Sugetan 1 dan 2, Kedelai Lokal Unggulan Batan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Sugetan 1 dan 2, Kedelai Lokal Unggulan Batan

Rabu, 13 Januari 2021 | 22:48 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kelangkaan tempe dan tahu di pasaran menjadi sorotan masyarakat. Sebab, kedua produk pangan itu sangat digemari oleh hampir sebagian besar masyarakat Indonesia. Hilangnya tempe dan tahu beberapa waktu lalu karena harga kedelai yang melonjak dan produsen tempe dan tahu bingung untuk menjualnya karena akan berimbas kenaikan harga.

Saat ini sebagian besar pasokan kedelai yang digunakan untuk pembuatan tempe dan tahu diperoleh dari impor. Kebutuhan nasional kedelai di Indonesia per tahunnya mencapai 2,8 juta ton. Produktivitas kedelai lokal hanya mampu memasok kurang dari 50 persennya.

Menangkap kondisi itu, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) sudah menghasilkan 14 varietas kedelai unggul yang dihasilkan dari pemuliaan tanaman dengan sinar gamma teknologi nuklir. Yang terbaru tahun 2020, Batan menghasilkan dua varietas baru yakni Super Genjah Batan (Sugetan) 1 dan Sugetan 2. Kedua varietas kedelai baru ini dimuliakan dari varietas asalnya Argomulyo.

Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan mengatakan, Batan melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi telah menghasilkan dua varietas kedelai baru yang super genjah berumur panen pendek.

"Varietas kedelai ini hasil perbaikan dari varietas Argomulyo dan diharapkan menjadi salah satu upaya mengatasi kelangkaan kedelai di Indonesia,” katanya dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Anhar menjelaskan, kurangnya pasokan kedelai akan memicu pada naiknya harga kedelai di pasaran sehingga berdampak pada produksi makanan berbahan baku kedelai. Apalagi kedelai terkait erat dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia yakni tempe, tahu dan kecap.

"Kenaikan harga kedelai disebabkan naiknya harga kedelai impor. Hal ini menjadi momentum Batan untuk mendorong swasembada pangan dengan mengoptimalkan produk lokal," tambahnya.

Pada tahun 2020, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kemtan) menargetkan meningkatkan produksi kedelai 7 persen sekitar 358.627 ton pada tahun 2019 menjadi 383.371 ton pada tahun 2020. Untuk mencapai hal itu, pemerintah membuat program 300.000 hektare di 21 provinsi ditanami kedelai.

Peneliti Batan, Arwin mengungkapkan, kedelai lokal memang kurang diminati karena bentuknya yang tidak seragam dan terlalu kecil ketika dibuat tempe. Namun kedelai lokal rasanya lebih enak, segar dan menyehatkan. Sedangkan kedelai impor sudah disimpan bulanan sehingga rasanya tidak fresh.

"Kandungan protein kedelai lokal lebih tinggi dibanding kedelai impor. Sedangkan kandungan lemaknya lebih rendah dari kedelai impor. Sehingga cocok untuk mereka yang ingin diet,” paparnya.

Sugetan 1 dan 2 dihasilkan dengan penyinaran radiasi gamma pada dosis 250 gray dan mempunyai karakter lebih baik dibanding varietas induknya.

Keunggulannya super genjah sekitar 67-68 hari sudah bisa panen. Sedangkan induknya 86-87 hari. Produktivitasnya juga lebih tinggi yakni 3,01 ton per hektare dengan rata-rata 2,7 ton per hektare. Sedangkan induknya pada kisaran 2,2-2,4 tonper hektare.

Selain itu lanjutnya, Sugentan 1 dan 2 ini diklaim sebagai varietas kedelai yang tahan terhadap penyakit karat daun, hama penghisap polong dan hama ulat kerayak. Kedua varietas super genjah sehingga cocok ditanam di lahan sawah atau tegalan.

Untuk mendapatkan varietas ini, lanjutnya, Batan sudah meneliti sejak tahun 2012 dan telah dilakukan uji multilokasi di tujuh daerah yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, Bogor, Yogyakarta dan Citayam. Lewat serangkaian keunggulan varietas ini diharapkan menarik minat petani untuk menanam kedelai lokal.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Perpanjang Jabatan Kepala LAN

Adi Suryanto kembali diperpanjang jabatannya sebagai Kepala LAN setelah menjabat sejak tahun 2015.

NASIONAL | 7 Januari 2021

BPIP Dorong Masyarakat Gotong Royong Putus Mata Rantai Covid-19

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo mendorong masyarakat Indonesia untuk bergotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Jadi Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Mohon Doa

Listyo Sigit adalah Komjen yang paling yunior di antara empat Komjen lain dalam bursa calon Kapolri.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Komjen Listyo Jadi Calon Kapolri, Fraksi Partai Demokrat Sambut Positif

Fraksi Demokrat berharap Komjen Listyo Sigit membawa gagasan besar untuk perubahan di Mabes Polri.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Polda Kalsel Kerahkan Personel Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Banjir merendam setidaknya tujuh kecamatan, di Kabupaten Banjar akibat guyuran hujan yang terus turun beberapa hari belakangan.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Pengamat Intelijen Sebut Komjen Listyo Sigit Dekat dengan Ulama

Komjen Listyo dinilai sosok tepat menjadi pimpinan Polri karena sesuai dengan situasi kebangsaan pada saat ini.

NASIONAL | 13 Januari 2021

2020, Realisasi Anggaran Kemsos Rp 130 Triliun

Bansos program perlindungan sosial pemulihan ekonomi nasional tahun 2021 total anggarannya mencapai Rp 85,829 triliun.

NASIONAL | 13 Januari 2021

KPK Minta Listyo Sigit Lengkapi Laporan Harta Kekayaan

KPK mengimbau Komjen Listyo Sigit Prabowo yang menjadi calon tunggal Kapolri untuk melengkapi data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

NASIONAL | 13 Januari 2021

Jamin Bansos Tepat Sasaran, Kemsos Bakal Validasi DTKS Setiap Bulan

Risma ingin data penerima bantuan dilengkapi foto yang menggambarkan kondisi riilnya.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Komjen Listyo Jadi Calon Kapolri, Pimpinan KPK Harap Pemberantasan Korupsi Makin Bersinergi

Nawawi menilai Listyo sosok yang luar biasa tenang.

NASIONAL | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS