KPAI: Baru 20% Sekolah Gunakan Kurikulum Darurat Selama Pandemi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (3.49)   |   COMPOSITE 6258.75 (33.25)   |   DBX 1361.34 (0.42)   |   I-GRADE 179.18 (1.41)   |   IDX30 502.509 (3.5)   |   IDX80 134.874 (0.99)   |   IDXBUMN20 393.542 (2.29)   |   IDXESGL 138.721 (1.04)   |   IDXG30 140.869 (0.73)   |   IDXHIDIV20 444.908 (3.39)   |   IDXQ30 144.657 (0.96)   |   IDXSMC-COM 296.3 (1.57)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (4.05)   |   IDXV30 132.413 (2.15)   |   INFOBANK15 1051.36 (5.92)   |   Investor33 433.839 (2.98)   |   ISSI 179.41 (1.13)   |   JII 608.801 (4.3)   |   JII70 214.954 (1.52)   |   KOMPAS100 1205.85 (8.78)   |   LQ45 941.363 (6.94)   |   MBX 1692.14 (10.5)   |   MNC36 321.868 (2.02)   |   PEFINDO25 321.871 (0.09)   |   SMInfra18 304.318 (4.08)   |   SRI-KEHATI 368.746 (2.68)   |  

KPAI: Baru 20% Sekolah Gunakan Kurikulum Darurat Selama Pandemi

Kamis, 21 Januari 2021 | 19:06 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Selama pandemi Covid-19, proses pembelajaran lebih banyak dilakukan dengan prinsip pelaksanaan belajar dari rumah (BDR). Untuk mendorong pelaksanaannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pun mengeluarkan Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 yang mengatur agar pada pembelajaran yang lebih bermakna dan tidak mengejar target pencapaian kurikulum. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga mendorong penggunaan kurikulum darurat.

Menurut data Kemdikbud, kurikulum darurat telah digunakan di 50% di satuan pendidikan. Sedangkan untuk daerah tertinggal kebanyakan masih menggunakan Kurikulum 2031 (K-13). Sementara secara nasional 42,7% sekolah telah menggunakan kurikulum kondisi khusus atau kombinasi dengan K-13.

Namun, data itu dibantah oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti. Retno mengatakan, berdasarkan pengawasan langsung dari KPAI terkait dengan pedoman pelaksanaan kurikulum satuan pendidikan dalam kondisi khusus atau darurat, ditemukan fakta yang jauh berbeda. Hanya sekitar 20% satuan pendidikan yang menjalankan kurikulum darurat.

“Jadi angka survei kami (KPAI), jumlahnya 20%. Ternyata ketika kami tanya kenapa tidak menggunakan skema kurikulum yang lebih ringan, guru menjawab pedoman tersebut hanya standar isi yang diubah, tetapi standar penilaian dan kelulusan tidak diubah,” kata Retno dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Panja Pembelajaran Pendidikan Komisi X DPR secara daring, Kamis (21/1/2021).

Menurut Retno, sebaiknya dalam kurikulum darurat, standar kelulusan dan penilaian harus diubah sehingga semua guru mau menggunakan. Apalagi saat ini banyak daerah sedang dalam situasi pascabencana. Kurikulum darurat tentu sangat diperlukan.

“Jadi karena pandeminya se-Indonesia, kami mendorong gunakan itu menyeluruh. Ini harus dievaluasi oleh Kemdikbud karena data di lapangan kami tidak berjalan maksimal,” ujarnya.

Asesmen
Sementara itu, dengan adanya SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kemdikbud, Totok Suprayitno, berharap aktivitas belajar dapat bervariasi sesuai dengan minat, kondisi siswa, dan juga konteks lokal di sekolah tersebut. Untuk itu, Kemdikbud mendorong umpan balik yang berasal dari asesmen tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi kualitatif dengan memperhatikan, kesejahteraan psikologis dari siswa dan guru.

Totok menyebutkan, ada beberapa kebijakan mendukung yang telah terlaksana. Di antaranya adalah relaksasi pemanfaatan dana bantuan operasional sekolah (BOS), program belajar dari rumah di TVRI, pemanfaatan platform pembelajaran, dan laman guruberbagi.kemdikbud.go.id.

Selain itu, ada pula modul asesmen diagnostik untuk membantu mengidentifikasi hilangnya pengalaman kemampuan belajar anak akibat kurangnya optimal belajar, kurikulum kondisi khusus atau darurat, modul literasi pembelajaran literasi dan numerasi, dan bantuan kuota internet.

Untuk mengetahui kondisi lapangan, Totok menuturkan, Kemdikbud melakukan survei pada 13 November hingga 17 Desember 2020 dengan responden kepala satuan pendidikan (3.077 orang), guru (11.306 orang), siswa (24.158 orang), dan orangtua (19.100 orang)

Terkait dengan BDR, guru yang pada awal pandemi hanya fokus memberikan tugas, saat ini mulai beradaptasi dan melakukan variasi penugasan. Ini menunjukkan adanya strategi baru dalam pembelajaran yakni kombinasi antara pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring dan luring.

“Kalau dilihat dari perangkat, handphone dan laptop sangat dominan sebagai alat dalam belajar daring,” ujarnya.

Untuk itu, Totok menyebutkan, bantuan kuota internet sangat penting, apalagi khusus daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) karena mayoritas siswa BDR menggunakan data seluler hingga 80%.

“Bantuan kuota menjadi tulang punggung ketika akses BDR ini,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

P2G Minta Kemdikbud Perinci Zona Sekolah yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Dengan perincian data seperti itu, sekolah pun dapat dipantau untuk betul-betul melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

NASIONAL | 21 Januari 2021

Peka, Peringatan Dini Bencana Berbasis Kecerdasan Buatan Karya BPPT

Peka bisa membantu mempercepat proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan peringatan dini tsunami yang dilakukan BMKG.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Tambah 456, Kasus Harian Covid-19 di Yogyakarta Pecahkan Rekor

Dengan penambahan sebanyak 456, maka total kasus terkonfirmasi Covid-19 di DI Yogyakarta menjadi 18.258 orang.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Pemolisian Masyarakat Dinilai Perkuat Daya Tahan Warga

Faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya ekstrimisme tersebut kompleks dan multiaspek.

NASIONAL | 21 Januari 2021

SIG Prioritaskan Bantuan Medis untuk Korban Gempa Sulbar

SIG memberikan bantuan peralatan medis serta logistik untuk para pengungsi yang menjadi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Putusan Sengketa Pilkada, MK Miliki Waktu Maksimal 45 Hari

Mahkamah Konstitusi memiliki waktu paling lama 45 hari kerja dalam memutuskan perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah.

NASIONAL | 21 Januari 2021

DPN Indonesia Gelar Ujian Profesi Advokat 30 Januari 2021

Ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh lulusan fakultas hukum.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Mendes PDTT Yakini SDGs Desa Percepat Pembangunan Desa

Mendes PDTT meyakini konsep SDGs Desa bisa membantu mempercepat penanganan pembangunan pada berbagai permasalahan desa.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Berhasil Dipisahkan

Kondisi bayi kembar siam Adam dan Aris setelah menjalani operasi pemisahan di Haji Adam Malik Medan, masih stabil.

NASIONAL | 21 Januari 2021

10 Februari, KRL Solo-Yogyakarta Mulai Beroperasi

KRL Solo-Yogyakarta akan mulai beroperasi pada 10 Februari 2021 mendatang setelah selesai masa uji coba yang direncanakan berlangsung hingga 7 Februari 2021.

NASIONAL | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS