Pendiri PT Dua Putra Perkasa Segera Diadili Atas Dugaan Suap Kepada Edhy Prabowo
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Pendiri PT Dua Putra Perkasa Segera Diadili Atas Dugaan Suap Kepada Edhy Prabowo

Jumat, 22 Januari 2021 | 20:47 WIB
Oleh : Fana Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri PT Dua Putra Perkasa, Suharjito bakal segera duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor Jakarta. Hal ini seiring dengan langkah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat Suharjito.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, berkas perkara Suharjito yang disangka sebagai pemberi suap kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo itu telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan tersangka Suharjito ke tahap penuntutan atau tahap II.

"Setelah dinyatakan berkas perkara lengkap atau P21, Hari ini, Jumat (22/01/2021), Tim Penyidik melaksanakan Tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama tersangka SJT (Suharjito) kepada Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum)," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (22/1/2021).

Dengan pelimpahan ini, kewenangan penahanan terhadap Suharjito dilanjutkan kepada tim Jaksa Penuntut selama 20 hari terhitung sejak 22 Januari 2021 sampai dengan 10 Februari 2021 di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih.

Seiring dengan itu, tim Jaksa Penuntut memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap Suharjito. Nantinya, surat dakwaan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan. "Persidangan akan digelar di PN Tipikor Jakarta Pusat," kata Ali.

Untuk merampungkan berkas perkara Suharjito, tim penyidik telah memeriksa sekitar 53 orang saksi, termasuk Edhy Prabowo dan pihak-pihak terkait lainnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selain itu, selama proses penyidikan telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 53 orang saksi diantaranya Tsk EP dan pihak-pihak terkait di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam proses penyidikan ini terungkap, Suharjito diduga tak hanya menyuap Edhy dan staf khususnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk memperlancar usahanya sebagai eksportir benur, Suharjito juga diduga memberikan uang kepada pihak-pihak tertentu di beberapa wilayah di Indonesia.

Diketahui, KPK menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua stafsusnya Safri dan Andreau Pribadi Misata; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi; staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih; dan Amiril Mukminin sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur. Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.

Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur yang jasa pengangkutannya hanya dapat menggunakan PT Aero Citra Kargo.

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020. Saat itu, Edhy Prabowo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk kedua stafsusnya, Andreau Pribadi Misata dan Safri sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence). Salah satu tugas dari Tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur.

Selanjutnya, pada awal bulan Oktober 2020, Suharjito datang ke lantai 16 kantor KKP dan bertemu dengan Safri. Dalam pertemuan tersebut, terungkap untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK (Aero Citra Kargo) dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Atas kegiatan ekspor benih lobster yang dilakukannya, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564. Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, sebagian uang tersebut, yakni sebesar Rp 3,4 miliar ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhy.

Uang itu, diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, isitrinya IIs Rosita Dewi, Safri, dan Andreu Pribadi Misata. Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi di Honolulu AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta. Sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawaii, di antaranya jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kadinsos Kabupaten Serdang Bedagai Terjaring OTT

Penyidik masih melakukan pendalaman perkara.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Per 21 Januari, Sebanyak 132 ribu Tenaga Kesehatan Telah Divaksin

Hingga saat ini, ada sebanyak 132 ribu tenaga kesehatan telah divaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Penetapan Paslon Terpilih Pilkada Pandeglang dan Kota Tangsel Ditunda

Penetapan paslon terpilih hasil Pilkada serentak di Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangerang Selatan.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Ini Alasan Mengapa Vaksinasi Covid-19 Dilakukan Dua Kali

Guna membentuk kekebalan seseorang terhadap virus Covid-19 diperlukan dua kali vaksinasi.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online di Puncak

Pelaku bermodus penyediaan jasa PSK melalui aplikasi penginapan dengan mengantar ke vila-vila sesuai permintaan dari pelanggan.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Bupati Sleman Terinfeksi Covid-19 Kendati Sudah Divaksinasi, Ini Penjelasan Kementerian Kesehatan

Bupati Sleman Sri Purnomo kemungkinan telah terinfeksi Covid-19 saat menjalani vaksinasi pada Kamis (14/1/2021).

NASIONAL | 22 Januari 2021

MA Sebut Hanya 8 Persen PK Koruptor yang Dikabulkan

MA menyebut hanya 8 persen permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana korupsi yang dikabulkan Majelis Hakim PK.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Kejaksaan Agung Periksa Dua Direktur BPJS Ketenagakerjaan

Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan berinisial MKS dan Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan berinisial EA.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Masa Penahanan Edhy Prabowo dan 3 Tersangka Ekspor Benur Diperpanjang

Edhy Prabowo dkk bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 22 Februari 2020 mendatang.

NASIONAL | 22 Januari 2021

Mendikbud Dorong Daerah 3T Segera Pembelajaran Tatap Muka

Di wilayah 3T yang belum tersambung internet, berisiko loss of learning atau kehilangan pengalaman belajar.

NASIONAL | 22 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS