Anggota DPR Menduga Banjir Kalsel Akibat Eksplorasi Hutan
Logo BeritaSatu

Anggota DPR Menduga Banjir Kalsel Akibat Eksplorasi Hutan

Minggu, 24 Januari 2021 | 08:08 WIB
Oleh : FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IV DPR Hermanto menyoroti adanya aktivitas eksplorasi dan perambahan hutan yang berlebihan oleh sejumlah pihak yang berkontribusi terhadap beragam bencana seperti banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Hermanto dalam rilis di Jakarta, Minggu (24/1/2021), menegaskan bahwa akar dari permasalahan ini adalah perbuatan pribadi atau korporasi yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya, tetapi ingin menikmati hak-hak yang dimiliki.

"Kalau kita tidak memperhatikan bagaimana menjaga lingkungan, hal ini bisa menyebabkan eksplorasi hutan yang berlebih-lebihan yang mengakibatkan terjadinya longsor dan banjir," kata Hermanto.

Ia mengingatkan bahwa masih ada kasus terkait sektor kehutanan seperti membangun di kawasan air, tidak memperbaiki tebingan, dan tidak memperhatikan ekosistem kawasan hutan di beragam daerah.

Selain itu, ujar dia, adanya kepemilikan lahan di hutan yang sangat eksploratif, yang jumlah penguasaannya sangat luas dan kemudian dieksplorasi sedemikian rupa, juga mengakibatkan eskalasi deforestasi dan mencari manfaat untuk kepentingan korporasi tanpa melakukan reklamasi (reboisasi).

Hermanto mengatakan harus ada kebijakan dan penjelasan yang mendalam mengenai sebab terjadinya peristiwa banjir ini.

"Kita harus melihat sebabnya apa, inilah yang seharusnya kita dalami sehingga informasi terkait faktor, variabel, kendala, dan solusi banjir ini dapat diidentifikasi," katanya.

Menurut dia, persoalan bencana ini sangat multidimensi, aspeknya sangat besar dan luas sehingga tidak bisa dihadapi dengan cara-cara yang reaktif serta harus ada sebuah kebijakan yang komprehensif.

Sebagai penutup, Hermanto mengingatkan pemerintah untuk mengajak rakyat melakukan penanaman kembali pada hutan dan daerah aliran sungai, serta mengingatkan untuk tidak membuat bangunan-bangunan pada pinggir sungai serta tebing yang dapat menyebabkan banjir terulang lagi.

Sebagaimana diwartakan, penyempitan kawasan hutan telah meningkatkan risiko banjir di Kalimantan Selatan menurut hasil analisis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengenai penyebab banjir yang melanda wilayah provinsi itu pada 12-13 Januari 2021.

Analisis Lapan menunjukkan adanya kontribusi penyusutan hutan 10 tahun terakhir terhadap peningkatan risiko banjir di wilayah Kalimantan Selatan.

Data tutupan lahan menunjukkan bahwa dari tahun 2010 sampai 2020 terjadi penyusutan luas hutan primer, hutan sekunder, sawah, dan semak belukar masing-masing 13.000 hektare (ha), 116.000 ha, 146.000 ha, dan 47.000 ha di Kalimantan Selatan.

Sedangkan area perkebunan di wilayah itu menurut data perubahan tutupan lahan luasnya bertambah hingga 219.000 ha.

"Perubahan penutup lahan dalam 10 tahun ini dapat memberikan gambaran kemungkinan terjadinya banjir di DAS Barito, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu masukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana banjir di kemudian hari," kata Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lapan M Rokhis Khomaruddin.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

27 Orang Positif Covid-19, Guru Pesantren di Mukomuko Tolak Tes Usap

Terkonfirmasi 27 orang positif Covid-19 Pondok Pesantren Al Iman Kecamatan Air Manjuto.

NASIONAL | 24 Januari 2021

BNPB Catat 197 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun

Serangkaian bencana di awal tahun 2021 menyebabkan 184 orang meninggal dunia.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Positif Covid-19, 12 Pengungsi Sulbar Batal Dipulangkan

Dinsos Sulsel mencatat 12 orang korban gempa Sulawesi Barat yang mengungsi ke Sulawesi Selatan, gagal dipulangkan karena terkonfirmasi positif Covid-19.

NASIONAL | 23 Januari 2021

Dirut Batik Air Meninggal Dunia

Achmad Luthfie meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Tangerang, Sabtu (23/1/2021).

NASIONAL | 23 Januari 2021

Dirjen PPKL, KLHK RM Karliansyah: Hanya 5,79% Luas IPPKH Tambang di Kalsel

Adanya polemik tentang analisis banjir Kalsel dapat dipahami, karena ada keinginan secara cepat mencari sebab dan untuk segera mengatasinya.

NASIONAL | 23 Januari 2021

BMKG Sulut: Cuaca Kondusif tetapi Masyarakat Harus Tetap Waspada

Cuaca Sulut beberapa hari ke depan diperkirakan kondusif tapi masyarakat diingatkan tetap waspada.

NASIONAL | 23 Januari 2021

Ketua DPD Minta Pengawasan Perbatasan Negara Diperketat

La Nyalla menilai, wilayah perbatasan negara sangat rentan dengan berbagai permasalahan sosial.

NASIONAL | 23 Januari 2021

Menhub: GeNose Digunakan di Stasiun Kereta Api Mulai 5 Februari

Pemerintah mendorong penggunaan GeNose di simpul-simpul transportasi umum seperti stasiun, bandara, pelabuhan, dan terminal.

NASIONAL | 23 Januari 2021

La Nyalla: Ibu Mega Memberikan Warna Kehidupan Politik di Tanah Air

LaNyalla sampaikan doa di hari ulang tahun (HUT) ke-74 Megawati Soekarnoputri.

NASIONAL | 23 Januari 2021

BPP GMIT Jakarta Peduli Pendidikan di NTT

Panitia menyerahkan bantuan kepada 131 mahasiswa asal NTT dari 10 kampus yang ada di Jabodetabek dan 7 anak panti asuhan di Gunung Sindur, Bogor.

NASIONAL | 23 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS