalam talkshow yang berlangsung selama 1 jam, pembahasan mengenai awareness masyarakat agar tanggap dan dapat mengantisipasi penyebaran paham radikal, juga menghadirkan Pakar Terorisme dari Universitas Indonesia yakni Ridwan Habib.

Pentingnya kewaspadaan masyarakat dari ancaman terorisme sangat penting dilakukan karena efek kerusakan yang ditimbulkan akan membawa dampak dalam jangka pangjang, khususnya di lingkungan masyarakat yang menjadi lokasi ledakan maupun para korban. Melalui sosialisasi yang BNPT lakukan, diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang upaya pencegahan aksi terorisme, penyebaran paham radikal intoleran yang ada di lingkungan masyarakat, sekaligus juga bisa menghilangkan “stigma" pada golongan tertentu agar bisa dihilangkan. Untuk mempermudah penanganan di lapangan, peran masyarakat juga diperlukan untuk membantu aparat penegak hukum untuk segera bertindak.

“Walaupun situasi dan kondisi terpantau aman dan kondusif, tetapi kita harus tetap waspada dari berbagai ancaman, karena ancaman akan selalu mengintai kita dari berbagai arah dengan berbagai bentuknya. Partisipasi publik untuk mengetahui adanya penyampaian, adanya dugaan narasi-narasi intoleransi, dan apalagi radikal intoleran sangat dibutuhkan. Terlebih saat ini, media sosial telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tersebut untuk menyebarkan ujaran kebencian dengan mempropaganda pengguna sosmed, untuk itu bila masyarakat mencurigai adanya hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa, jangan ragu untuk menyampaikan kepada apparat agar dapat di deteksi,” ujar Boy Rafli.

Dalam menangkal terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menerapkan strategi Kesiapsiagaan Nasional, Kontra radikalisasi, dan Deradikalisasi. Kesiapsiagaan nasional yang dimaksud adalah siap siaga seluruh elemen masyarakat dari ancaman aksi terorisme dan bahaya paham radikal terorisme, sedangkan sasaran dari strategi kontra radikalisasi adalah masyarakat umum, pelajar, dan tokoh masyarakat, dengan bertujuan menanamkan nilai ke-Indonesiaan dan nilai kedamaian. Sementara sasaran strategi deradikalisasi yaitu kelompok radikal dan simpatisan, bertujuan menghentikan kekerasan dan teror.

Selain itu, Kepala BNPT juga menekankan bahwa untuk meredam tingkat radikalisme bisa dilakukan dengan memaksimalkan kearifan lokal yang ternyata disukai oleh generasi muda, ini yang membuat kearifan lokal sangat efektif dilakukan.

“Indonesia merupakan negara yang memiliki suku, budaya, dan toleransi beragama yang tinggi, gambaran ini sebagai jendela dunia bahwa Kebhinekaan Indonesia ini nyata. Kearifan lokal ini penting ditanamkan dan diterapkan sejak dini dalam keluarga, dari segi tutur lisan dan tata krama dalam lingkungan, serta melestarian budaya dan kesenian, agar para generasi muda kita tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Untuk itu saya harapkan dengan sosialisasi ini masyrakat agar dapat lebih peduli dan waspada dalam berkehidupan sosial di lingkungan masyarakat,” tutup Kepala BNPT.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov Sulsel Resmikan Wisata Duta Covid-19 di Kabupaten Wajo

Harapan Gubernur Sulsel peresmian Wisata Duta Covid-19 di Kabupaten Wajo untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka mengatasi Covid-19.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Hujan Lebat Semalaman, Permukiman di Kota Jambi Kembali Terendam Banjir

Sejumlah permukiman di Kota Jambi kembali terendam banjir, Senin (4/1/2021) menyusul hujan lebat yang mengguyur kota itu, Minggu malam hingga Senin subuh.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Sebanyak 1,2 Juta Vaksin Coronavac Lulus Uji Sertifikasi Lot Release

BPOM telah melakukan sampling dan pengujian vaksin saat kedatangannya di Bandara Soekarno - Hatta.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Ganjar Minta Masyarakat Jangan Percaya Hoax Vaksin

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk tak percaya pada hoaks terkait vaksin.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Vaksinasi Akan Rampung Selama 15 Bulan untuk 181,5 Juta Jiwa

Pemerintah mengatakan pemerintah akan melaksanakan program vaksinasi Covid-19 dalam kurun waktu selama 15 bulan.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Lebih dari 1 Juta Kendaraan Lintasi Trans Sumatera

Sepanjang Natal dan Tahun Baru, PT Hutama Karya mencatat Volume Lalu Lintas (VLL) di Jalan Tol Trans Sumatera mencapai lebih dari satu juta kendaraan.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Antisipasi Kasus Meningkat, Pemprov Bengkulu Siapkan 4 Rumah Sakit Darurat Covid-19

Pemprov Bengkulu siapkan 4 rumah sakit darurat untuk menampung pasien Covid-19.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Polda Bengkulu Kawal Ketat Pendisribusian Vaksin Covid-19 ke Kabupaten dan Kota

Pendistribusian vaksi Covid-19 sinovac ke kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, akan kawal ketat oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) setempat.

NASIONAL | 4 Januari 2021

Dirut Hakaaston Tak Penuhi Panggilan KPK

Direktur Utama (Dirut) PT Hakaaston, Dindin Solakhudin tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/1/2021).

NASIONAL | 4 Januari 2021

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Banten Dipercepat 14 Januari 2021

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Banten yang semula dijadwalkan pada tanggal 22 Januari 2021, dipercepat menjadi 14 Januari 2021.

NASIONAL | 4 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS