Kaum Ekstrimis Disebut Incar Posisi Strategis
Logo BeritaSatu

Kaum Ekstrimis Disebut Incar Posisi Strategis

Selasa, 5 Januari 2021 | 11:26 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Kaum ekstrimis disebut mengincar posisi strategis dalam berbagai bidang. Hal tersebut perlu ditangkal melalui konsolidasi ideologi seluruh kekuatan bangsa. Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah kepada Beritasatu.com, Selasa (5/1/2021).

“Perlu ada langkah-langkah konsolidasi ideologi seluruh kekuatan bangsa untuk menangkal kaum ektrimis merebut posisi-posisi strategis di semua bidang sebelum semuanya terlambat,” kata Basarah.

Basarah menuturkan bangsa Indonesia saat ini menghadapi dua ancaman ideologi transnasional yakni paham liberalisme/kapitalisme dan ekstrimisme agama. Kedua ideologi ini turut berkembang seiring absennya negara dalam membentuk mental ideologi bangsa setelah Reformasi.

Menurut Basarah, ideologi ekstrimisme agama pada awal masuk ke Indonesia masih bersifat laten atau sembunyi-sembunyi dengan melakukan perekrutan dan pengkaderan bawah tanah. Setelah itu kaum ekstrimis mulai masuk pada fase berikutnya.

Misalnya dengan melakukan pembentukan kesadaran sesuai doktrin ideologi mereka kepada masyarakat. Hal itu dilakukan melalui forum-forum yang dibungkus sebagai pengajian, penerbitan buletin, seminar, penerbitan buku-buku dan media sosial.

“Kita bisa melihat bagimana kampanye membenturkan konsep NKRI dan khilafah, Islam dan Pancasila serta agama dan negara. Lebih berbahaya lagi, kelompok ekstrimisme agama kini memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” ujar Basarah.

Basarah mengungkap Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaporkan bahwa ide-ide ekstrimisme disebarkan melalui media sosial (medsos). Setelah dirasa ideologi itu mendapat pengikut di masyarakat, maka fase berikutnya adalah menyusup ke institusi kemasyarakatan bahkan negara.

“Kita bisa melihat bagaimana BNPT mengeluarkan rilis adanya tujuh kampus ternama yang terpapar ekstrimisme, begitu juga survei yang mengatakan 19,4% aparatur sipil negara tidak setuju ideologi Pancasila,” kata ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Basarah menambahkan mantan Kepala BNPT Irjen (Purn) Ansyaad Mbai menyebut paham ekstrimisme agama sudah merambah ke partai politik (parpol). Kelompok ekstrimisme yang sudah lama dibiarkan, lanjut Basarah, kini tidak lagi menjadi masalah laten melainkan sudah manifest.

Basarah mencontohkan seperti Muktamar Khilafah oleh ribuan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Gelora Bung Karno, Jakarta yang bahkan disiarkan oleh TVRI pada 2013. HTI akhirnya telah dibubarkan oleh pemerintah pada 2017, tetapi perlu terus diwaspadai.

“Strategi menyusup dan infiltrasi seperti ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Jika mereka sudah berhasil memegang kendali pemegang kebijakan maka tinggal selangkah lagi, mereka akan terang-terangan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain,” ucap Basarah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

AJI: Ancaman Kebebasan Pers di Tahun 2020, Memburuk

“Dari sisi pelaku, polisi menempati urutan pertama dengan 58 kasus, disusul orang tidak dikenal sebanyak 9 kasus, dan warga sebanyak 7 kasus,” tutur Manan.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Konsorsium Pembaruan Agraria Sebut FPI Terancam Denda

Iwan Nurdin mengatakan, dugaan penyerobotan lahan PTPN VIII oleh FPI adalah kasus lama.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Jokowi Ingin Inovasi Riset Kampus Dikolaborasikan dengan Dunia Usaha

Civitas akademika Universitas Brawijaya harus mencari cara-cara baru yang dikembangkan.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Seluruh SMA Sederajat di Jambi Belum Diizinkan Belajar Tatap Muka

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari melakukan pembagian pelaksanaan pembelajaran tatap muka mulai Senin (4/1).

NASIONAL | 5 Januari 2021

Aksi Penebangan Pohon di Perbukitan Namohara Diduga Pemicu Banjir Besar di Medan

Sampai saat ini, penebangan pohon oleh kelompok tidak bertanggungjawab masih terjadi di perbukitan Dusun Namohara, Desa Sukadame, Deli Serdang.

NASIONAL | 5 Januari 2021

40.000 Vaksin Covid-19 Tiba di Medan

Vaksin itu kemudian dibawa ke lokasi penyimpanan khusus yang sudah disediakan di Jalan HM Yamin Medan.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Kemdikbud: Formasi CPNS Guru ke Depan Tetap Akan Ada

Pemerintah mendorong agar para guru honorer serta lulusan Pendidikan Profesi Guru melamar menjadi guru PPPK.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Kejagung Tangkap Buronan Korupsi Pengadaan Alat Laboratorium Pendidikan

Buronan diamankan di Jl. Manyar II Blok O4 No. 15, Bintaro Jaya, Sektor 1, Jakarta Selatan.

NASIONAL | 5 Januari 2021

3.200 Vaksin Covid-19 Tiba di NTT

Pengangkutan vaksin Covid-19 tahap pertama itu menggunakan penerbangan Batik Air.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Vaksin Covid-19 Tiba di Sulsel

Adapun pengiriman terbagi dalam dua paket yakni tujuh koli atau 255,5 kg dan sembilan koli atau 328.5 kg.

NASIONAL | 5 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS