PPKM di Jawa-Bali Belum Efektif Tekan Kasus Positif Covid-19
Logo BeritaSatu

PPKM di Jawa-Bali Belum Efektif Tekan Kasus Positif Covid-19

Kamis, 21 Januari 2021 | 18:59 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Ternyata penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum efektif menekan kasus positif Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melihat hampir setengah zona merah di Indonesia berasal dari kabupaten/kota di kedua pulau ini.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan jika melihat lebih spesifik pada perkembangan zonasi risiko di Pulau Jawa dan Bali, maka terdapat perkembangan ke arah yang tidak diharapkan selama 4 pekan terakhir.

“Tren perkembangan zonasi risiko di Pulau Jawa dan Bali ini sempat mengalami penurunan zonasi merah pada tanggal 3 Januari 2021, yaitu dari 41 kabupaten/kota menjadi 32 kabupaten/kota,” kata Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan pers di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Namun kemudian, lanjut Wiku, angka kabupaten/kota yang berada di zonasi merah meningkat menjadi 52 kabupaten/kota.

“Ini berarti, hampir setengah zona merah di Indonesia berasal dari kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Sampai saat ini, ada 108 kabupaten/kota yang berada di zona merah di Indonesia,” ujar Wiku Adisasmito.

Bila dilihat dari 73 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM, Wiku mengatakan per 17 Januari 2021, terdapat 49 kabupaten/kota yang berada di zona merah. Lalu ada 30 kabupaten/kota dengan zona oranye dan 4 kabupaten/kota di zona kuning. Angka ini meningkat jumlahnya pada zona merah dan oranye dibandingkan pekan sebelumnya.

Hal ini menandakan bahwa kebijakan intervensi PPKM yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali yang sudah berlangsung selama satu minggu masih harus terus dioptimalkan.

“Kita masih memiliki harapan besar pada intervensi pemberlakuan pembatasan kegiatan ini. Ini baru satu minggu pelaksanaan, dampak dari intervensi baru akan terlihat pada minggu ketiga intervensi dilakukan,” terang Wiku Adisasmito.

Menurutnya kondisi ini masih dapat diperbaiki secara lebih efektif, apabila PPKM dilaksanakan dengan disiplin dan serius. Apabila tidak, maka pemerintah akan terus memperpanjang PPKM agar menjadi efektif sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

Selain itu, kata Wiku, kondisi ini dapat diperbaiki apabila upaya penanganan dilakukan dengan sangat maksimal. Kunci untuk memperbaiki penanganan ini adalah dengan meningkatkan PCR di laboratorium dan memperluas cakupan penelusuran kontak erat.

Jika ada daerah yang kesulitan menggunakan pemeriksaan PCR, maka dapat dilakukan dengan menggunakan rapid test antigen terlebih dahulu sebagai upaya skrining.

“Dengan dua hal ini, maka kasus akan lebih cepat untuk dideteksi, sehingga mencegah laju penularan yang lebih tinggi lagi,” ungkap Wiku Adisasmito.

Namun secara bersamaan dengan dua upaya ini, menurut Wiku, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga menjadi kunci untuk meningkatkan kesembuhan dan mencegah kematian. Dengan begitu zonasi risiko yang ada dapat berpindah ke zona yang lebih aman yaitu zona kuning dan zona hijau.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejaksaan Agung Periksa Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan

Kejaksaan Agung memeriksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan terkait dugaan Tipikor di lembaga tersebut.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Sepekan Usai Divaksin, Bupati Sleman Positif Covid-19

Dalam pesan tertulisnya, Sri Purnomo menyampaikan kondisi dirinya tidak mengalami gejalan apapun.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Polda Sumut Kirim Bantuan Sembako ke Sulbar dan Kalsel

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polda Sumut terhadap para korban bencana alam di Sulbar dan Kalsel.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Kejagung Periksa Mantan Dirut PT Asabri

Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Mensos Kembali Berdayakan Tunawisma di Bekasi

Mereka akan dipekerjakan sebagai pekerja proyek di Waskita Karya.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Kebut Vaksinasi Covid-19, Jateng Tambah Sesi Penyuntikan

Jumlah tenaga kesehatan yang disuntik vaksin paling banyak mencapai 45 orang per hari.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Kasus Suap Juliari, Vendor Bansos Diduga Beli Sembako dari Pihak Ketiga

Dari proses penyidikan terungkap sebagian rekanan atau vendor pengadaan tak memiliki kompetensi untuk menyediakan sembako.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Vaksinasi Covid-19 di Mebidang Ditargetkan Rampung Akhir Januari

Dinkes Sumut menyatakan, belum ada kendala yang dihadapi vaksinator dalam melakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Pemprov Sumut Optimistis PPKM Tekan Penyebaran Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 Sumut terus menggencarkan operasi yustisi untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Salurkan Donasi Program Pendidikan dan Kesehatan, Askrindo Gandeng Baznas

Askrindo menggandeng Baznas dalam upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya mustahik.

NASIONAL | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS