Teluk Jakarta, Minamata, dan Membenahi 13 DAS
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Teluk Jakarta, Minamata, dan Membenahi 13 DAS

Minggu, 24 Januari 2021 | 09:22 WIB
Oleh : Heriyanto / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini nelayan-nelayan Jakarta Utara yang tersebar di Kalibaru, Marunda, Cilincing, Kamalmuara, dan Muara Angke mengaku menangkap ikan harus membawa perahu jauh ke tengah laut, namun dengan risiko biaya bahan bakar lebih mahal terlebih lagi, termasuk harus menghadapi kondisi cuaca di tengah laut yang sulit diprediksi.

Asep (40) mengaku kalau penghasilan harian dari mencari kerang sepuluh tahun lalu sanggup mencapai Rp 200 ribu, namun kini hanya bisa mengantongi Rp 50 ribu. Sebenarnya menurut dia, kalau dipaksa bekerja satu hari penuh bisa menghasilkan Rp 100 ribu, namun tentunya membutuhkan fisik yang prima.

Para nelayan mengaku kualitas perairan yang semakin buruk menjadi penyebab turunnya hasil tangkapan. Menurut mereka di dasar laut Teluk Jakarta kini sudah penuh dengan lumpur membuat sulit untuk memanen kerang. Mereka akhirnya lebih memilih ke perairan dengan kedalaman di atas 15 meter tentunya dengan berbagai risiko.

Soal kerusakan lingkungan ini juga dapat dilihat dari matinya ribuan ikan di pesisir Teluk Jakarta sepanjang 2020 yang mencapai lima kasus. Kasus kematian ikan itu terjadi di perairan Marunda, Kalibaru dan Cilincing.

Peristiwa itu membuat Sudin Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), Dinas Kebersihan, serta Dinas Perindustrian dan Energi meneliti kualitas perairan di Teluk Jakarta untuk mencari penyebab dan sumber pencemaran. Pencemaran yang bersumber dari sungai-sungai di Jakarta dituding menjadi penyebab matinya biota laut sehingga membuat nelayan di pesisir Jakarta semakin sulit untuk menangkap ikan.

Hasil riset dari kolaborasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, IPB University dan Universitas Terbuka menyebutkan lingkungan di perairan Teluk Jakarta perlu dikelola dengan cara-cara yang lebih bertanggungjawab melalui pendekatan dari berbagai unsur.

Hasil penelitian itu menyebut terdapat tujuh tipe dan 19 kategori sampah yang masuk ke perairan Teluk Jakarta melalui sungai di Marunda dan Cilincing selama periode Maret sampai dengan April 2020. Disebutkan, sebanyak 23-28 persen limbah yang masuk ke perairan masih berasal dari plastik.

Tak hanya itu, seperti ditulis Antara, Sabtu (23/1/2021) masih dari penelitian itu volume sampah yang masuk perairan meningkat sebanyak lima persen. Meskipun dari segi berat terjadi penurunan sebanyak 23 sampai 28 persen.

Pencemaran yang terjadi di Teluk Jakarta sudah saatnya dilakukan perbaikan tentunya melibatkan masyarakat dan sektor industri agar semakin sadar tidak lagi membuang sampah dan limbah ke sungai.

Peristiwa pencemaran Teluk Minamata Jepang pada 1958 seharusnya menjadi pembelajaran, kewajiban memelihara lingkungan tak bisa diserahkan seluruhnya kepada pemerintah. Masyarakat dan sektor usaha juga memiliki tanggung jawab besar untuk memelihara lingkungan.
Mungkin banyak yang melupakan peristiwa Minamata yang kini dikenal dengan nama sindrome Minamata. Peristiwa itu terjadi saat perairan di Teluk Minamata Jepang tercemar logam berat merkuri dengan kode kimia Hg. Saat itu, muncul wabah aneh yang membuat warga di Perfektur Kumamoto jatuh sakit bahkan meninggal dunia.

Saat ini, orang-orang yang mengalami penyakit (biasanya yang diserang hati) akibat tercemar logam berat disebut dengan sindrom Minamata. Penyakit ini selain menimbulkan cacat seumur hidup karena penderita tergantung kepada obat juga bisa mengakibatkan kematian.

Paling mudah mengetahui adanya pencemaran di perairan adalah dengan melakukan penelitian terhadap kerang hijau. Hewan ini memiliki kemampuan beradaptasi di perairan yang tercemar logam berat. Kalau kandungan merkuri dalam hewan ini sudah terlalu tinggi maka patut diwaspadai perairan ini sudah tercemar.

Bagi nelayan Teluk Jakarta tentunya tidak paham soal ini. Mereka hanya tahu bahwa hasil tangkapannya terus turun. Bahkan kalau ingin mendapat hasil yang lebih banyak, berarti mereka harus lebih berani lagi ke tengah laut dengan biaya operasi lebih tinggi dan harus berhadapan dengan ganasnya cuaca di tengah laut.

Pekerjaan nelayan yang telah dijalankan turun temurun kini semakin terancam. Mereka merupakan pelaut dan penyelam tangguh, namun dengan kualitas perairan yang semakin buruk membuat mereka semakin tersingkir.
Beberapa sudah ada yang mulai berbisnis sampingan selain melaut, entah berjualan air bersih, menjadi tukang ojek atau pekerja bangunan. Semua itu dijalani agar sekedar bisa bertahan hidup.

Kunci untuk membantu para nelayan ini sebenarnya bisa diawali dengan menjaga lingkungan. Penegakan hukum agar tidak membuah limbah sembarangan menjadi hal utama agar hewan laut kembali lagi ke perairan ke Teluk Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pedihnya Nelayan Berjibaku dengan Pencemaran Teluk Jakarta

Kondisi perairan Jakarta sedang tercemar berat sehingga di bawah laut tidak terlihat apapun.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Anggota DPR Menduga Banjir Kalsel Akibat Eksplorasi Hutan

Akar dari permasalahan ini adalah perbuatan pribadi atau korporasi yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya.

NASIONAL | 24 Januari 2021

27 Orang Positif Covid-19, Guru Pesantren di Mukomuko Tolak Tes Usap

Terkonfirmasi 27 orang positif Covid-19 Pondok Pesantren Al Iman Kecamatan Air Manjuto.

NASIONAL | 24 Januari 2021

BNPB Catat 197 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun

Serangkaian bencana di awal tahun 2021 menyebabkan 184 orang meninggal dunia.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Positif Covid-19, 12 Pengungsi Sulbar Batal Dipulangkan

Dinsos Sulsel mencatat 12 orang korban gempa Sulawesi Barat yang mengungsi ke Sulawesi Selatan, gagal dipulangkan karena terkonfirmasi positif Covid-19.

NASIONAL | 23 Januari 2021

Dirut Batik Air Meninggal Dunia

Achmad Luthfie meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Tangerang, Sabtu (23/1/2021).

NASIONAL | 23 Januari 2021

Dirjen PPKL, KLHK RM Karliansyah: Hanya 5,79% Luas IPPKH Tambang di Kalsel

Adanya polemik tentang analisis banjir Kalsel dapat dipahami, karena ada keinginan secara cepat mencari sebab dan untuk segera mengatasinya.

NASIONAL | 23 Januari 2021

BMKG Sulut: Cuaca Kondusif tetapi Masyarakat Harus Tetap Waspada

Cuaca Sulut beberapa hari ke depan diperkirakan kondusif tapi masyarakat diingatkan tetap waspada.

NASIONAL | 23 Januari 2021

Ketua DPD Minta Pengawasan Perbatasan Negara Diperketat

La Nyalla menilai, wilayah perbatasan negara sangat rentan dengan berbagai permasalahan sosial.

NASIONAL | 23 Januari 2021

Menhub: GeNose Digunakan di Stasiun Kereta Api Mulai 5 Februari

Pemerintah mendorong penggunaan GeNose di simpul-simpul transportasi umum seperti stasiun, bandara, pelabuhan, dan terminal.

NASIONAL | 23 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS