DVI Polri Komitmen Identifikasi Hingga Temuan Bagian Tubuh Terakhir
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

DVI Polri Komitmen Identifikasi Hingga Temuan Bagian Tubuh Terakhir

Jumat, 15 Januari 2021 | 00:03 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, berkomitmen bekerja maksimal mengidentifikasi penumpang hingga temuan body part atau bagian tubuh terakhir dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, di Kepulauan Seribu.

"Kami tentunya juga berharap masih ada temuan lagi. Kami siap tetap melakukan pemeriksaan sampai tidak ada lagi yang diperiksa. Kami tim dari Polri, dari Tim DVI, dibantu unsur-unsur lain tim forensik, gigi, kami siap. Mudah-mudahan masih ada temuan lain, sehingga pihak keluarga dapat menerima keluarganya yang dinyatakan hilang itu," ujar Kepala Tim Rekonsiliasi DVI Polri Kombes Agung Widjajanto, Kamis (14/1/2021).

Menyoal bagaimana kondisi body part yang ditemukan, Agung menyampaikan, hingga saat ini bagian tubuh yang diterima Posko Postmortem atau kamar jenazah ukurannya kecil-kecil.

"Ada yang paling kecil sekitar 10x10 (sentimeter), seperti itu. Tetapi rata-rata sekitar katakan 30 senti seperti itu. Alhamdulillah di antaranya itu ditemukan sebagian anggota (tubuh) gerak dan masih ada sidik jarinya sehingga dapat dilakukan pemeriksaan. Nah apakah semua seperti itu (kecil)? Mudah-mudahan tidak, tapi kita belum tahu karena yang jelas kami dari TKP atau tempat kejadian adalah ukurannya seperti itu," ungkapnya.

Agung menyampaikan, setiap kasus kecelakaan berbeda-beda bentuk dan ukurannya. Semisal ketika kecelakaan pesawat di Papua, karena tidak di laut kondisinya terbakar dan ukurannya besar. Jadi bergantung kejadian kecelakaannya.

Sementara itu, untuk pemeriksaan DNA, tambah Agung, bagian tubuh yang bisa diambil sampel DNA akan diperiksa dan diambel sampelnya. "Pertimbangannya expert (ahli) yang menentukan ini bisa atau tidak. Yang menentukan kondisi misalnya, materialnya apakah ada unsur DNA atau tidak, apakah masih layak diperiksa atau tidak, misalnya sudah pembusukan lanjut mungkin tidak bisa. Tapi ketika bisa, misalnya tulang itu akan dipilih-pilih. Itulah yang membuat tidak begitu bisa cepat," katanya.

Menurut Agung, tidak semua dilakukan pemeriksaan melalui sidik jari dan DNA. "Mungkin lain kali ada yang melalui properti, misalnya cicin yang khas, gigi, sampai saat ini belum ditemukan bagian rahang yang cukup bisa dilakukan pemeriksaan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes dr Ratna mengatakan, Tim DVI tidak bisa tergesa-gesa menganalisis sampel DNA. Namun, setiap kantong jenazah yang diterima diupayakan selesai pada hari itu juga, karena tim bekerja di dalam kamar jenazah pada situasi pandemi Covid-19.

"Misalnya kami dapat 30 kantong, 30 kantong harus kami kerjakan hari itu juga karena masa Covid ini kita tidak boleh terlalu lama di kamar jenazah. Sementara jenazah di rumah sakit ini pun ada yang jenazah Covid. Jadi kita tidak boleh terlalu banyak orang, tidak boleh terlalu lama, jaga jarak, durasi, ventilasi," sebutnya.

Ratna menyampaikan, identifikasi belum bisa dilakukan apabila data antemortem dan postmortem belum lengkap. "Kemudian ketika antemortem kemarin sudah running semua, tetapi bisa saja DNA antemortem, antemortem itu dari orang hidup, keluarganya sudah ada, namun postmortemnya belum ada sehingga belum bisa dicocokkan," katanya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyebutkan, Tim DVI Polri telah menerima 139 kantong jenazah dan 46 kantong properti hingga Kamis sore. Tim DVI akan bekerja sampai body part tidak ditemukan lagi.

"Tim akan bekerja sampai body part sudah tidak ada lagi. Komitemen tim bekerja secara maksimal, memberikan kepastian kepada keluarga korban," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Tanggapan Istana Terkait Ahok Tak Pakai Masker di Kerumunan Raffi Ahmad

Heru Budi Hartono mengatakan seharusnya tokoh publik menjadi contoh yang baik kepada masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Fatayat NU: Ulama Telah Ikut Membangun Nasionalisme

Masalah politik identitas juga perlu direspons, mengingat hal ini juga dinilainya membahayakan persatuan dan kesatuan.

NASIONAL | 14 Januari 2021

6 Hari Pencarian, SAR Gabungan Peroleh 239 Bagian Tubuh Jenazah

Sejak operasi pencarian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, tim gabungan telah mengumpulkan total 239 potongan tubuh jenazah.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kasus Tanah di Labuan Bajo, Kejati NTT Tetapkan 16 Tersangka, 13 Orang Ditahan

Kejati NTT tahan 13 orang dalam kasus tanah di Labuan Bajo.

NASIONAL | 14 Januari 2021

4 Kapal Evakuasi Jenazah Penumpang dan Bagian Sriwijaya Air SJ-182

Empat kapal bersandar ke Dermaga JICT II membawa bagian tubuh penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Komjen Listyo Ditunjuk Presiden, Idham: Harap Kita Bersatu

Idham meminta jajarannya meyakini bila keputusan Jokowi tentang suksesi kepemimpinan Polri pasti sudah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Ketua DPR Ajak Agamawan Yakinkan Umat Pentingnya Vaksinasi Covid

Puan juga mengajak para pemuka agama untuk terus menyuarakan pentingnya persatuan.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Kolega Bantah Pinangki Laporkan Keberadaan Djoko Tjandra di Malaysia

Kasubdit TPK dan TPPU Uheksi Kejagung Syarief Sulaeman membantah klaim Pinangki yang mengaku telah telah melaporkan keberadaan Djoko Tjandra.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Mantan Direksi Rekayasa Laporan Keuangan AISA Sejak Lama

Mantan direksi AISA disebut-sebut telah memerintahkan bawahannya untuk meningkatkan angka piutang.

NASIONAL | 14 Januari 2021

Wali Kota Cimahi Diduga Gunakan Uang Suap untuk Beli Tanah Atas Nama Anaknya

Ajay Muhammad Priatna diduga menggunakan uang hasil suap terkait perizinan pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda untuk membeli tanah.

NASIONAL | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS