Ini Kriteria Ideal Calon Kapolri
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Kriteria Ideal Calon Kapolri

Rabu, 6 Januari 2021 | 13:33 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Jokowi disebut-sebut sudah mengantongi nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun mulai 1 Februari mendatang. Menurut aturan, nama calon harus sudah diserahkan ke DPR 20 hari sebelum masa bhakti Kapolri lama berakhir.

Saat ini ada empat nama calon Kapolri yang mengerucut, yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (Akpol 1988), Kabarhakam Komjen Agus Andrianto (Akpol 1989), Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (Akpol 1988), dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (Akpol 1991).

Pengamat intelijen dan keamanan, Susaningtyas NH Kertopati, menilai, Kapolri yang baru harus memiliki sejumlah kriteria atau pun kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya.

"Pada masa pandemi Covid 19 ini tugas Polri semakin kompleks dan banyak variannya. Kini Polri bukan lagi hanya menangani kriminalitas, kejahatan jalanan, kejahatan kerah putih, radikalisme sampai masalah narkoba, tetapi sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Polri memiliki sejumlah tugas tambahan," kata wanita yang akrab disapa Nuning itu, di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Menurutnya, sebagai langkah preemtif, Polisi bertugas memetakan wilayah yang rawan penyebaran virus corona.
Polisi juga harus masif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan.

Sedangkan langkah preventif, polisi melakukan patroli di wilayah yang rawan penyebaran virus Covid 19, turut melakukan pengawasan, juga membantu Pemda di seluruh Indonesia.

"Tentu saja semua itu butuh kepiawaian improvisasi Satker di lapangan. Dibutuhkan kemampuan anggota Polri untuk turut mengatasi masalah yang timbul dari ketidak patuhan masyarakat. Pemahaman komunikasi antar budaya masyarakat penting sekali agar tidak timbul kegaduhan," ujarnya.

Tentu saja dalam melaksanakan tugasnya Polri harus lakukan koordinasi dengan BIN dan TNI. Utamanya BIK Polri dalam menerapkan kebijakan intelijennya serta merta harus berkoordinasi dengan BIN, apalagi dalam situasi Covid 19 kini kinerja BIN banyak melakukan hal yang bermanfaat dalam tangani Covid 19.

Polri ke depannya juga harus inovatif dengan mengembangkan SDM anggotanya agar memiliki pengetahuan luas baik secara akademik maupun praktik lapangan. Polisi dituntut harus sigap dan tanggap hadapi perkembangan ancaman baru.

Diingatkan Nuning, terorisme memiliki perkembangan metoda dalam menggerakan aksinya. Narkotika pun semakin banyak varian dan cara penyebarannya. Ada lagi pihak yang memiliki keahlian baru yaitu Narko Terorisme, khususnya para napi atau eks napi. Polri juga hadapi ancaman kekinian yaitu kejahatan Nubika (Nuklir, Biologi, Kimia).

"Setiap anggota Polri wajib memahami Criminal Justice System dengan berbagai perkembangannya," kata Nuning.

Selain itu Polri juga seiring dengan perkembangan internet of things (IoT), prioritas berikutnya adalah memperkuat pertahanan siber (cyber defence). Saat ini, peretasan ke infrastruktur kritis, pencurian data strategis, spionase, propaganda di media sosial, terorisme, dan berbagai ancaman siber lainnya sudah berlangsung di berbagai belahan dunia.

"Oleh karena itu, banyak negara tengah merumuskan strategi untuk menghadapi ancaman siber. Kedua macam teknologi tersebut mendorong terjadinya Revolutionary in Military Affairs (RMA) gelombang kedua dengan fokus menghadapi ancaman Hybrid Warfare," ujarnya.

Menurutnya, karakteristik dan ciri utama dari ancaman ini adalah kombinasi strategi perang konvensional dan non-konvensional, termasuk serangan siber, tekanan ekonomi, tekanan diplomatik, penggunaan proksi non state actor, propaganda di media sosial hingga pemberontakan yang menyebabkan adanya kudeta terhadap suatu pemerintahan yang berdaulat.

Di sisi lain, maraknya perang kognitif dan perang persepsi (asumsi) yang kerap gunakan narasi post truth juga membutuhkan penanganan dengan metode yang tepat, agar tak menyebabkan disintegrasi bangsa. Indonesia saat ini kerapkali hadapi konflik ideologi yang berwujud anti dan pro Pancasila.

"Di sini Polri dituntut tegas terhadap segala hal yang mengganggu keutuhan NKRI, serta segala hal yang berafiliasi dengan radikalisme," ujar Nuning.

Terakhir yang tidak kalah penting, Kapolri harus bisa mendorong anggotanya untuk meningkatkan kemampuan bela diri karena semakin banyaknya anggota Polri diserang orang yang tidak bertanggung jawab.

"Tentu saja rekam jejak calon juga hal yang harus diatensi sebagai bahan pertimbangan. Dibutuhkan Kapolri yang mampu hadapi perang kognitif dan cyber," ucap Nuning.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Cecar Staf Istri Edhy Prabowo Soal Rekening Penampung Suap

Tim penyidik mencecar Ainul Faqih mengenai rekening bank dan kartu ATM yang diduga menjadi penampungan aliran uang suap.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Polisi Akan Proses Hukum Importir Penimbun Kedelai

Polri menyatakan akan memroses hukum importir yang menimbun dan memainkan harga kedelai.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Gubernur Sumut Kembali Nyatakan Siap Divaksin Covid-19

Bupati maupun wali kota, termasuk pejabat pemerintahan di tingkat provinsi, kabupaten/kota di Sumut, turut bersedia untuk diberikan suntikan vaksin.

NASIONAL | 6 Januari 2021

HMI Sumut Nilai Pembubaran Kerumunan Pengajian UAS Langkah Tepat

Pembubaran yang dilakukan kepolisian itu jangan disalahartikan, tidak ada kaitan dengan ceramah UAS.

NASIONAL | 6 Januari 2021

PPATK Blokir Rekening FPI

Pemblokiran berdasarkan Surat Keputusan Bersama tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut serta Penghentian Kegiatan FPI.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Kejagung Kembali Tangkap Buronan Ketiga di Awal Tahun 2021

Augustinus Judianto merupakan terpidana dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Merapi Masuk Fase Erupsi, Warga di Area Bahaya Diminta Sudah Mengungsi

Ganjar juga meminta agar BPBD mengambil data sains dari vulkanologis terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Densus Tembak Mati 2 Anggota JAD Jaringan Pengebom Katedral Jolo

Dua tersangka bersama dengan jaringannya yang terpusat di Vila Mutiara, Makassar, Sulsel merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

NASIONAL | 6 Januari 2021

Belajar Tatap Muka, Gubernur Sumut: Keselamatan Pelajar Prioritas Utama

Keputusan itu diambil berdasarkan rekomendasi dari berbagai ahli.

NASIONAL | 6 Januari 2021

Densus 88 Antiteror Gerebek Rumah Terduga Teroris di Makassar

Terduga teroris masuk dalam jaringan kelompok Anshor Daulah Islamiyah (ADI)

NASIONAL | 6 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS