Isu Taliban di KPK Berembus, Novel Duga Ada Kepentingan yang Terganggu
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Isu Taliban di KPK Berembus, Novel Duga Ada Kepentingan yang Terganggu

Senin, 25 Januari 2021 | 10:59 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menanggapi isu radikal hingga taliban yang kembali berembus di tubuh KPK. Novel menilai isu tak berdasar itu diembuskan ketika lembaga antikorupsi sedang bekerja memberantas korupsi. Untuk itu, para pegawai dan penyidik KPK sudah memahami ketika isu tersebut diembuskan, menunjukkan adanya pihak yang kepentingannya terganggu oleh kerja-kerja KPK.

"Isu radikal-taliban sudah sering digunakan oleh para pendukung koruptor. Padahal isu itu tidak benar dan mengada-ada. Kawan-kawan sudah bisa menandai bahwa bila isu itu diembuskan, biasanya ada kepentingan mereka yang terganggu di KPK,” kata Novel dalam keterangannya, Senin (25/1/2021).

Diketahui, isu taliban di tubuh KPK sempat ramai 2 tahun lalu. Saat itu isu tersembut diembuskan untuk menyudutkan KPK dan melemahkan gelombang demonstrasi mahasiswa menolak revisi UU KPK. Beberapa waktu terakhir, sebuah video terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak revisi UU KPK dengan bingkai isu taliban diunggah ulang di media sosial. Novel menduga isu itu kembali menyerang KPK yang saat ini sedang bekerja memberantas korupsi. “Dan selama ini memang demikian, bila KPK sedang bekerja benar untuk perangi korupsi, maka mereka (para pendukung koruptor) menyerang menggunakan isu itu,” kata Novel.

Penyidik senior ini mengakui isu radikal-taliban yang diembuskan 2 tahun lalu efektif menyudutkan KPK karena banyak orang yang percaya. Namun Novel meyakini, masyarakat saat ini sudah semakin cerdas bahwa isu tersebut hanya untuk mengganggu kerja-kerja pemberantasak korupsi yang dilakukan KPK. “Tapi setelah sekian lama dan diulang-ulang penggunaan isu itu, rasanya masyarakat semakin paham bahwa upaya mengganggu dan menyerang pemberantasan korupsi dilakukan dengan segala cara, termasuk dengan cara membuat fitnah dan narasi-narasi seperti itu,” imbuhnya.

Novel enggan menyimpulkan isu radikal-taliban kembali muncul berkaitan dengan penanganan kasus besar yang saat ini sedang diproses KPK, seperti kasus suap ekspor benur dan kasus suap bansos Covid-19 yang menyeret dua mantan menteri. “Itu mesti diteliti lagi agar statement-nya objektif. Karena biasanya mereka tidak hanya melempar isu saja, tapi juga kondisikan agar seolah banyak dibahas termasuk menggunakan robot medsos. Tapi itu ahli yang bisa jelaskan,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Ajak Umat Kristiani Sukseskan Program Vaksinasi Gratis

Masyarakat juga harus disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Vaksin Sinovac yang Telah Didistribusikan ke Kabupaten/Kota di Banten Capai 96.276 Vial

Pemerintah Kabupaten Tangerang mendapat tambahan jatah vaksin dari semula hanya 8.840 dosis vaksin, kini menjadi 22.200 dosis vaksin.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Bupati Terpilih Radiapoh Sinaga: Kerusakan Jalan Tantangan Terberat Pembangunan di Simalungun

Menurut Radiapoh Sinaga yang selama ini menjadi pengusaha di Batam, Kepri, kerusakan jalan di Kabupaten Simalungun saat ini mencapai 1.100 kilometer.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Bupati Sleman yang Terinfeksi Covid-19 Usai Divaksin Terus Dipantau Dokter

Sri Purnomo melakukan aktivitas olah raga seperti biasa di sekitar rumah dinas.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Bocah Hanyut Banjir Manado Ditemukan Tewas

Korban bernama Timothy Bitty itu berhasil ditemukan saat melakukan penyisiran di sungai kecil, 1 kilometer dari perumahan lokasi korban terjatuh.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Kasus SMKN 2 Padang Harus Dijadikan Momentum Penanganan Sikap Intoleransi

Insiden di Padang seharusnya dapat dijadikan momentum penanganan berkembangnya sikap-sikap intoleransi di Indonesia.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Pekan Ini, Kemdikbud Matangkan Wacana Pembukaan Sekolah di Daerah 3T

Secara keseluruhan Indonesia memang belum siap untuk melakukan PJJ atau belajar dari rumah saat pandemi merebak pada Maret tahun lalu.

NASIONAL | 25 Januari 2021

KPAI Minta Sekolah di Jawa-Bali Tetap Lakukan PJJ Selama Pandemi

Sebab, hak hidup nomor 1, hak sehat nomor 2, dan hak atas pendidikan nomor 3.

NASIONAL | 24 Januari 2021

PJJ Kurang Efektif, PGRI Minta Kemdikbud Siapkan Strategi Baru

Solusi pendidikan masa pandemi bukanlah buru-buru membuka sekolah, tetapi mempersiapkan exit strategy atau strategi menghadapi pandemi.

NASIONAL | 24 Januari 2021

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan di Kota Manado

PLN telah menyalakan kembali seluruh gardu listrik terdampak banjir di Kota Manado.

NASIONAL | 24 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS