Penambahan Kasus Covid-19 di Jabar Didominasi Data Lama
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penambahan Kasus Covid-19 di Jabar Didominasi Data Lama

Jumat, 15 Januari 2021 | 20:50 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat, penambahan 3.095 kasus Covid-19 pada Jumat (15/1/2021). Sehari sebelumnya, penambahannya mencapai 2.201 kasus. Secara akumulatif, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di provinsi dengan penduduk sedikitnya 49,5 juta jiwa ini mencapai 107.636 kasus atau setara 12 persen dari 882.418 kasus terkonfirmasi secara nasional.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar Daud Achmad, Jumat mengungkapkan, publikasi data penambahan kasus itu tidak semuanya berasal dari hasil pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR (polymerase chain reaction) yang terbaru.

Dia menyatakan, penambahan 2.201 kasus pada 14 Januari 2021, sebanyak 400-an merupakan data lama. Sementara pada Rabu, 13 Januari 2021, dari laporan 1.755 kasus, hanya 676 kasus di antaranya yang merupakan data terbaru. “Memang dicicil, saya tidak paham juga apa karena harus diverifikasi dulu di sistemnya atau bagaimana,” ungkap Daud soal masuknya data lama pada publikasi temuan kasus Covid-19 terbaru seperti yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jabar (Pikobar) setiap harinya memperbarui publikasi data temuan kasus Covid-19. Sejak awal pandemi pada Maret 2020, laporan 3.095 kasus dalam satu hari jadi yang tertinggi. Laporan di atas 1.000 kasus per hari itu mulai terpantau sejak 3 Desember 2020 dengan 1.648 kasus.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan peningkatan laporan temuan kasus hingga melebihi seribuan kasus dalam sehari itu berkaitan dengan 10 ribuan kasus yang sudah dilaporkan namun belum diumumkan Kementerian Kesehatan. “Apakah nanti dicicil ratus-ratus, ribu-ribu, bikin heboh saya tidak paham. Kenaikan dipengaruhi antrean data (yang) lalu-lalu yang tidak real time dan masih ada dan saya sampaikan keluhan buat dicarikan solusinya,” imbuh Ridwan.

Meski demikian, Daud mengakui penambahan kasus baru di Jabar didominasi oleh pemeriksaan pascalibur Natal dan Tahun Baru. Dia menyatakan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar memiliki data terkini dalam penentuan kebijakan di lapangan. “Setiap langkah dilihat dari data yang baru,” kata Daud yang mengakui publikasi mengenai data temuan kasus setiap harinya harus satu sumber dari Kementerian Kesehatan.

Saat ditanya kenapa data terbaru yang dikompilasi dari 27 kabupaten dan kota di Jabar tidak dipublikasikan, Daud menjawab, kewenangan mempublikasikan jumlah kasus harian hanya boleh satu sumber dari Kementerian Kesehatan. Daud berharap, data yang diumumkan pemerintah pusat itu paling lambat adalah hasil pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR dari tiga hari sebelumnya. “Kalau tidak bisa merilis data pemeriksaan PCR hari itu, maksimal tiga hari sebelumnya karena paling lama tiga hari hasil swab keluar,” terang Daud.

Epidemiolog yang juga peneliti pandemic Griffith University, Australia, Dicky Budiman memperkirakan data-data lama yang belum dipublikasikan itu lebih dari 10 ribuan kasus untuk konteks Jabar. Padahal, ketersediaan dan validitas data itu penting sebagai dasar pengambilan keputusan terkait upaya penanganan penyebaran Covid-19.

“Jadi tidak usah heran jika nanti 3T (testing, tracing, treatment) sudah optimal, kita bisa menemukan bahkan 100 ribu kasus harian,” imbuh Dicky.

Dia mengimbau agar pemerintah daerah, khususnya Jabar yang masuk dalam wilayah Jabodetabek sebagai pusat penyebaran Covid-19 memperkuat upaya pengetesan, pelacakan, serta isolasi mereka-mereka yang kontak erat dan terkonfirmasi Covid-19. Hal itu semakin signifikan dengan makin tingginya tingkat keterisian rumah sakit bagi pasien Covid-19. “Prioritas itu 3T bahkan sampai nanti pandemi dinyatakan berakhir,” tegas Dicky.

Menyoal kemampuan pelacakan dari seseorang yang terkonfirmasi Covid-19 di Jabar, Daud mengakui, jangkauan petugas surveillance masih sangat terbatas. Idealnya berdasarkan petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pelacakan dari satu orang terkonfirmasi Covid-19 bisa mencapai 30 kontak eratnya. “Rata-rata (pelacakan) di wilayah Jabar masih sangat rendah, di angka 3 (dari satu kasus terkonfirmasi),” tutur Daud.

Secara ideal, sambung Daud, ada 15 petugas surveillance per 100 ribu penduduk. “Saat ini masih satu atau dua orang ,” tukas Daud.

Upaya menambah petugas surveillance dari masyarakat tidak bisa dilakukan karena yang melakukannya harus petugas kesehatan. “Selain itu, saat orang terkonfirmasi diwawancarai soal kontaknya selama dua pekan ke belakang jarang bisa mengingat nama, paling lima orang saja,” kata Daud.

Dicky menekankan, upaya 3T harus jadi prioritas semasa pandemi. Komunikasi publik dari pemerintah yang menekankan masyarakat untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, meminimalisir mobilitas, dan menjauhi kerumuman tidak bakal efektif kalau pelacakan kasusnya tidak dilakukan.

“Upaya 3T itu jauh lebih penting dari pada protokol kesehatan dan vaksinasi. Karena vaksinasi tidak menghilangkan keseriusan situasi (pandemi) saat ini. Kita masih akan memerlukan waktu lama untuk merasakan dampak perlindungan vaksin terhadap masyarakat apalagi baru kelompok tertentu saja yang menerima vaksin,” tambah Dicky.

Upaya vaksinasi, sambung Dicky, tidak bisa mengganti peran penting 3T. “Tidak ada argumen ilmiah soal itu. Testing, tracing, treatment itu harus tetap berjalan beriringan dengan vaksinasi,” kata Dicky.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bamsoet Ajak Masyarakat Perangi Hoax Terkait Vaksin Covid-19

Akun-akun yang menyebarkan informasi hoax terkait vaksin Covid-19 harus dipantau oleh patroli siber.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Gandeng Panasonic, 5.500 GrabCar Premium Dilengkapi Teknologi NanoeTM X

Panasonic Gobel Indonesia akan melengkapi teknologi nanoeTM X pada 5.500 GrabCar Premium yang beroperasi lima kota besar di Asia Tenggara.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Gandeng KPK, PLN Targetkan Sertifikasi 92.000 Persil Tanah

PLN menargetkan 92.000 persil senilai Rp 1.600 triliun dapat tersertifikasi seluruhnya pada 2023 mendatang.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Diduga Korupsi, Mantan Bendahara BNN Sumut Ditahan

Mantan Bendahara Badan Narkotika Nasional Sumatera Utara (BNN) Sumut, Syarifah (41), resmi ditetapkan sebagai tesangka oleh Polda Sumut

NASIONAL | 15 Januari 2021

Hari Ketujuh, Total 17 Penumpang Sriwijaya Air Teridentifikasi

Korban yang teridentifikasi hari ini Toni Ismail, Dinda Amelia, Isti Yudha Prastika, Putri Wahyuni, Rahmawati.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Sepekan ke Depan, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi dilanda potensi hujan sedang hingga lebat pada 16-21 Januari 2021.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Demokrat Dorong Evaluasi Sistem Mitigasi Bencana

Partai Demokrat mendorong agar sistem mitigasi bencana dapat dievaluasi. Demikian halnya penanganan pascabencana.

NASIONAL | 15 Januari 2021

KPK Ingatkan PLN Banyak Kepentingan di Bisnis IPP

Skema Independent Power Producer (IPP) dinilai menarik banyak pihak berkepentingan untuk mengeruk keuntungan.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Presiden: Segera Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel

Jokowi memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Panglima TNI dan Kapolri secepatnya mengirimkan bantuan untuk korban banjir di Kalsel.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Kementerian BUMN Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Majene

Menteri BUMN Erick Thohir melalui Yayasan BUMN langsung memerintahkan untuk bergerak cepat segera menyalurkan bantuan kepada korban bencana.

NASIONAL | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS