Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu dan Tempe di Bengkulu Kurangi Produksi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Harga Kedelai Naik, Produsen Tahu dan Tempe di Bengkulu Kurangi Produksi

Selasa, 5 Januari 2021 | 13:52 WIB
Oleh : Usmin / FMB

Bengkulu, Beritasatu.com - Sejumlah produsen tempe dan tahu di Bengkulu, terpaksa mengurangi produksi akibat harga kedelai melonjak dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 10.000/kg.

Kenaikan harga kedelai pada awal Januari 2021 ini, membuat para perajin tempe tahu di Bengkulu, terpaksa harus mengurangi keuntungan untuk menambah modal membeli bahan baku.

"Kami benar-benar repot akibat harga kedelai mengalami kenaikan Rp 2.000/kg dari semula hanya Rp 8.000/kg kini menjadi Rp 10.000./kg. Kenaikan ini membuat kami harus menambah modal untuk membeli bahan baku kedelai," kata Sunaryo (44), salah seorang pembuat tahu dan tempe di Kota Bengkulu, Selasa (5/1/2020).

Ia mengatakan, jika selama ini untuk membeli bahan baku sebanyak 50 kg kedelai cukup dengan uang Rp 400.000, tetapi sejak harga naik harus mengeluarkan sebesar Rp 500.000, sehingga perajin harus menombok sebesar Rp 100.000 dari sebelumnya.

Sejak harga kedelai meningkat, keuntungan para pembuat tempe dan tahu di Bengkulu menurun. Mereka tidak berani menaikan harga jual ke pelanggan karena khawatir akan lari sehingga omzet turun.

"Biarlah sementara ini kita mengurangi keuntungan asalkan pembeli tidak berkurang. Jika selama ini dalam satu hari untung Rp 250.000 kini untung tinggal Rp 150.000 dan Rp 100.000 lagi ditambah untuk menambah modal membeli kedelai," ujarnya.

Harga jual tempe tahu di tingkat perajin di Bengkulu, untuk satu batang sepanjang 50 centimeter seharga Rp 15.000/kg dan tahu satu buah ukuran sedang Rp 1.000/buah dan ukuran sedang Rp 750 dan ukuran kecil Rp 500/buah.

"Kami tidak berani menaikan harga secara tiba-tiba takut pelanggan akan berlari dan berkurang. Biarlah bertahan harga lama asal lancar. Nanti, pelan-pelan baru kita sesuaikan harga ke pelanggan," ujarnya.

Sunaryo menambahkan, selain mengurangi keuntungan para perajin juga menurunkan produksi. Jika selama ini dalam satu hari memproduksi tempe dan tahu dengan bahan baku kedelai 100 kg kini cukup 50 kg saja.

Sebab, semakin banyak memproduksi tahu tempe maka modal dikeluarkan semakin besar. Sedangkan keuntungannya tidak naik, justru sebaliknya berkurang untuk menombok modal membeli kedelai.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, permintaan tahu tempe di Bengkulu berkurang karena banyak usaha rumah makan gulung tikar akibat sepi pengunjung. "Biarlah untung tipis Mas asal lancar sehingga dapur bisa mengebul setiap hari," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Suradi (52), perajin tempe tahu lainnya. Ia mengatakan, pihaknya tidak mengerti penyebab kenaikan harga kedelai awal Januari ini. Pasalnya, saat membeli di pedagang besar harganya sudah naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 10.000/kg.

Namun, karena dirinya membutuhkan kedelai untuk memproduksi tempe tahu maka meski harganya naik tajam Rp 2.000/kg dari sebelumnya tetap saja dibeli.

"Mau diapakan harga naik terpaksa kita beli juga karena kedelai dibutuhkan untuk membuat tempe tahu. Risikonya dari kenaikan ini selain mengurangi produksi juga mengurangi keuntungan dari biasa," ujarnya.

Suradi mengaku informasi yang didapatnya dari tauke besar kenaikan harga kedelai sekarang akibat kenaikan di tingkat eksportir, sehingga tauke di daerah-daerah, termasuk di Bengkulu menyesuaikan harga jualnya kepada para pelanggan di daerah ini.

Sunaryo berharap kenaikan harga kedelai ini hanya sementara dan tidak lama kembali ke harga semula. Dengan demikian, perajin tempe tahu di Bengkulu, selamat dari ancaman kebangkrutan.

Pasalnya, setiap membeli bahan baku kedelai harus menambah modal sehingga lambat atau cepat modal perajin akan habis, sehingga usaha menjadi bangkrut. Karena itu, perajin minta Pemprov Bengkulu dapat mengatasi cepat kenaikan harga kedelai tersebut.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Dewi Dharma belum dapat dikonfirmasi terkait kenaikan harga kedelai di daerah ini. Namun, sumber Beritasatu.com di Disperindag mengaku kenaikan harga kedelai di Bengkulu, sudah terjadi pada Desember lalu, tapi dia belum mengetahui persis penyebab kenaikan harga bahan baku tempe dan tahu tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengawasan Bansos 2021 Diperketat, Masyarakat Diminta Berani Lapor

Masyarakat diminta berani melapor apabila ada indikasi penyimpangan bantuan sosial.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Pertashop Ikut Pasok Kebutuhan BBM Pemudik Natal dan Tahun Baru

Pertashop sendiri merupakan fasilitas pengisian BBM milik Pertamina seperti SPBU dalam wujud yang lebih kecil atau mini SPBU.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Satgas Pangan Sumut Selidiki Penyebab Naiknya Harga Kedelai

"Kita akan mencari tahu siapa distributor kacang kedelai untuk daerah ini," ujar Nainggolan.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Bareskrim Polri Telusuri Dugaan Penimbunan Kedelai di Sejumlah Wilayah

Satgas kewilayahan di tiap Polda melakukan pengecekan harga dan ketersediaan kedelai

NASIONAL | 5 Januari 2021

Pemprov Bengkulu Kawal Penyaluran Bansos 2021 agar Tepat Sasaran

"Pemprov Bengkulu akan awasi benar pelaksanaan penyaluran bansos ini agar tepat sasaran," kata Gubernur Rohidin Mersyah.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Gunung Sinabung Masih Terus Erupsi

"Situasi beberapa desa dalam keadaan sudah kosong," ujar Armen Putra.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Tantangan Kapolri Baru, Ahmad Sahroni: Utamakan Keadilan Masyarakat

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai tantangan yang dihadapi calon Kapolri ke depan sangat berat.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Dokter dan Perawat di Jambi Mendapat Prioritas Vaksinasi Covid-19

Jumlah vaksin yang dialokasikan ke Provinsi Jambi Januari ini tidak cukup untuk seluruh tenaga kesehatan di Jambi.

NASIONAL | 5 Januari 2021

Gotong Royong Nasional Mengatasi Krisis Listrik di Pedesaan

Desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik tersebut tersebar di daerah-daerah terpencil wilayah pegunungan dan pesisir pantai.

NASIONAL | 5 Januari 2021

ASN Diharapkan Tidak Terkontaminasi Paham Radikalis

Perekrutan aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup hanya sekadar mencantumkan persyaratan administratif berupa komitmen terhadap Pancasila.

NASIONAL | 5 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS