Indonesia Harus Perkuat Sistem Deteksi Bawah Laut
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Harus Perkuat Sistem Deteksi Bawah Laut

Kamis, 14 Januari 2021 | 10:53 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Penemuan sea glider yang termasuk dalam Underwater Unmanned Vehicle (UUV) di perairan Indonesia harus disingkapi serius karena bisa saja dioperasikan untuk kepentingan militer. Penemuan UUV membuktikan masih lemahnya sistem deteksi bawah laut di perairan Indonesia.

Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian menjelaskan, dalam perkembangannya sudah beberapa kali ditemukan UUV di perairan Indonesia. "Mulai tahun 2016 sudah ditemukan unnamed underwater milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang ditemukan Tiongkok di Laut Cina Selatan," kata Amarulla Octavian, dalam seminar nasional "Unnamed System Terhadap Sishanneg dan Respons Negara dari Aspek Hukum, Strategi dan Teknologi", di Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Kemudian pada 2019 kembali ditemukan sea glider di perairan Riau dan selanjutnya di awal tahun 2020 juga ditemukan di Laut Jawa. Tidak sampai di situ, pada akhir tahun 2020 juga kembali ditemukan sea glider di sekitar perairan pulau Selayar. "Kalau kita perhatikan, kita cermati tren temuan sea glider ini adalah semakin masuk ke perairan pedalaman Indonesia," kata Amarulla Octavian.

Dijelaskan, underwater unmanned vehicle itu sendiri terdiri dari dua macam. Pertama yaitu remotely operated vehicles (Rovs) dan autonomous underwater vehicles (AUVs). Rovs adalah kendaraan bawah laut yang dioperasikan dari jarak jauh dan terhubung melalui saluran kabel atau nirkabel. Kemudian AUVs adalah kendaraan bawah laut yang beroperasi secara mandiri. "Biasanya dalam perkembangan dunia saat ini, digunakan untuk pekerjaan bawah laut atau untuk observasi, pemantauan, atau untuk keperluan-keperluan khusus," ungkapnya.

Menurut Amarulla, underwater unmanned vehicle juga banyak digunakan TNI-AL di banyak negara di dunia. Biasanya dibutuhkan untuk kepentingan militer, pertahanan, monitoring, penelitian, dan lain-lain. UUV sendiri sudah banyak diproduksi di beberapa negara seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Inggris, Amerika dan Swedia. Ini semua adalah teknologi yang sudah dipublikasikan. Selain diproduksi negara, UUV diketahui juga diproduksi oleh sejumlah institusi.

"UUV sangat mempengaruhi sistem pertahanan bawah laut. Risiko akan semakin dinamis. Teknologi drone laut nuklir juga akan semakin marak sehingga pada akhirnya akan menjadi sistem pertahanan negara di laut," kata Amarulla.

Hingga saat ini, regulasi internasional terkait penggunaan UUV belum dibahas secara spesifik. Karena kondisi itu, bisa saja akan mendapat interpretasi berbeda di negara-negara kawasan terkait penggunaannya.

Dibeberkan Amarulla, sea glider yang ditemukan di Indonesia termasuk sea glider yang sudah diproduksi sejak 1999. Dalam perkembangannya, sea glider sudah dilengkapi dengan sejumlah teknologi baru yang bisa digunakan secara spesifik. "Kita patut waspada terkait perkembangan saat ini, yaitu teknologi tahun 2006, berupa deep glider. Teknologi kunci UUV saat ini utamanya yaitu pada sistem sonar untuk menghindari tabrakan, sistem komunikasi. Teknologinya bisa memetakan atau menangkap atau meneliti dasar-dasar laut dan wilayah-wilayahnya," kata dia.

Oleh karena kondisi itulah, dia mengingatkan, saat ini Indonesia membutuhkan sistem deteksi bawah laut untuk mengamankan seluruh perairan. Sistem deteksi bawah laut yang dibutuhkan mulai Coastal Intelligence System, Integrated Underwriter Harbors Defence and Surveillance System, dan Passive Autonomus Acoustic Surveillance System.

"Tentunya melihat sistem yang demikian kompleks dan juga memanfaatkan teknologi maju, aparat Indonesia yang memiliki kewenangan di laut, mau tidak mau harus sudah mulai terintegrasi dengan memanfaatkan maritime data dengan pengelolaannya dengan memanfaatkan artificial intelligence.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penyelundupan Narkoba Lewat Pelabuhan Bakauheni, Polisi Tembak 1 Pengedar

Dit Narkoba Bareskrim Polri, membekuk 19 pengedar dan menyita 62,9 kilogram narkotika jenis sabu-sabu, di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Satu orang ditembak mati

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Universitas Prasetiya Mulya Hadirkan S1 Financial Technology

Universitas Prasetiya Mulya membuka program terbaru, yaitu S1 Financial Technology di School of Business & Economics.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Perkuat Komunikasi Publik, Polri Terus Tingkatkan Kinerja Humas

Polri menyadari akan makna penting hubungan masyarakat (humas) dalam penguatan komunikasi publik.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Presiden Optimistis Jembatan Sei Alalak Makin Perkuat Konektivitas Antarwilayah di Kalsel

“Alhamdulillah, Jembatan Sei Alalak telah rampung dan hari ini kita resmikan sehingga segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Presiden Jokowi.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Jokowi Resmikan Jembatan Sei Alalak yang Tahan Gempa dan Bisa Bertahan 100 Tahun

Jembatan ini dibangun dengan struktur bangunan yang tahan gempa dan mampu bertahan hingga 100 tahun.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Marriott dan Ecolab Dukung Pasokan Air Bersih di Bali

Marriott dan Ecolab berkolaborasi untuk mendukung Bali Children Foundation dalam menyediakan pasokan air bersih dan sarana mencuci tangan bagi anak-anak sekolah dasar di dataran tinggi Bali.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Kemkominfo Periksa Dugaan Peretasan Data KPAI

Kemkominfo sedang memeriksa dugaan kebocoran dan peretasan data pengaduan online milik KPAI

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Sepekan, Polri Cokok 45 Tersangka Pinjol Ilegal

Polri mencatat, telah mengungkap belasan kasus sindikat financial technology (fintech) alias pinjol ilegal dan menetapkan 45 orang sebagai tersangka

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Kemtan Uji Coba Inovasi Teknologi Pertanian Lahan Kering

Mentan menjelaskan, teknologi terbukti mampu memberi efektivitas dan efisiensi yang luar biasa, aktivitas pertanian menjadi lebih terukur.

NASIONAL | 21 Oktober 2021

Terima Perwakilan Kopsa-M, PBNU Dukung Gerakan Petani

Dalam audiensi ini, PBNU merespons cepat surat permohonan yang diajukan koperasi petani sawit di Desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kab Kampar, Riau.

NASIONAL | 21 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

Petisi Kembalikan Aipda Ambarita ke Raimas Backbone Jakarta Timur Menggema di Medsos

MEGAPOLITAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings