Indonesia Harus Perkuat Sistem Deteksi Bawah Laut
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Indonesia Harus Perkuat Sistem Deteksi Bawah Laut

Kamis, 14 Januari 2021 | 10:53 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Penemuan sea glider yang termasuk dalam Underwater Unmanned Vehicle (UUV) di perairan Indonesia harus disingkapi serius karena bisa saja dioperasikan untuk kepentingan militer. Penemuan UUV membuktikan masih lemahnya sistem deteksi bawah laut di perairan Indonesia.

Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian menjelaskan, dalam perkembangannya sudah beberapa kali ditemukan UUV di perairan Indonesia. "Mulai tahun 2016 sudah ditemukan unnamed underwater milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang ditemukan Tiongkok di Laut Cina Selatan," kata Amarulla Octavian, dalam seminar nasional "Unnamed System Terhadap Sishanneg dan Respons Negara dari Aspek Hukum, Strategi dan Teknologi", di Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Kemudian pada 2019 kembali ditemukan sea glider di perairan Riau dan selanjutnya di awal tahun 2020 juga ditemukan di Laut Jawa. Tidak sampai di situ, pada akhir tahun 2020 juga kembali ditemukan sea glider di sekitar perairan pulau Selayar. "Kalau kita perhatikan, kita cermati tren temuan sea glider ini adalah semakin masuk ke perairan pedalaman Indonesia," kata Amarulla Octavian.

Dijelaskan, underwater unmanned vehicle itu sendiri terdiri dari dua macam. Pertama yaitu remotely operated vehicles (Rovs) dan autonomous underwater vehicles (AUVs). Rovs adalah kendaraan bawah laut yang dioperasikan dari jarak jauh dan terhubung melalui saluran kabel atau nirkabel. Kemudian AUVs adalah kendaraan bawah laut yang beroperasi secara mandiri. "Biasanya dalam perkembangan dunia saat ini, digunakan untuk pekerjaan bawah laut atau untuk observasi, pemantauan, atau untuk keperluan-keperluan khusus," ungkapnya.

Menurut Amarulla, underwater unmanned vehicle juga banyak digunakan TNI-AL di banyak negara di dunia. Biasanya dibutuhkan untuk kepentingan militer, pertahanan, monitoring, penelitian, dan lain-lain. UUV sendiri sudah banyak diproduksi di beberapa negara seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Inggris, Amerika dan Swedia. Ini semua adalah teknologi yang sudah dipublikasikan. Selain diproduksi negara, UUV diketahui juga diproduksi oleh sejumlah institusi.

"UUV sangat mempengaruhi sistem pertahanan bawah laut. Risiko akan semakin dinamis. Teknologi drone laut nuklir juga akan semakin marak sehingga pada akhirnya akan menjadi sistem pertahanan negara di laut," kata Amarulla.

Hingga saat ini, regulasi internasional terkait penggunaan UUV belum dibahas secara spesifik. Karena kondisi itu, bisa saja akan mendapat interpretasi berbeda di negara-negara kawasan terkait penggunaannya.

Dibeberkan Amarulla, sea glider yang ditemukan di Indonesia termasuk sea glider yang sudah diproduksi sejak 1999. Dalam perkembangannya, sea glider sudah dilengkapi dengan sejumlah teknologi baru yang bisa digunakan secara spesifik. "Kita patut waspada terkait perkembangan saat ini, yaitu teknologi tahun 2006, berupa deep glider. Teknologi kunci UUV saat ini utamanya yaitu pada sistem sonar untuk menghindari tabrakan, sistem komunikasi. Teknologinya bisa memetakan atau menangkap atau meneliti dasar-dasar laut dan wilayah-wilayahnya," kata dia.

Oleh karena kondisi itulah, dia mengingatkan, saat ini Indonesia membutuhkan sistem deteksi bawah laut untuk mengamankan seluruh perairan. Sistem deteksi bawah laut yang dibutuhkan mulai Coastal Intelligence System, Integrated Underwriter Harbors Defence and Surveillance System, dan Passive Autonomus Acoustic Surveillance System.

"Tentunya melihat sistem yang demikian kompleks dan juga memanfaatkan teknologi maju, aparat Indonesia yang memiliki kewenangan di laut, mau tidak mau harus sudah mulai terintegrasi dengan memanfaatkan maritime data dengan pengelolaannya dengan memanfaatkan artificial intelligence.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gubernur Banten Serahkan DPA Tahun Anggaran 2021 ke Seluruh OPD

Gubernur Wahidin menargetkan seluruh program dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022 bisa rampung di tahun ini.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Blusukan, Cara Risma Dalami Masalah dan Temukan Solusi Kebijakan

Ia juga memastikan, keperluan warga mulai dari tempat istirahat, kasur hingga makanan dan minuman bagi pengungsi terpenuhi.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Istana Nasihati Raffi Ahmad Keluyuran Tanpa Masker Sesudah Divaksin

Raffi Ahmad yang sedang nongkrong di sebuah tempat tanpa menerapkan protokol kesehatan seusai divaksinasi Covid-19, Rabu (13/1/2021) mendapat kritikan keras.

NASIONAL | 14 Januari 2021

17 Hari Gunakan Ventilator, Syekh Ali Jaber Meninggal

Syekh Ali kurang lebih 16-17 hari dirawat di ICU menggunakan ventilator.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Divaksin Pertama di Jateng, Ganjar Minta Masyarakat Tidak Perlu Takut

Seusai penyuntikan vaksin, Ganjar mengatakan tidak merasakan apa-apa. Rasanya seperti digigit semut.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Tim Uji Tuntas Bentukan Edhy Prabowo Diduga Jadi Perantara Suap Eksportir Benur

Edhy menunjuk dua staf khususnya, yakni Andreau Pribadi Misata dan Safri sebagai ketua dan wakil ketua tim uji tuntas.

NASIONAL | 14 Januari 2021

PP Himmah Dukung Listyo Sigit Jadi Kapolri

Himpunan Mahasiswa Al Washliyah meyakini Listyo Sigit Prabaowo akan menjadi Kapolri dari semua golongan dan agama.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Bangganya Narti, Tukang Sayur Penerima Vaksin Covid-19

Dia berharap agar pandemi ini dapat segera berlalu.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Mendes PDTT Fokuskan Anggaran 2021 untuk SDGs Desa

Mendes PDTT akan memfokuskan anggaran tahun 2021 untuk mempercepat pencapaian SDGs Desa.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Ini Tokoh di Jateng yang Disuntik Vaksin Covid-19

Tiap petugas kesehatan akan memperoleh dua kali suntik vaksin. Pertama, pada 14 Januari dan diulang lagi pada hari ke-14.

NASIONAL | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS