Begini Proses Identifikasi Jenazah Sriiwjaya Air oleh DVI Polri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Begini Proses Identifikasi Jenazah Sriiwjaya Air oleh DVI Polri

Jumat, 15 Januari 2021 | 13:32 WIB
Oleh : lorem ipsum / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, terus melakukan proses identifikasi terhadap jenazah penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami kecelakaan, di perairan Kepulauan Seribu. Identifikasi merupakan hak asasi manusia (HAM).

"Operasi DVI adalah sebuah prosedur dalam mengidentifikasi korban-korban bencana masal yang jumlahnya relatif besar dengan metode ilmiah, sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Tujuan operasi DVI adalah untuk menegakan hak asasi manusia. Di mana setiap jenazah itu memiliki hak azasi untuk diidentifkasi," ujar Kepala Bidang DVI Polri Kombes Pol Fauzi, di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2021).

Dikatakan Fauzi, ada sejumlah fase dalam proses identifikasi, pertama olah tempat kejadian perkara (TKP), fase kedua postmortem, fase ketiga antemortem, dan fase keempat rekonsiliasi. Terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, fase pertama olah TKP atau proses evakuasi jenazah dilaksanakan di Perairan Kepulauan Seribu.

"Tahap satu kita melakukan olah TKP. Masih berlangsung TNI-Polri, relawan, Basarnas bahu membahu untuk menemukan, mencari, mengemas, mendokumentasikan, dan mengirim barang-barang atau bagian tubuh atau properti yang melekat di tubuh korban dan dikirimkan ke kamar jenazah," ungkapnya.

Fauzi menyampaikan, ketika kantong jenazah tiba di kamar mayat, maka proses postmortem dimulai. Diawali dengan registrasi, kemudian para tim ahli terdiri dari dokter forensik, dokter gigi forensik, ahli DNA, ahli sidik jari, dan lainnya bekerja mencari serta mencatat detail temuan dari body part yang ditemukan. Hasilnya, dikumpulkan dalam formulir postmortem.

"Di samping berjalannya olah TKP dan kegiatan di postmortem, kegiatan fase tiga, antemortem juga berlangsung. Di mana antemortem data kami dapatkan informasi mengenai ciri-ciri korban atau data-data berkaitan dengan korban kita minta dari keluarga atau kerabat dekatnya untuk diberikan kepada pihak DVI dan dicatat dalam formulir antemortem," katanya.

Menurut Fauzi, ketika data antemortem dan postmortem sudah cukup untuk disandingkan, maka diusulkan dibawa ke sidang rekonsiliasi. "Jadi sangat bergantung pada kelengkapan data antemortem dan postmortem, baru kita melakukan sidang rekonsiliasi," jelasnya.

Fauzi mengungkapkan, rekonsiliasi merupakan inti dari DVI. Tim melakukan proses matching, membandingkan apakah hasil data antemortem dan postmortem bersumber dari individu yang sama atau tidak dan perlu pendalaman lagi.

"Ketika dinyatakan proses ini cocok artinya teridentifikasi, berarti antemortem dan postmortem berasal dari sumber atau individu sama, maka proses selanjutnya penyerahan jenazah dan sebagainya," ucapnya.

Fauzi menerangkan, metode identifikasi dalam DVI ada dua, pertama sifatnya primer dan kedua sekunder. "Primer adalah sidik jari, gigi dan DNA. Sidik jari dan gigi mungkin prosesnya bisa relatif cepat karena tidak membutuhkan proses yang lebih ribet dibanding DNA. Namun, hasilnya semuanya adalah sangat-sangat akurat," katanya.

Fauzi menjelaskan, Tim DVI mengandalkan pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi jenazah yang ditemukan dalam keadaan tidak utuh.

"Maka dari itu butuh proses yang cukup lama karena DNA tidak bisa langsung kita proses seperti sidik jari dan gigi, ada tahapan-tahapannya sehingga membutuhkan waktu yang lama. Maka dari itu, kami Tim DVI berharap keluarga bisa bersabar karena kami berusaha secepat mungkin, tapi kita tidak bisa menyampingkan ketepatan. Karena proses DVI sangat ditentukan (ketelitian dan ketepatan), lebih baik kita lambat asal tepat daripada terburu-buru tapi salah mengidentifikasi," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Di Hadapan Jokowi, Firli Mengaku Kekuatan KPK Terbatas

Ketua KPK, Firli Bahuri mengakui kekuatan yang dimiliki lembaga antikorupsi terbatas dalam memberantas korupsi di Indonesia.

NASIONAL | 9 Desember 2021

IICG Gelar Indonesia Most Trusted Companies Award

IICG bekerja sama dengan Majalah SWA menggelar acara puncak Indonesia Most Trusted Companies Award, Rabu (8/12/2021).

NASIONAL | 9 Desember 2021

Pimpinan KPK Tak Diundang Pelantikan Novel Baswedan Cs

Pimpinan KPK tidak diundang dalam acara pelantikan Novel Baswedan dkk jadi ASN Polri.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Siap Dilantik, Novel Harap Bawa Manfaat

Novel Baswedan dan mantan pegawai KPK lainnya siap dilantik menjadi ASN Polri.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Viral, Video Tiang Beton Kereta Cepat Timpa Ekskavator

ideo viral di media sosial Twitter dan juga laman media online menayangkan tiang pilar (pier) beton Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang sengaja dirobohkan.

NASIONAL | 9 Desember 2021


Pakar Dukung Pemerataan Infrastruktur Telekomunikasi

Program pemerataan infrastruktur telekomunikasi di daerah Terpencil, Terluar, dan Tertinggal (3T) harus didukung oleh berbagai pihak.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Hakordia, Jokowi: Ekosistem Antikorupsi Dorong Investasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penciptaan ekosistem antikorupsi memiliki pengaruh besar bagi investasi dan penciptaan lapangan kerja di Tanah Air.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Jokowi Dorong RUU Perampasan Aset Jadi UU Selesai 2022

Jokowi mengatakan pemerintah akan terus mendorong segara ditetapkannya UU Perampasan Aset Tindak Pidana.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Wapres Ma'ruf Amin Tutup Peringatan Hakordia 2021

Wapres Ma'ruf diagendakan menutup peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021.

NASIONAL | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Pemkot Bekasi Telah Makamkan 4.587 Jenazah Covid-19

Pemkot Bekasi Telah Makamkan 4.587 Jenazah Covid-19

MEGAPOLITAN | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings