Kasus Suap Juliari, Vendor Bansos Diduga Beli Sembako dari Pihak Ketiga
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (0.13)   |   COMPOSITE 6289.65 (-10.34)   |   DBX 1346.19 (-0.83)   |   I-GRADE 181.205 (-0.24)   |   IDX30 507.3 (-1.52)   |   IDX80 137.13 (-0.74)   |   IDXBUMN20 404.453 (-2.76)   |   IDXESGL 139.923 (-0.24)   |   IDXG30 143.928 (-0.44)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-0.73)   |   IDXQ30 145.336 (-0.08)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-0.72)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.38)   |   IDXV30 137.088 (-1.88)   |   INFOBANK15 1041.31 (6.61)   |   Investor33 435.377 (-0.06)   |   ISSI 184.679 (-0.96)   |   JII 634.506 (-5.6)   |   JII70 224.071 (-1.58)   |   KOMPAS100 1224.8 (-3.59)   |   LQ45 952.541 (-3.31)   |   MBX 1705.32 (-3.11)   |   MNC36 322.487 (-0.35)   |   PEFINDO25 325.966 (-1.13)   |   SMInfra18 310.375 (-2.65)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-0.14)   |  

Kasus Suap Juliari, Vendor Bansos Diduga Beli Sembako dari Pihak Ketiga

Kamis, 21 Januari 2021 | 18:18 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin membuka tabir dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang melibatkan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara. Dari proses penyidikan terungkap sebagian rekanan atau vendor pengadaan tak memiliki kompetensi untuk menyediakan sembako yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Bahkan, terdapat sejumlah vendor yang membeli sembako di pihak ketiga.

Dugaan tersebut didalami penyidik saat memeriksa Lucky Falian dari PT Agri Tekh sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Juliari dan kawan-kawan, Rabu (20/1/2021) kemarin. PT Agri Tekh diduga menjadi tempat pembelian sembako oleh beberapa vendor pengadaan bansos.

"Dikonfirmasi oleh tim Penyidik KPK terkait dengan pengetahuan saksi mengenai kegiatan PT Agri Tekh sebagai tempat pembelian barang oleh beberapa perusahaan pemegang kontrak dalam rangka pengadaan Bansos di Kemsos TA 2020," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (21/1/2021).

Selain itu, tim penyidik juga mencecar Lucky terkait sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara ini. "Yang bersangkutan dikonfirmasi terkait sejumlah dokumen yang berhubungan dengan perkara ini," kata Ali.

Diberitakan, KPK menetapkan Juliari Batubara selaku Mensos bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian IM dan Harry Sidabuke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Diberitakan, KPK menetapkan Juliari P Batubara selaku Mensos bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian I M dan Harry Sidabuke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kemsos tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. Juliari selaku Menteri Sosial menujuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan.

Diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kemsos melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa penyuplai sebagai rekanan, di antaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus.

Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.
Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksinasi Covid-19 di Mebidang Ditargetkan Rampung Akhir Januari

Dinkes Sumut menyatakan, belum ada kendala yang dihadapi vaksinator dalam melakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Pemprov Sumut Optimistis PPKM Tekan Penyebaran Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 Sumut terus menggencarkan operasi yustisi untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Salurkan Donasi Program Pendidikan dan Kesehatan, Askrindo Gandeng Baznas

Askrindo menggandeng Baznas dalam upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya mustahik.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Begini Cara Joko Mogoginta Alirkan Dana TPS Food ke Perusahaan Terafiliasi

Joko Mogoginta menjadi pemegang saham di tiga perusahaan yang menjadi distributor produk PT TPS Food saat ia menjabat sebagai direktur utama.

NASIONAL | 21 Januari 2021

KPK Usut Dugaan Korupsi Mesin Giling Tebu di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI

PTPN XI memiliki 15 pabrik gula termasuk Pabrik Gula Djatiroto.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Mantan Wakapolri Oegroseno Minta Kapolri Baru Gaungkan Reformasi Kultural

Menurut Komjen {purn) Oegroseno, budaya atau karakter Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat harus dominan dan diprioritaskan.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Terminal Jadi Tempat Mengungsi Korban Banjir di Banjarmasin

Sebanyak 477 jiwa dari 145 keluarga yang mengungsi di Terminal Induk di Jalan Pramuka, Banjarmasin.

NASIONAL | 21 Januari 2021

OVO Galang Donasi Pendidikan untuk Siswa di Papua

Seluruh donasi yang terkumpul, akan akan disalurkan dan digunakan untuk beasiswa pendidikan anak-anak di pedalaman Papua.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Dua Penyelundup Benih Lobster Ditangkap Ditpolairud Polda Banten

Dua pelaku penyelundupan benih lobster ditangkap oleh petugas Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten.

NASIONAL | 21 Januari 2021

MK Catat UU Penanganan Covid-19 dan UU Ciptaker Paling Banyak Digugat

UU Penanganan Covid-19 dan UU Ciptaker tercatat paling banyak dimintakan untuk diuji sepanjang 2020.

NASIONAL | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS