Hina SBY dan AHY di Media Sosial, Guru Besar USU Dilaporkan ke Polisi
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Hina SBY dan AHY di Media Sosial, Guru Besar USU Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 14 Januari 2021 | 17:58 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / CAR

Medan, Beritasatu.com - Cuitan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Yusuf Leonard Henuk yang dianggap melakukan penghinaan terhadap Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Partai Demokrat yang merasa gerah dengan postingan Yusuf, membuat pengaduan atas penghinaan itu ke Markas Polda Sumatera Utara (Sumut).

Laporan disampaikan melalui kader Partai Demokrat, Subanto. Laporan itu diterima polisi sesuai dengan nomor laporan: STTLP/75/I/2021/SUMUT/SPKT 'I'.

“Rabu sore kemarin, saya sudah melaporkan akun twitter atas nama Profesor Yusuf L Henuk, terus akun facebook atas nama Profesor Yusuf L Henuk. Orang bersangkutan memposting unggahan penghinaan terhadap SBY dan Ketua Umum Demokrat,” ujar Subanto saat dihubungi, Kamis (14/1/2021).

Dalam postingan itu, Yusuf menyebutkan “SBY itu bodoh”, “AHY itu bodoh”. Kemudian, “semua kader dan militan SBY itu bodoh dan penjilat”. Subanto menilai unggahan sang profesor itu menghina SBY dan AHY.

Postingan Profesor Yusuf Leonard di media sosial itu tidak mencerminkan sebagai pendidik. Tidak seharusnya dia menampilkan postingan yang mengundang kemarahan. Seharusnya, sebagai pendidik dia memberikan pernyataan atau mem-posting bahasa yang membawa keteduhan,” katanya.

Subanto berharap, laporan pengaduan itu dapat ditindaklanjuti oleh Polda Sumut. Sebab, sudah ada dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Yusuf. Sebagai warga negara yang baik dan selaku kader Partai Demokrat, Subanto mempunyai hak melaporkan Yusuf.

Sebelumnya, Yusuf melalui akun media twitter-nya menyerang SBY dan AHY. Dalam akun media sosial itu, Yusuf melemparkan postingan yakni “Yth.@SBYudhoyono,tahu dirilah kau sudah mantan jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional,karena kau memang gagal&telah dijuluki:"Bapak Mangkrak Indonesia", jadi tak pantas kau ajari @jokowi "ikan berenang", karena pasti malu kalipun kau, paham!."

Kemudian, Yusuf kembali menyampaikan cuitan terhadap AHY. “YthKetua Umum @ PDemokrat, @AgusYudhoyono, @ProfYLH udah harus buktikan memang kau BODOH sekali, karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia tak pernah ada" GOVERNMENT ERROR "penyebabnya. Tapi" 7 FAKTOR "(http://indonesiabaik.id/infografis /7-faktor-penyebab-jatuhnya-pesawat). Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY!,” tulis Yusuf.

Yusuf mengaku tidak takut jika dilaporkan ke polisi. Yusuf bahkan menantang SBY dan AHY untuk langsung membuat laporan pengaduan.

“Jadi saya sudah tweet suruh SBY lapor. Dia rakyat biasa, kan? Dia tak punya hak untuk diwakilkan. Dia berani, enggak? Silakan dia mau bawa ke UU ITE, saya enggak masalah. Pengadilan kan bukan berarti habis. Kita masih ada banding dan kasasi. Saya bertahan pada posisi saya sebagai pendidik. Saya punya sumber bacaan kuat,” jelas Yusuf.

Menurutnya, dirinya dengan SBY sama-sama memiliki kapasitas sebagai profesor. Postingan itu juga seharusnya dapat ditanggapi, kemudian diberikan klarifikasi kesalahan dari postingan tersebut.

“Kalau saya salah, saya minta maaf. Tapi kan sampai sekarang dia hilang, dan malah menyuruh Demokrat menghantam saya. Kemudian ingat USU sudah klarifikasi bahwa itu masalah pribadi. Berarti Demokrat harus tahu bahwa itu masalah pribadi. Saya enggak kaitkan Demokrat di dalam itu. Kami dua aja (SBY). Sedangkan AHY saya punya referensi kan jelas,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cuaca Kurang Baik, Pesawat Lion Air JT-684 Rute Jakarta-Pontianak Mendarat di Batam

Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa tujuh awak pesawat, 132 penumpang dewasa, tiga anak-anak, dan dua balita.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kajari Jakarta Timur Sebut Kasus Korupsi Tanah di Cakung Bermula dari Fakta Persidangan

Penyidikan kasus ini bermula dari fakta persidangan kasus pidana umum berupa pemalsuan surat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kalimantan Selatan Dilanda Banjir, Polisi Gerak Cepat Bantu Evakuasi Warga

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kalimantan Selatan, membuat debit air sungai meningkat dan meluap.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kasus Suap Izin Ekspor Benur, KPK Jadwalkan Periksa Dirjen Perikanan Budidaya

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan memeriksa Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Dugaan Suap Bansos, KPK Isyaratkan Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus

Plt Jubir KPK mengaku belum mengetahui mengenai agenda pemeriksaan terhadap Ihsan Yunus.

NASIONAL | 14 Januari 2021

KPK Cecar Dirjen Linjamsos Soal Proses Penentuan Vendor Bansos

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Tim SAR Temukan Lagi 3 Korban Longsor di Sumedang

Petugas SAR gabungan mencari korban pada tiga sektor yang diperkirakan sebagai titik akhir warga saat longsor terjadi, 9 Januari 2021 lalu.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Presiden Minta Hasil Penyelidikan Kematian Laskar FPI Ditindaklanjuti Tanpa Disembunyikan

Presiden Joko Widodo telah menerima laporan penyelidikan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Disuntik Vaksin, Gubernur Bengkulu Mengaku Tak Merasakan Sakit

Vaksin ini aman, dan sudah teruji halal kemudian Emergency Use Authorization (EUA) juga sudah keluar.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Harta Kekayaan Komjen Sigit, Waket Komisi III: So Far Masih Wajar

Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni dalam rapat itu pihaknya mendapatkan informasi harta dan transaksi melibatkan Komjen Sigit.

NASIONAL | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS