Kasus Korupsi Proyek Citra Satelit, KPK Dalami Aliran Dana ke Pejabat BIG dan Lapan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Korupsi Proyek Citra Satelit, KPK Dalami Aliran Dana ke Pejabat BIG dan Lapan

Minggu, 24 Januari 2021 | 11:03 WIB
Oleh : Fana Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami adanya aliran uang dari PT Bhumi Prasaja kepada pejabat di Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT). PT Bhumi Prasaja merupakan pemenang lelang dari proyek citra satelit di BIG bekerja sama dengan Lapan Tahun Anggaran 2015.

Dugaan adanya aliran dana ini didalami penyidik dengan memeriksa Rasjid A. Aladdin pada Jumat (22/1/2021). Rasjid diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Kepala BIG tahun 2014-2016, Priyadi Kardono.

"Rasjid A Aladdin didalami dugaan adanya pemberian sejumlah uang dalam bentuk fee kepada pihak-pihak tertentu di BIG dan Lapan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Minggu (24/1/2021).

Selain soal aliran dana, dalam pemeriksaan ini, tim penyidik juga mencecar Rasjid mengenai proses PT Bhumi Prasaja menjadi salah satu rekanan atau penyedia dalam pengadaan CSRT.

"Dikonfirmasi juga mengenai proses perencanaan, pelaksanaan pengadaan, dan penerimaan pembayaran pekerjaan oleh Lapan," kata Ali.

Pada Kamis (21/1/2021), tim penyidik juga telah memeriksa dua saksi, yakni Kepala Bidang Pelayanan Teknis dan Promosi Pusfatekgan Lapan tahun 2015, Henny Sulistyawati dan Kepala Bidang Pustekdata Lapan, Ayom Widipaminto. Saat memeriksa Henny, tim penyidik KPK menyita barang bukti yang terkait dengan perkara.

"Sementara Ayom Widipaminto digali pengetahuannya terkait dugaan menerima sejumlah uang dan fasilitas khusus dari beberapa pihak rekanan dalam pengadaan CSRT tahun 2015," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan Kepala BIG tahun 2014-2016 Priyadi Kardono dan mantan Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara Lapan periode 2013-2015, Muchamad Muchlis sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) pada BIG bekerja sama dengan Lapan Tahun Anggaran 2015.

Kasus ini bermula pada 2015, saat BIG bekerja sama dengan Lapan dalam pengadaan CSRT. Sejak awal proses perencanaan dan penganggaran pengadaan tersebut, Priyadi dan Muchlis diduga telah bersepakat untuk merekayasa proyek yang bertentangan dengan aturan pengadaan barang dan jasa yang di tentukan oleh pemerintah. Keduanya telah menggelar pertemuan beberapa kali dengan pihak tertentu dan perusahaan calon rekanan yang telah ditentukan menerima proyek, yakni PT Ametis Indogeo Prakarsa dan PT Bhumi Prasaja, sebelum untuk membahas persiapan pengadaan CSRT. Atas perintah kedua tersangka, penyusunan berbagai dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai dasar pelaksanaan CSRT langsung melibatkan PT Ametis Indogeo Prakarsa dan PT Bhumi Prasaja agar "mengunci" spesifikasi dari peralatan CSRT tersebut.

Untuk proses pembayaran kepada pihak rekanan, para tersangka juga diduga memerintahkan para stafnya untuk melakukan pembayaran setiap termin tanpa dilengkapi dokumen administrasi serah terima dan proses Quality Control (QC). Perbuatan kedua tersangka tersebut membuat keuangan negara menderita kerugian hingga Rp 179,1 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gubernur Kalbar Sambut Kedatangan Enam Jenazah Korban Kecelakaan Sriwijaya

Sutarmiji menambahkan, yakinlah kalau para korban, dalam hal ini meninggal dalam keadaan sahid dan ditempatkan yang terbaik disisi Allah SWT (menurut kepercaya

NASIONAL | 24 Januari 2021

Pesan dari Vatikan: Kemajemukan Merupakan Kekuatan Bangsa Indonesia

Para wartawan harus siap menjadi nabi yang berani ditolak, dicemooh, ketika harus memperjuangkan kebenaran

NASIONAL | 24 Januari 2021

Sleman Pulangkan Pengungsi Merapi Setelah PPKM Selesai

Adapun potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik bila terjadi letusan ekplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

NASIONAL | 24 Januari 2021

KPK Ungkap Sejumlah Saksi Kasus Suap Banprov Indramayu Diintimidasi

Ali masih enggan membeberkan pihak-pihak yang mengintimidasi para saksi. Pelaku bisa dijerat dengan pasal menghalangi proses penyidikan.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Teluk Jakarta, Minamata, dan Membenahi 13 DAS

Penelitian menunjukkan volume sampah yang masuk perairan Teluk Jakarta meningkat lima persen.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Pedihnya Nelayan Berjibaku dengan Pencemaran Teluk Jakarta

Kondisi perairan Jakarta sedang tercemar berat sehingga di bawah laut tidak terlihat apapun.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Anggota DPR Menduga Banjir Kalsel Akibat Eksplorasi Hutan

Akar dari permasalahan ini adalah perbuatan pribadi atau korporasi yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya.

NASIONAL | 24 Januari 2021

27 Orang Positif Covid-19, Guru Pesantren di Mukomuko Tolak Tes Usap

Terkonfirmasi 27 orang positif Covid-19 Pondok Pesantren Al Iman Kecamatan Air Manjuto.

NASIONAL | 24 Januari 2021

BNPB Catat 197 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun

Serangkaian bencana di awal tahun 2021 menyebabkan 184 orang meninggal dunia.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Positif Covid-19, 12 Pengungsi Sulbar Batal Dipulangkan

Dinsos Sulsel mencatat 12 orang korban gempa Sulawesi Barat yang mengungsi ke Sulawesi Selatan, gagal dipulangkan karena terkonfirmasi positif Covid-19.

NASIONAL | 23 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS