Komnas HAM: Tidak Ada Pelanggaran HAM Berat di Kasus FPI
Logo BeritaSatu

Komnas HAM: Tidak Ada Pelanggaran HAM Berat di Kasus FPI

Kamis, 14 Januari 2021 | 16:42 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengemukakan tidak ada pelanggaran HAM Berat terkait tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di jalan toll, kilometer 49, Karawang, Jawa Barat, 7 Desember 2020. Yang terjadi adalah pelanggaran HAM biasa atau unlawful killing terhadap empat laskar. Sementara dua lainnya meninggal karena baku tembak dengan aparat kepolisian.

“Sebagaimana sinyalemen di luar, banyak beredar bahwa ini dikatakan atau diasumsikan sebagai pelanggaran HAM yang berat. Kami tidak menemukan indikasi ke arah itu,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers (Konpers) di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Konpers dihadiri Menko Polhukam Mahfud MD bersama enam anggota Komnas HAM lainnya. Konpres dilakukan usai Komnas HAM menyerahkan laporan hasil penyelidikan ke Presiden Jokowi.

Damanik menyebut sebuah kejadian dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat jika ditemukan indikator atau kriteria tertentu. Misalnya ada suatu desain operasi, ada suatu perintah yang terstruktur dan terkomando. Kemudian ada indikator repetisi atau pengulangan kejadian, dan sebagainya.

“Itu tidak kita temukan. Karena itu, kami berkesimpulan ini merupakan suatu pelanggaran HAM karena ada nyawa yang dihilangkan, tetapi bukan pelanggaran HAM Berat,” jelas Damanik.

Dia menyebut atas peristiwa yang terjadi, Komnas HAM telah memberikan rekomendasi untuk pelaku di sidang ke peradilan pidana umum. Perbuatan yang mereka lakukan adalah unlawful killing dengan pengadilan umum menentukan tingkat hukuman kepada pelaku.

“Komnas tentu berharap nanti ada suatu proses hukum yang akuntabel, transparan, seluruh publik bisa menyaksikannya. Kemudian peradilan bisa memutuskan apa yang sungguh-sungguh diyakini sebagai suatu kejadian peristiwa hukum tersebut,” tutur Damanik.

Dia menyebut Presiden Jokowi sangat mengapresiasi kerja Komnas HAM. Presiden, lanjut Damanik akan memberikan arahan yang jelas kepada Kapolri untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM.

“Dalam berbagai kesempatan, masih banyak orang yang mengatakan wah ini akan mengundang perhatian internasional. Saya bilang tidak karena publik perlu tahu Komnas HAM adalah juga anggota dari global alliance of human rights institution. Jadi aliansi global Komnas HAM seluruh dunia. Komnas HAM diberi akreditasi A. Karena itu, kami yakin dan percaya kesimpulan hasil penyelidikan kami, rekomendasi kami, juga internasional akan memberikan kepercayaan karena tidak mungkin suatu lembaga yang mereka berikan akreditasi A kemudian hasil pekerjaannya justru mereka ragukan,” tutup Damanik.

Sebagaimana diketahui, tanggal 7 Desember 2020 lalu, enam laskar FPI tewas di jalan toll, kilometer 49, Karawang, Jawa Barat. Mereka terlibat baku-tembak dengan aparat kepolisian yang melakukan pengawasan atau pembuntutan terhadap Habib Rizieq Shihab.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terbukti Korupsi, Pemprov Bengkulu Pecat 43 ASN

Dalam dua tahun ini, ada 43 oknum ASN dilingkup Pemprov Bengkulu, dipecat karena melakukan tidak pidana korupsi.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Polisi Limpahkan Berkas Rizieq dalam Kasus Megamendung dan Petamburan

Mabes Polri telah mengirimkan dua berkas kasus Rizieq Syihab (RS) dalam kasus Megamendung dan Petamburan. Polisi tinggal menunggu jawaban jaksa.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Pelarangan WNA Masuk Indonesia Diperpanjang

Satgas Covid-1 memperpanjang dan memperbarui aturan WNA dan WNI yang baru tiba dari luar negeri sebagai upaya mencegah penularan virus SARS CoV-2 varian baru.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kasus Tanah di Manggarai Barat, Bupati Jadi Tersangka

Kasus jual beli tanah di Manggarai Barat diduga merugikan negara Rp 3 triliun.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Tenaga Kesehatan di Bengkulu Selatan Disanksi Jika Menolak Divaksin

Jumlah nakes di kabupaten ini yang akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 tahap pertama pada bulan Januari 2021 ini sebanyak 1.540 orang.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Syekh Ali Jaber Wafat, JK: Kita Kehilangan Ulama Berdedikasi

Menurut JK, kepergian Syekh Ali Jaber merupakan kehilangan besar bagi umat Islam di Indonesia.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Indonesia dan Tiongkok Sepakati Kerja Sama Two Countries Twin Parks

Indonesia menyiapkan tiga kawasan industri yakni, Batang Industrial Park, Bintan Industrial Estate dan Aviarna Industrial Park.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kabaharkam Polri: Pilihan Presiden Jokowi Sudah Tepat

Komjen Listyo Sigit Prabowo diajukan sebagai calon tunggal menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Penahanan Rizieq Dipindah ke Bareskrim Polri

Penyidik memindahkan penahanan tersangka Rizieq Syihab, dari Rutan Narkoba Polda Metro Jaya ke Rutan Bareskrim Polri.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Pemerintah Apresiasi Kerja Komnas HAM Terkait Laskar FPI

Sejak awal, pemerintah sudah katakan tidak membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait kasus tersebut.

NASIONAL | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS