Bareskrim Polri Telusuri Dugaan Penimbunan Kedelai di Sejumlah Wilayah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-0)   |   COMPOSITE 5970 (-5)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (2)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 472 (-0)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-5)   |   IDXBUMN20 362 (-1)   |   IDXCYCLIC 737 (0)   |   IDXENERGY 740 (1)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-3)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 960 (-1)   |   IDXINFRA 873 (1)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (0)   |   IDXPROPERT 875 (0)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-0)   |   IDXTECHNO 3345 (-4)   |   IDXTRANS 1045 (-2)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-0)   |   ISSI 175 (0)   |   JII 573 (0)   |   JII70 204 (-0)   |   KOMPAS100 1132 (-2)   |   LQ45 888 (-1)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-2)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-0)   |   PEFINDO25 291 (1)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-0)   |   SRI-KEHATI 341 (-0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bareskrim Polri Telusuri Dugaan Penimbunan Kedelai di Sejumlah Wilayah

Selasa, 5 Januari 2021 | 12:29 WIB
Oleh : Chairul Fikri / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Bareskrim Polri menyelidiki dugaan penimbunan kedelai di sejumlah wilayah usai kenaikan harga kedelai nasional yang mengakibatkan kelangkaan bahan baku pembuatan tempe dan tahu itu di tengah masyarakat.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit bersama Kasatgas Pangan Polri Brigjen Pol. Helmy Santika menyatakan penyelidikan dilakukan oleh tim satgas Pangan Polri di sejumlah wilayah di Indonesia dan telah melakukan pemeriksaan di sejumlah gudang importir dan distributor kedelai di wilayah Cikupa, Cengkareng, dan Bekasi.

"Satgas juga telah menginstruksikan satgas kewilayahan di tiap Polda untuk melakukan pengecekan harga, ketersediaan kedelai serta sentra-sentra pengolahan khususnya UMKM yang memproduksi tempe dan tahu," ucap Komjen Listyo Sigit dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Diketahui, terjadi kenaikan harga kedelai di awal tahun 2021 ini yang menyebabkan sejumlah perajin tahu tempe mogok produksi selama tiga hari. Pasokan tahu dan tempe menghilang di pasaran selama 1 hingga 3 Januari.
Kenaikan harga kedelai di kisaran angka Rp 9.000 dari semula sekitar Rp 7.000 per kilogram itu dinilai membebani pengusaha.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengklaim telah menurunkan tim untuk mencari sumber masalah mogok produksi oleh produsen tahu tempe. Pemerintah menjamin pasokan kedelai akan segera stabil.
Brigjen Helmy Santika mengatakan Polri telah memiliki data dan analisa ketersediaan serta kebutuhan kedelai secara nasional.

"Kami telah koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan sejumlah pihak lain untuk menelusuri dugaan adanya penimbunan dan permainan harga kedelai yang melonjak sejak beberapa hari lalu," tutur Helmy seperti ditulis Antara.

Helmy juga menyebutkan bahwa perkembangan global di masa pandemik Covid-19 turut memengaruhi harga kedelai di pasar dunia. "Berdasarkan data FAO, pada Desember 2020 ada kenaikan harga kedelai di pasar global sebesar 6 persen dari harga awal 435 dolar AS menjadi 461 dolar AS per ton," ucap Helmy.

Secara terpisah, para pedagang tahun dan tempe di beberapa pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan, Banten, mengatakan tetap kehabisan stok sekalipun harganya naik. "Kita jualan, meski harganya naik menjadi Rp 10.000 dan belum sampai siang semua sudah ludes diburu konsumen. Tadi bawa 70 papan langsung habis jam 09.00 pagi, biasanya sore baru habis" ungkap Adit, penjual tahu dan tempe di Pasar Bukit Pamulang, Senin (4/1/2021).

Di sisi lain, sejumlah pedangang gorengan yang kerap berdagang di wilayah Tangerang Selatan mengeluh dengan kenaikan harga tempe dan tahu tersebut. Di Kota Tangerang, kenaikan harga kedelai juga berimbas pada harga tempe dan tahu yang dijual di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kota Tangerang.

Dinas Perindustrian dan Perdangangan Kota Tangerang yang diwakili Kabid Perdagangan, Eni Nuraeni, menjelaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menstabilkan kembali harga kacang kedelai yang melonjak drastis. “Kita berharap harga di pasaran bisa stabil seiring dengan adanya produsen yang kembali berproduksi,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemprov Bengkulu Kawal Penyaluran Bansos 2021 agar Tepat Sasaran

"Pemprov Bengkulu akan awasi benar pelaksanaan penyaluran bansos ini agar tepat sasaran," kata Gubernur Rohidin Mersyah.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Gunung Sinabung Masih Terus Erupsi

"Situasi beberapa desa dalam keadaan sudah kosong," ujar Armen Putra.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Tantangan Kapolri Baru, Ahmad Sahroni: Utamakan Keadilan Masyarakat

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai tantangan yang dihadapi calon Kapolri ke depan sangat berat.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Dokter dan Perawat di Jambi Mendapat Prioritas Vaksinasi Covid-19

Jumlah vaksin yang dialokasikan ke Provinsi Jambi Januari ini tidak cukup untuk seluruh tenaga kesehatan di Jambi.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Gotong Royong Nasional Mengatasi Krisis Listrik di Pedesaan

Desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik tersebut tersebar di daerah-daerah terpencil wilayah pegunungan dan pesisir pantai.

NASIONAL | 5 Januari 2021

ASN Diharapkan Tidak Terkontaminasi Paham Radikalis

Perekrutan aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup hanya sekadar mencantumkan persyaratan administratif berupa komitmen terhadap Pancasila.

NASIONAL | 5 Januari 2021

DPD: Lawan Radikalisme dengan Perkuat Empat Pilar Bangsa

Anggota Komite I DPD Abraham Liyanto menegaskan upaya jangka panjang untuk melawan paham radikalisme yaitu dengan memperkuat empat pilar bangsa.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Kaum Ekstrimis Disebut Incar Posisi Strategis

Kaum ekstrimis disebut mengincar posisi strategis dalam berbagai bidang.

NASIONAL | 5 Januari 2021

AJI: Ancaman Kebebasan Pers di Tahun 2020, Memburuk

“Dari sisi pelaku, polisi menempati urutan pertama dengan 58 kasus, disusul orang tidak dikenal sebanyak 9 kasus, dan warga sebanyak 7 kasus,” tutur Manan.

NASIONAL | 29 Desember 2020

Konsorsium Pembaruan Agraria Sebut FPI Terancam Denda

Iwan Nurdin mengatakan, dugaan penyerobotan lahan PTPN VIII oleh FPI adalah kasus lama.

NASIONAL | 5 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS