Berdayakan Start-Up, LPDB-KUMKM Gelar Program Inkubator Wirausaha
Logo BeritaSatu

Berdayakan Start-Up, LPDB-KUMKM Gelar Program Inkubator Wirausaha

Jumat, 22 Januari 2021 | 08:44 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) membuka rekrutmen program Inkubator Wirausaha pada 3 Desember 2020 hingga 31 Januari 2021.

Melalui program ini, LPDB-KUMKM berencana untuk bekerja sama dengan 10 inkubator wirausaha.

Tenant yang akan dilakukan inkubasi sebanyak 250 tenant dengan masing-masing inkubator sebanyak 25 tenant," kata Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (20/1/2021).

Sasaran tenant, lanjut Jaenal, telah memiliki produk, penyusunan panduan kurikulum inkubasi, fokus pada koperasi sebagai tenant atau wadah berkumpulnya para tenant.

Terdapat sejumlah terobosan dalam pelaksanaan program ini. Misalnya, beberapa kriteria persyaratan yang sudah diperbaharui dan penggunaan sistem aplikasi berbasis teknologi informasi.

"Yaitu, RiDi (Room for Incubation Development Over Internet) dalam proses rekrutmen tenant," jelas Jaenal.

Dengan adanya aplikasi digital, diharapkan ekosistem pada Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM dapat saling terhubung untuk mempercepat proses dan meningkatkan efisiensi pelaksanaan.

Sistem ini juga akan terdiri dari manajemen alur perekrutan inkubator dan tenant, manajemen agenda kegiatan dan pelatihan, manajemen sistem pelatihan/pengajaran (LMS), modul monitoring inkubator dan tenant, serta modul pelaporan dan analisis.

Jaenal menjelaskan, LPDB-KUMKM akan memfasilitasi 10 inkubator terpilih masing-masing Rp 250 juta dengan pola reimbursement yang dilakukan pada masa inkubasi selama 6 bulan.

LPDB-KUMKM juga telah memiliki rencana kerja selama lima tahun program Inkubator Wirausaha. Program ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keinovasian dan terwujudnya daya adaptif koperasi dan UMKM di era new normal.

"Visi program juga telah ditetapkan yaitu hingga tahun 2024, diharapkan inkubator wirausaha dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk 2.000 orang dengan misi perluasan lapangan kerja dan meningkatkan inovasi serta menciptakan model inkubasi,” jelas Jaenal.

Di tahun 2020, LPDB-KUMKM telah bekerja sama dengan 5 inkubator.

Di antaranya adalah Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha (BIIW) Unibraw (Malang, Jawa Timur), Pusat Inkubator Bisnis (PIBI) IKOPIN (Bandung, Jawa Barat), IBT Universitas Tanjung Pura (Pontianak, Kalimantan Barat). Terdapat pula InnoCircle Initiative (Banyumas, Jawa Tengah), dan Siger Innovation Hub (Lampung).

Fokus Berkoperasi

Lebih lanjut, Jaenal berharap potensi usaha rintisan (start-up) yang kini giat dikembangkan oleh kalangan muda, tetap dikelola anak bangsa sehingga dapat memajukan ekonomi negeri ini. Ini menjadi alasan mengapa LPDB-KUMKM menggagas kegiatan inkubator.

“Kami berharap mereka tidak menjadi besar karena investor. Jangan sampai disuntik modal besar oleh investor, kemudian owner (pemilik usaha) tidak bisa tambah modal, akhirnya terdelusi dan bisnis tersebut dikuasai penyuntik modal,” ujar Jaenal.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga bertujuan membentuk karakter inkubasi yang berbasis koperasi sebagaimana fokus Kementerian Koperasi dan UKM serta LPDB-KUMKM.

"Dengan azas dasar koperasi yang kekeluargaan, keuntungan dari sebuah bisnis rintisan pada akhirnya akan memberi manfaat kepada seluruh anggota atau tenant yang bergabung," tukas Jaenal.

Ia berharap koperasi besar menjadi inkubator yang akan membantu para tenant untuk menjalankan usaha dan menjadi besar, secara bersama-sama. Namun, lanjut Jaenal, ternyata tidak mudah mendapatkan koperasi yang mau menggelontorkan dana kepada para tenant.

“Ternyata nggak mudah. Pertama, sangat susah mendapatkan inkubator berbasis koperasi. Kedua, hasil dari inkubator yang mendapatkan tenant-tenant terbaik dan kemudian dibiayai koperasi juga tidak mudah,” kata Jaenal.

Sebaliknya, LPDB-KUMKM justru memiliki misi membangun kesadaran berkoperasi untuk mencapai kemajuan secara bersama, membangun koperasi tersebut menjadi badan usaha yang semakin besar.

“Kita ingin mengembangkan koperasi berbasis start-up yang tumbuh karena kebutuhan untuk tumbuh. Kita ingin menciptakan koperasi yang memiliki usaha berbasis anak muda yang memang berkumpul karena punya misi bersama,” kata Jaenal.

Pada akhirnya, LPDB-KUMKM mendorong pelaku usaha rintisan, atau para tenant yang terpilih dalam kegiatan inkubator, bergabung menjadi komunitas dan akhirnya membentuk koperasi. Langkah ini telah dijalankan pada Kegiatan Inkubator 2020.

“Para inkubator wirausaha yang terpilih telah melakukan inkubasi kepada 125 tenant dengan masing-masing inkubator melakukan inkubasi sebanyak 25 tenant. Kami berharap tenant yang telah diinkubasi oleh inkubator wirausaha ke depannya dapat membentuk sebuah koperasi,” pungkas Jaenal.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pascagempa, BPPT Kaji Cepat Wilayah untuk Perkuat Rekonstruksi Sulbar

Secara histori, gempa di Sulbar pernah terjadi pada 1967, 1969, dan 1984 yang diikuti tsunami.

NASIONAL | 21 Januari 2021

KPAI: Baru 20% Sekolah Gunakan Kurikulum Darurat Selama Pandemi

Sebaiknya dalam kurikulum darurat, standar kelulusan dan penilaian harus diubah sehingga semua guru mau menggunakannya.

NASIONAL | 21 Januari 2021

P2G Minta Kemdikbud Perinci Zona Sekolah yang Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Dengan perincian data seperti itu, sekolah pun dapat dipantau untuk betul-betul melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

NASIONAL | 21 Januari 2021

Peka, Peringatan Dini Bencana Berbasis Kecerdasan Buatan Karya BPPT

Peka bisa membantu mempercepat proses pengambilan keputusan untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan peringatan dini tsunami yang dilakukan BMKG.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Tambah 456, Kasus Harian Covid-19 di Yogyakarta Pecahkan Rekor

Dengan penambahan sebanyak 456, maka total kasus terkonfirmasi Covid-19 di DI Yogyakarta menjadi 18.258 orang.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Pemolisian Masyarakat Dinilai Perkuat Daya Tahan Warga

Faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya ekstrimisme tersebut kompleks dan multiaspek.

NASIONAL | 21 Januari 2021

SIG Prioritaskan Bantuan Medis untuk Korban Gempa Sulbar

SIG memberikan bantuan peralatan medis serta logistik untuk para pengungsi yang menjadi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Putusan Sengketa Pilkada, MK Miliki Waktu Maksimal 45 Hari

Mahkamah Konstitusi memiliki waktu paling lama 45 hari kerja dalam memutuskan perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah.

NASIONAL | 21 Januari 2021

DPN Indonesia Gelar Ujian Profesi Advokat 30 Januari 2021

Ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh lulusan fakultas hukum.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Mendes PDTT Yakini SDGs Desa Percepat Pembangunan Desa

Mendes PDTT meyakini konsep SDGs Desa bisa membantu mempercepat penanganan pembangunan pada berbagai permasalahan desa.

NASIONAL | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS