Pembobol Bank BNI Didakwa Rugikan Negara Rp 1,2 Triliun
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Pembobol Bank BNI Didakwa Rugikan Negara Rp 1,2 Triliun

Rabu, 13 Januari 2021 | 19:01 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa pemilik PT Gramarindo Group, Maria Pauline Lumowa, telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,2 triliun.

Hal itu dilakukan Maria Pauline dengan cara mengajukan pencairan berupa LC dengan melampirkan dokumen ekspor fiktif BNI 46 Cabang Kebayoran Baru Jakarta sekatan sehingga melanggar buku pedoman ekspor Bab III halaman 22.1 (IN/0075/INT tanggal 29 April 1998). Atas perbuatannya, Maria didakwa telah memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasinya.

"Yaitu memperkaya terdakwa, memperkaya orang lain yaitu saksi Adrian Herling Waworuntu, memperkaya korporasi yaitu PT Jaka Sakti Buana Internasional, PT Bima Mandala, PT Mahesa Karya Putra Mandiri, PT Parasetya Cipta Tulada, PT Infinity Finance, PT Brocolin International, PT Oenam Marble Industri, PT Restu Rama, PT Aditya Putra Pratama Finance dan PT Grahasali," kata Jaksa saat membacakan surat dakwaan terhadap Maria di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Maria Pauline didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tak hanya itu, Maria juga didakwa melakukan pencucian uang dengan menyimpan uang hasil korupsinya ke penyedia jasa keuangan, yakni PT Aditya Putra Pratama Finance dan PT Infinity Finance baik atas nama Maria sendiri dan korporasi yakni PT Sagared Team, PT Bhinekatama Pasific, PT Magnetiq, PT Gramarindo Mega Indonesia , PT Bima Mandala dan PT Dimas Drilindo.

Di PT Aditya Putra Pratama Finance, Maria menaruh uangnya sebesar USD 4,8 juta dan Rp 20,3 miliar. Sedangkan pada PT Infinity Finance, Maria membeli 70% saham perusahaan tersebut sebesar USD 1 juta dan modal kerja sebesar Rp 4 miliar.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Maria didakwa melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a dan b UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif yang sempat buron sejak 2003 atau selama 17 tahun. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai US$ 136 juta dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari "orang dalam" karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd, Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd, dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.
Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, kedua permintaan itu ditolak oleh Pemerintah Kerajaan Belanda yang justru memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Upaya penegakan hukum memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019. Melalui diplomasi hukum dan mengingat hubungan baik antara Indonesia dan Serbia, delegasi pemerintah yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly berhasil menyelesaikan proses ekstradisi buronan Maria Pauline Lumowa pada Juli 2020 lalu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sidang Putusan Perantara Suap Djoko Tjandra-Pinangki Ditunda

Sidang akan dilanjutkan pada Senin (18/1/2021) pekan depan.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Penyidikan Kasus Asabri Masih Jalan di Tempat

Belum ada tersangka yang dijerat dalam kasus Asabri tersebut.

NASIONAL | 13 Januari 2021

KWI: Ikut Divaksin Itu Bela Negara

KWI menegaskan ikut vaksinasi Covid-19 termasuk kegiatan bela negara, karena kalau rakyatnya sehat maka negara menjadi kuat.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Kasus Fadli Zon, Bareskrim Akan Periksa Saksi Pelapor

Polri akan memanggil saksi pelapor terkait Fadli Zon yang dituduh melakukan tindak pidana pornografi/prostitusi melalui media elektronik/media sosial.

NASIONAL | 13 Januari 2021

PBB Dukung Penuh Calon Kapolri Pilihan Jokowi

Komjen Listyo Sigit Prabowo dinilai salah satu putera terbaik di Kepolisian.

NASIONAL | 13 Januari 2021

10.233 Mahasiswa UGM Terima Keringanan UKT

Bantuan keringanan UKT diberikan bagi mahasiswa UGM program S1 reguler, IUP, sarjana terapan, dan pascasarjana

NASIONAL | 13 Januari 2021

Dinkes Sumut Distribusikan 34.060 Vaksin Covid-19 ke Kawasan Mebidang

Dinkes Sumut masih melakukan koordinasi dengan Bio Farma untuk mendistribusikan vaksin ke kabupaten/kota lainnya.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Pengamat Sebut Tiga Tugas Kapolri Baru yang Diinginkan Jokowi

Ray Rangkuti mengemukakan ada tiga tugas utama calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang diinginkan Presiden Jokowi.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Raffi Ahmad Yakin Pemerintah Lakukan yang Terbaik Atasi Covid-19

Presenter dan influencer Raffi Ahmad menegaskan dirinya dan keluarganya lebih percaya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait vaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Hindari Penumpukan di Akhir Tahun, Mendagri Minta Lelang Kegiatan Awal Tahun

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta para kepala daerah agar melakukan lelang atau tender kegiatan pada awal 2021.

NASIONAL | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS