Dengan Garam, Gelap Jadi Terang
Logo BeritaSatu

Dengan Garam, Gelap Jadi Terang

Sabtu, 16 Januari 2021 | 13:19 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com – Mamuju, Sulawesi Barat, diguncang gempa, Jumat (15/1/2021) dini hari. Gempa menghancurkan segala hal. Ada korban jiwa, warga kehilangan harta benda.

Warga juga harus hidup tanpa aliran listrik. Malam hari pun menjadi gelap gulita, kecuali lampu penerangan darurat yang tampak sebagai titik-titik sinar redup dari kejauhan.

Kehadiran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo ke lokasi musibah, membawa secercah cahaya terang. Tak kurang dari 100 unit lampu air garam menerangi lokasi pengungsian di sekitar rumah dinas Gubernur Sulawesi Barat. Doni meninjau lokasi terdampak gempa di Kecamatan Malunda dan Ulumanda, Kabupaten Majene.

Letak rumah jabatan gubernur yang berada di dataran tinggi, membuat masyarakat berbondong-bondong mengungsi ke kawasan sekitarnya. Selain dirasa aman dari kemungkinan celaka akibat gempa susulan, juga dirasa jauh dari jangkauan tsunami, seandainya pun terjadi.

Jumat (15/1/2021) malam, kondisi Kota Mamuju gelap, karena memang masih mati lampu. Beruntung, Doni membawa lampu air garam. Lampu lampu itu ikut terbang bersama pesawat Hercules TNI AU pada Jumat siang. Lampu-lampu ini benar-benar terobosan. Ide brilian anak bangsa yang kemudian cepat disambar oleh Kepala BNPB, karena sangat cocok untuk daerah yang tertimpa bencana seperti di Mamuju ini.

Apa dan bagaimana lampu air garam itu? Sarwani yang paham. Dialah yang secara gamblang menjelaskan hal-ihwal air garam bisa menyalakan lampu LED. Tak sulit mendapat informasi dari pria kelahiran Purworejo tahun 1987 itu. Muhammad Sarwani, sudah sejak 2012 menggeluti hal-ihwal reduksi oksidasi (redoks).

Padahal, ia sendiri jebolan Fakultas Teknik Mesin, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Berkat ketekunannya mengutak-atik energi alternatif dari air garam itu, kini ia sudah berhasil menggapai mimpinya. Menghadirkan cahaya di lokasi bencana. Menghadirkan cahaya melalui cara yang sangat sederhana: Air garam, atau garam dapur yang dilarutkan ke dalam air. Usaha melahirkan inovasi lampu air garam dirintis sejak 2012.

Setelah melalui serangkaian uji coba dan pengetesan selama empat tahun, maka tahun 2016, produk lampu air garam pun siap diproduksi massal. Ia pun tak mematenkan karyanya ke Kementerian Kumham.

“Lampu air garam HEI tipe SWL 01 sudah dipatenkan juga. Total kami sudah mengantongi tiga sertifikat HKI dari Kumham,” ujar Sarwani, dari PT HEI (Hafi Energi Indonesia), produsen lampu air garam yang disebut Sarwani sebagai piranti listrik tenaga air garam (PLTAG).

Pengoperasian “lampu ajaib” ini cukup mudah. Dalam satu packing, terdapat satu lampu, botol pencampur air garam dan air ukuran 125 cc. “Hanya perlu air bersih dan garam. Garam apa saja,” katanya seraya menambahkan, “tak ada garam, air laut pun bisa. Makanya, lampu ini juga sangat cocok dipakai para nelayan.”

Dalam setiap kemasan, terdapat petunjuk cara penggunaaan lampu air garam, sangat detail dan menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan disertai gambar/ilustrasi. Bayangkan, hanya dengan mencampur air bersih dan sesendok garam, lampu ini mampu menyala hingga 12 jam dalam kekuatan sinar LED 1,6 watt atau setara terangnya bohlam 25 watt.

Ketika ditanya bagaimana cara kerja lampu air garam tadi? Anda yang “orang kimia” akan mudah paham. Anda yang belajar electricity tentu lebih cepat memahami. Ini adalah soal katoda dan anoda. “Sebenarnya dari SMP kita sudah belajar tentang katoda dan anoda,” ujar Sarwani, dalam keterangan pers dari BNPB.

Sarwani pun menjelaskan, bahwa elektroda yang menerima elektron dari sumber arus listrik luar disebut katoda. Sedangkan elektroda yang mengalirkan elektron kembali ke sumber arus listrik luar disebut anoda. Katoda adalah tempat terjadinya reaksi reduksi yang elektrodanya negatif (-). Sementara anoda adalah tempat terjadinya reaksi oksidasi yang elektrodanya positif (+).

Jika kita tengok lampu air garam pun memiliki prinsip yang sama. Air laut atau garam sebagai elektrolit. Ketika masuk ke dalam tabung modul, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan ion-ion energi listrik. Dan ion-ion itu pula yang dimanfaatkan untuk menyalalakan LED. Bukan hanya memberi cahaya di tengah kegelapan. Lampu air garam juga bisa dimanfaatkan sebagai charger ponsel Anda.

“Tetapi tidak bisa digunakan bersamaan. Jadi, kalau sedang dipakai untuk menyalakan lampu, maka fungsi charger off. Sebaliknya kalau sedang digunakan sebagai charger, maka lampu LED tidak bisa dinyalakan,” kata Sarwani. Ketika didesak mengapa tidak bisa difungsikan bersamaan? Tangkas Sarwani menukas, “Karena kebutuhan voltasenya berbeda. Untuk lampu, 3 volt, sedangkan untuk charger selular, 5 volt.”

Apa pun, lampu air garam produksi HEI ini benar-benar membantu warga yang mengungsi. Di saat PLN belum mengalirkan listrik, kehadiran lampu air garam benar-benar menjadi penerang. Solusi di tengah kegelapan.

“Sebelumnya, kami juga sudah memperkenalkan lampu ini di lokasi pengungsi erupsi Gunung Merapi, di Yogyakarta. Akhir tahun lalu, kami juga mengirim lampu-lampu ini ke lokasi pengungsi banjir bandang di Aceh,” katanya.

Sarwani berterima kasih, jika kemudian karyanya diapresiasi BNPB. Suatu ketika di awal 2020, Sarwani bersua dengan Jarwansah Direktur Darurat BNPB. Jarwansah kemudian melaporkan perihal lampu garam ini ke Dody Ruswandi Deputy Darurat dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo.

“Rupanya ada keselarasan antara produk yang kami hasilkan dengan karakter negeri kita yang rawan bencana. Rawan bencana berulang. Lampu air garam sangat cocok di situasi darurat bencana. Tahun 2020 kami sudah diminta BNPB untuk memproduksi massal lampu air garam ini untuk kebutuhan darurat di lokasi-lokasi bencana,” ujar Sarwani.



Sumber: BNPB


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini 3 Ciri Kelompok Penolak Listyo Sigit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengajukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri baru.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Edhy Prabowo Diduga Gunakan Uang Suap Ekspor Benur untuk Bagi-bagi Mobil

Dugaan pembelian mobil dan dibagi-bagikan kepada sejumlah pihak itu dikonfirmasi penyidik saat memeriksa Edhy sebagai tersangka dugaan suap izin ekspor benur.

NASIONAL | 16 Januari 2021

BMKG: Sulbar Diguncang Gempa 31 Kali

Gempa susulan bisa terjadi karena energi gelombang yang dilepaskan kemungkinan masih akan muncul.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Waketum DMI Ajak Pemuda Islam Santun dalam Bersosmed

Syafruddin juga berpesan kepada para pemuda Islam untuk menunjukkan kebesaran Islam yang santun dan cinta damai.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Taiwan Beri Bantuan Teknis Pertanian di Karawang dan Bandung

TTM mendukung petani Indonesia dalam menjaga produksi serta membantu kelompok miskin dan tertinggal di pedesaan pada masa pandemi ini.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Antisipasi Kasus Covid-19, RSUD Yunus Bengkulu Tambah Kapasitas Tempat Tidur

Menyikapi kasus Covid-19 di Bengkulu yang meningkat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yunus Bengkulu, menambah kapasitas tempat tidur di ruang isolasi dan ICU.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Disnakertrans Malut Melepas Ekspor Kopra Putih Produksi Kelompok Tani

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara (Malut), Ridwan Hasan, melepas secara simbolis eskpor Kopra Putih perdana kelompok tani.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Terdampak Gempa, Kanwil BPN Sulbar Pastikan Dokumen Pertanahan Aman

Selain Kantor Pertanahan Mamuju, Kantor Pertanahan Majene juga mengalami kerusakan.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Majene Kembali Diguncang Gempa Susulan M5,0

Gempa berpusat di darat 20 km Timur Laut Majene dan berkedalaman 10 km.

NASIONAL | 16 Januari 2021

Bantu Korban Banjir di Kalsel, Pesawat TNI AU Kirim Bantuan Logistik

Pesawat TNI AU yang dilibatkan adalah A-1327 dari Skadron Udara 31 dengan membawa personel, perahu karet, dan bantuan logistik.

NASIONAL | 16 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS