Tidak Asal-asalan, Inilah Kriteria Pemilihan Vaksin Covid-19
Logo BeritaSatu

Tidak Asal-asalan, Inilah Kriteria Pemilihan Vaksin Covid-19

Jumat, 15 Januari 2021 | 22:03 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Vaksinasi Covid-19 sudah mulai dilaksanakan dengan prioritas pertama tenaga kesehatan di 34 provinsi. Vaksinasi tahap pertama ini menggunakan vaksin produksi Sinovac Biotech Ltd. Presiden Jokowi, sejumlah menteri, pejabat publik, tokoh masyarakat dan publik figur bahkan sudah mendapatkan vaksinasi perdana dengan platform vaksin ini. Tentu pemerintah menerapkan asas kehati-hatian dalam memilih vaksin.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksin Covid-19, dr Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan ada beberapa kriteria dalam pemilihan vaksin. Yang pasti dari sisi keamanan, tidak ada efek samping berat.

Menurut evaluasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap uji klinik fase 3 vaksin Sinovac di Universitas Padjajaran Bandung, Turki dan Brazil yang dipantau sampai periode 3 bulan mendapatkan hasil bahwa kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang. Efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan serta efek samping sistemik berupa nyeri otot , hektik dan demam.

Frekuensi efek samping dengan derajat berat berupa sakit kepala, gangguan di kulit, atau diare yang dilaporkan hanya sekitar 0,1% sampai dengan 1%. Namun efek samping ini tidak berbahaya, dan dapat pulih kembali.

Kriteria lainnya adalah dari aspek efikasi atau khasiat. Idealnya menurut Nadia efikasi vaksin 70%, dan minimal 50% menurut WHO. Menurut uji klinik fase 3 di Bandung menunjukkan efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3%, Turki 91,25% dan Brasil 78%. Menurut BPOM, efikasi vaksin sebesar 65,3% artinya vaksin ini mampu menurunkan kejadian Covid-19 hingga 65,3%.

“Kemudian kriteria lainnya adalah lama perlindungan setidaknya 1 tahun. Nanti kita bisa lihat, karena sampai saat ini belum ada data,” kata pada dialog interaktif “Kolaborasi Dukung Vaksinasi Covid-19”, Jumat (15/1/2021).

Kemudian diutamakan juga vaksin yang memiliki stabilitas penyimpanan pada suhu 2-8 derajat celcius. Memiliki kemasan dalam bentuk multi dose dengan tujuan optimalisasi kapasitas rantai dingin vaksin. Platform vaksin juga harus sama untuk memudahkan evaluasi. Yang paling penting adalah persetujuan penggunaan darurat dari BPOM, dan ini sudah dikeluarkan pada 11 Januari 2021.

Di kesempatan lain, Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir juga menjelaskan dasar pemilihan Sinovac. Dilihat dari proses pengembangan calon vaksin Covid-19, Sinovac salah satu kandidat vaksin yang paling cepat dan sudah masuk uji klinis fase 3.

Kemudian dari sisi platform atau metode pembuatan vaksin, Sinovac menggunakan platform inactivated atau virus yang dimatikan dan sudah terbukti pada jenis jenis vaksin lain. Platform tersebut sudah dikuasai oleh Bio Farma sebagai produsen vaksin nasional.

Faktor penentu lainnya mengapa vaksin Sinovac dipilih, adalah sistem mutu yang dimiliki Sinovac sudah diakui oleh WHO. Dalam kerja sama antara Bio Farma dengan Sinovac juga terdapat transfer teknologi dalam hal pengujian yang dibutuhkan. Sinovac dilakukan uji klinik fase 3 di Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Keraton Kompak “Turun” dengan Tangki

Meskipun musim penghujan, sekitar 700-an Kepala Keluarga (KK) di Kaliurang, Kelurahan Hargobinangun, Kapanewonan Pakem, Sleman, mengalami kesulitan air

NASIONAL | 15 Januari 2021

Update Gempa Sulawesi Barat, 42 Orang Ditemukan Meninggal

Berdasarkan data Jumat (15/1/2021) pukul 20.00 WIB, sebanyak 42 orang menjadi korban jiwa gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Kemsos Salurkan Bantuan Senilai Rp 1,7 Miliar untuk Korban Gempa Sulbar

Bantuan dikirim dengan pesawat hercules milik TNI AU melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat (15/1/2021).

NASIONAL | 15 Januari 2021

Pandemi Cepat Berlalu jika Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Ketertiban menjalankan protokol kesehatan juga menjadi syarat mutlak keberhasilan memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Jokowi: Vaksinasi Adalah Game Changer Kendalikan Covid-19

Jokowi menegaskan bahwa vaksinasi adalah terobosan yang akan membawa perubahan untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Akhir Tahun, Jokowi Targetkan Vaksinasi 181,5 Juta Rakyat Indonesia Rampung

Rampungnya vaksinasi Covid-19 bagi 181,5 juta rakyat Indonesia akan menciptakan kekebalan komunal di Tanah Air.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Kejagung Keluarkan Sprindik Dugaan Kasus Korupsi PT Asabri

Jampidsus secara resmi telah menerbitkan surat perintah penyidikan dugaan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tahun 2012 hingga 2019.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Penambahan Kasus Covid-19 di Jabar Didominasi Data Lama

Dia menyatakan, penambahan 2.201 kasus pada 14 Januari 2021, sebanyak 400-an merupakan data lama.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Bamsoet Ajak Masyarakat Perangi Hoax Terkait Vaksin Covid-19

Akun-akun yang menyebarkan informasi hoax terkait vaksin Covid-19 harus dipantau oleh patroli siber.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Gandeng Panasonic, 5.500 GrabCar Premium Dilengkapi Teknologi NanoeTM X

Panasonic Gobel Indonesia akan melengkapi teknologi nanoeTM X pada 5.500 GrabCar Premium yang beroperasi lima kota besar di Asia Tenggara.

NASIONAL | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS