Terdampak Gempa, Kanwil BPN Sulbar Pastikan Dokumen Pertanahan Aman
Logo BeritaSatu

Terdampak Gempa, Kanwil BPN Sulbar Pastikan Dokumen Pertanahan Aman

Sabtu, 16 Januari 2021 | 10:37 WIB
Oleh : Fana F Suparman / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi salah satu bangunan yang rusak berat akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2020).

Kepala Kantor Wilayah BPN Sulawesi Barat, Herjon Panggabean menyebut, selain Kantor Pertanahan Mamuju, Kantor Pertanahan Majene juga mengalami kerusakan.

"Berdasarkan laporan yang kami dapat, Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju yang terkena dampak paling parah. Selain itu kerusakan juga terjadi pada Kantor Pertanahan Kabupaten Majene namun tidak parah hanya dinding bangunan retak saja," kata Herjon dalam keterangannya, Sabtu (16/1/2021).
Meski gedung mengalami kerusakan, Herjon menjamin keamanan dokumen pertanahan. Dokumen-dokumen penting tersebut saat ini telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

"Untuk dokumen penting seperti warkah, buku tanah, dan surat ukur semua aman dan saat ini sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman," katanya.

Herjon mengatakan, sementara ini pelayanan di Kantor Pertanahan yang terdampak gempa ditutup sementara. Pelayanan akan kembali berjalan setelah proses pemulihan.

"Saat ini pelayanan kami tutup sementara sampai proses pemulihan selesai dilakukan. Kami mohon doanya agar keadaan ini segera cepat membaik dan secepat mungkin kami dapat memberikan pelayanan kembali," jelasnya.

Selain itu, Herjon menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pelayanan dapat segera dilakukan kembali dan berjalan dengan aman.

"Kami juga sedang meminta Kantor Kementerian PUPR di Sulawesi Barat untuk membantu mengukur keamanan bangunan. Kalau hasil sudah keluar yang menyatakan bangunan aman pelayanan akan segera dibuka kembali," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Mamuju, Yoga Suwarna yang kantornya rusak parah karena terdampak gempa mengatakan dokumen pertanahan aman. Hal ini lantaran kondisi ruang arsip masih memungkinkan untuk mengevakuasi berbagai dokumen tersebut.

"Sejauh ini laporan jajaran kami di lapangan kondisi bisa dibilang lumayan parah, bangunan rusak, pintu dan dinding hancur, namun untuk ruang arsip terdapat retakan di dinding sehingga kami masih bisa sesegera mungkin mengamankan dokumen yang penting," kata Yoga.

Diungkapkan Yoga, sampai saat ini belum ada bantuan penanggulangan bencana pascagempa. Untuk itu, proses evakuasi dilakukan oleh para pegawai Kantor Pertanahan (Kantah) Mamuju.

"Kalau untuk bantuan ke lokasi kantah sampai saat ini belum ada. Jadi kami melakukan evakuasi mandiri dengan para pegawai di Kantah Kabupaten Mamuju. Untuk arsip-arsip penting sudah kami amankan ke bagian lain yang masih aman," katanya.

Yoga Suwarna mengatakan aktivitas di Kantah Kabupaten Mamuju dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan. Hal ini mengingat kondisi bangunan yang rusak parah.

"Dan berdasarkan laporan tim di lapangan terdapat putra dari salah seorang pegawai pemerintah non-pegawai negeri (PPNPN) di lingkungan Kantah Kabupaten Mamuju yang meninggal dunia. Ada juga yang melaporkan bahwa terdapat rumah salah satu pegawai kita yang rusak parah pascagempa ini," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Majene Kembali Diguncang Gempa Susulan M5,0

Gempa berpusat di darat 20 km Timur Laut Majene dan berkedalaman 10 km.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Bantu Korban Banjir di Kalsel, Pesawat TNI AU Kirim Bantuan Logistik

Pesawat TNI AU yang dilibatkan adalah A-1327 dari Skadron Udara 31 dengan membawa personel, perahu karet, dan bantuan logistik.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Jadi Calon Kapolri, Ini Tantangan Komjen Sigit 3 Tahun ke Depan

Komjen Listyo Sigit merupakan sosok yang tegas dan punya chemistri dengan Presiden Jokowi.

NASIONAL | 16 Januari 2021

189 Dirawat di Kabupaten Mamuju, dan 15.000 Orang di Majene Mengungsi

Total korban tewas hingga kini 42 orang.

NASIONAL | 16 Januari 2021

KPK Duga Adik Pimpinan Komisi VIII DPR Turut Garap Bansos

KPK memeriksa seorang pengusaha bernama Muhammad Rakyan Ikram sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Penunjukan Listyo Sigit sebagai Calon Kapolri Cerminkan Semangat Kebinekaan

Kami berharap dan percaya kapolri yang baru nanti mampu memimpin Polri dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai amanat undang-undang.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Mabes Polri Bantu Tangani Gempa Sulbar

Bantuan dari Mabes Polri tertuang dalam surat telegram nomor STR/27/I/Ops.2/2021 yang ditandatangani Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Tidak Asal-asalan, Inilah Kriteria Pemilihan Vaksin Covid-19

Pemerintah menerapkan asas kehati-hatian dalam memilih vaksin Covid-19.

NASIONAL | 15 Januari 2021

Keraton Kompak “Turun” dengan Tangki

Meskipun musim penghujan, sekitar 700-an Kepala Keluarga (KK) di Kaliurang, Kelurahan Hargobinangun, Kapanewonan Pakem, Sleman, mengalami kesulitan air

NASIONAL | 15 Januari 2021

Update Gempa Sulawesi Barat, 42 Orang Ditemukan Meninggal

Berdasarkan data Jumat (15/1/2021) pukul 20.00 WIB, sebanyak 42 orang menjadi korban jiwa gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju.

NASIONAL | 15 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS