Alissa Wahid: Tangkal Hoax, Masyarakat Harus Dibiasakan Berpikir Kritis
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (12.46)   |   COMPOSITE 6241.8 (96.72)   |   DBX 1333.51 (-4.33)   |   I-GRADE 179.858 (4.62)   |   IDX30 503.524 (12.19)   |   IDX80 135.789 (3.05)   |   IDXBUMN20 398.467 (11.15)   |   IDXESGL 139.553 (2.87)   |   IDXG30 143.497 (2.32)   |   IDXHIDIV20 443.737 (10.85)   |   IDXQ30 144.387 (3.38)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (5.51)   |   IDXV30 133.969 (2.79)   |   INFOBANK15 1035.98 (42.34)   |   Investor33 433.033 (11.5)   |   ISSI 183.362 (0.39)   |   JII 631.454 (-0.28)   |   JII70 222.641 (0.54)   |   KOMPAS100 1216.23 (23.8)   |   LQ45 944.747 (22.97)   |   MBX 1692.89 (31.73)   |   MNC36 320.866 (7.93)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.79)   |   SMInfra18 307.272 (6.07)   |   SRI-KEHATI 367.359 (11)   |  

Alissa Wahid: Tangkal Hoax, Masyarakat Harus Dibiasakan Berpikir Kritis

Selasa, 19 Januari 2021 | 23:36 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid mengatakan, masyarakat harus dibiasakan untuk berpikir kritis untuk menangkal hoax.

Saat semua orang kini dapat memiliki gawai yang dalam hitungan detik, informasi dari belahan dunia manapun dapat diketahui. Dan di era milenial kini informasi sudah menjadi salah satu kebutuhan. Banjir informasi tentu saja menyisakan residu. Seperti banjir pada umumnya, banjir informasi juga menciptakan penyakit, hoax namanya.

Banjir yang tak pernah berhenti ini membuat hoax juga terus berkeliaran. Untuk itu perlu vaksinasi untuk mengatasi penyakit ini.

”Vaksinasi terhadap banjir informasi, karena dari banjir informasi itu ada informasi yang baik dan ada yang tidak. Nah hoax masuk dalam informasi yang tidak baik, penyakit, virus informasi. Karena itu harus dilakukan dengan vaksin di dalam tubuh,” ujar putri sulung Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid dalam keterangannya, Selasa (19/1/2021).

Ia mengatakan, saat ini memang sulit untuk menghindari banjir informasi khususnya dari internet. Untuk itu, vaksin pertama yang harus dilakukan adalah mengelola informasi itu dari dalam diri sendiri, tidak bisa dari luar. Orang harus membiasakan diri berpikir kritis.

Ia mencontohkan, jika informasi tentang Covid-19 maka sumber yang kredibel adalah dari pemerintah dan juga dari ahli medis. Jika dari pihak lain, harus dicek terlebih dahulu.

Contoh lainnya tentang terorisme dan ektrimisme yang mengajak untuk melakukan hal-hal yang muatannya adalah kebencian. Padahal, tidak ada agama yang mengajarkan kebencian. Berarti, informasi itu yang tidak benar.

Vaksin kedua, menurut Alissa, mencari guru agama yang mumpuni. Vaksin ini diperlukan untuk mencegah hoax yang mengatasnamakan agama dan ideologi yang jelas akan membahayakan negara. Ia menegaskan agar tidak asal mengambil dari internet.

Guru agama haruslah orang yang memiliki ilmu yang cukup tinggi dan diakui. Kemudian jika terkait dengan ideologi negara, maka informasi itu diukur juga.

”Kita cek apakah ideologi tersebut sesuai dengan Pancasila atau tidak? Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 atau tidak? Kalau tidak sesuai berarti kita tolak. Itu vaksin yang kedua,” katanya.

Vaksin ketiga menurut dia adalah menguji apakah informasi ini selaras dengan apa yang digariskan oleh pemerintah.

Peraih Magister Psikologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu menyebut, tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan untuk lebih aktif di media sosial. Karena menurutnya, saat ini hoax banyak berkembang dengan sangat cepat karena adanya media sosoal dan internet. Jadi jika pemuka agama dan tokoh masyarakat tidak hadir di dalam media sosial maka akan sulit.

Menurutnya, pesan damai dan persatuan, serta pesan yang kritikal akan kalah dengan banjir informasi di media sosial dan internet jika para tokoh ini tidak aktif di wilayah tersebut.

Selain itu, para tokoh agama dan tokoh masyarakat ini bisa lebih aktif juga untuk ikut meminimalisasi gerakan-gerakan kelompok agama yang lebih ekstrem.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tim SAR Gabungan Dapatkan 14 Bagian Tubuh dan 3 Serpihan Kecil Sriwijaya Air SJ-182

SAR gabungan pada operasi pencarian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada hari ke-11sebanyak 14 bagian tubuh penumpang dan 3 serpihan kecil pesawat.

NASIONAL | 19 Januari 2021

260 Rumah di Kota Malang Terendam Banjir

Hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil pada Senin (18/1/2021), pukul 17.00 WIB, menyebabkan banjir di Kota Malang.

NASIONAL | 19 Januari 2021

6.619 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Pekalongan

Sebanyak 6.619 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah akibat hujan dengan intensitas tinggi.

NASIONAL | 19 Januari 2021

Perencanaan Tata Ruang Kurangi Dampak Buruk Bencana

Masyarakat juga perlu dibekali dengan informasi yang akurat, dengan sistem peringatan dini atau early warning system.

NASIONAL | 19 Januari 2021

Bantu Banjir Kalsel, Sahroni Kirim Ribuan Paket Bantuan

Bencana banjir yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) menyebabkan kerugian yang sangat besar masyarakat, baik secara fisik maupun materiil.

NASIONAL | 19 Januari 2021

KPK Minta Masyarakat Waspadai Beredarnya Surat Tugas dan Edaran Palsu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan surat tugas dan surat edaran di wilayah Provinsi Papua mengatasnamakan KPK merupakan palsu.

NASIONAL | 19 Januari 2021

Masyarakat Jangan Abaikan PPKM dan Protokol Kesehatan

Masyarakat terus dihimbau untuk terus menjalankan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan protokol kesehatan.

NASIONAL | 19 Januari 2021

Kasus Suap PT Merial Esa, KPK Periksa Mantan Kepala Bakamla

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Arie Soedewo.

NASIONAL | 19 Januari 2021

Bayi Kembar Siam Akan Jalani Operasi Pemisahan di RSUP Adam Malik Medan

Bayi kembar siam bernama Adam dan Aris, yang berasal dari Labuhan Batu, akan menjalani operasi pemisahan di RSUP Haji Adam Malik.

NASIONAL | 19 Januari 2021

Kapal Rumah Sakit AL Lakukan Operasi Patah Tulang Korban Gempa Sulbar

KRI SHS-990 melakukan operasi patah tulang pasien korban gempa Mamuju, Selasa (19/01/2021) karena sejumlah fasilitas kesehatan di Mamuju rusak akibat gempa.

NASIONAL | 19 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS