Jaksa Yakin Pinangki Malasari Terima Suap USD 500.000 dari Djoko Tjandra
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Jaksa Yakin Pinangki Malasari Terima Suap USD 500.000 dari Djoko Tjandra

Senin, 25 Januari 2021 | 13:18 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) meyakini mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Pinangki Sirna Malasari telah menerima suap sebesar USD 500.000 dari terpidana perkara korupsi cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

Suap melalui pengusaha yang juga kader Partai Nasdem Andi Irfan Jaya itu diterima Pinangki terkait pengurusan permintaan fatwa ke MA melalui Kejagung. Andi Irfan sendiri telah divonis enam tahun pidana penjara karena terbukti menjadi perantara suap dari Djoko Tjandra kepada Pinangki.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, ahli, terdakwa dan dihubungkan dengan barang bukti dalam perkara ini, diperoleh fakta hukum bahwa benar uang down payment sebesar USD 500.000 diserahkan oleh Herrijadi Anggakusuma kepada saksi Andi Irfan Jaya di Mall Senayan City Jakarta. Kemudian oleh saksi Andi Irfan Jaya disampaikan kepada terdakwa Pinangki Sirna Malasari," kata Jaksa Yanuar Utomo saat membacakan replik atau tanggapan atas nota pembelaan atau pleidoi Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/1/2021).

Jaksa Yanuar membeberkan, berdasarkan keterangan para saksi yang dihadirkan di persidangan, Pinangki menghubungi Anita Kolopaking dan memintanya datang ke tempat tinggalnya di Apartemen Darmawangsa Essence, Jakarta Selatan untuk mengambil legal fee. Anita kemudian mendatangi apartemen Pinangki sekitar pukul 21.30 WIB bersama dengan suaminya, yakni saksi Wyasa Santoso Kolopaking.

"Pada saat saksi Anita Dewi Anggraeni Kolopaking menemui terdakwa di lounge apartemen, terdakwa Pinangki Sirna Malasari memberikan uang sebesar USD 50.000 kepada saksi Anita sebagai pembayaran legal fee," kata Jaksa Yanuar.

Anita mempertanyakan nilai legal fee yang diberikan kepadanya hanya sebesar USD 50.000, bukan USD 100.000. Menanggapi hal itu, Pinangki mengklaim Djoko Tjandra baru memberikan USD 150.000.

"Apabila saksi Djoko Soegiarto Tjandra telah memberikan kekurangannya, maka terdakwa (Pinangki Sirna Malasari akan memberikan sisa kekurangannya kepada saksi Anita Dewi Anggraeni Kolopaking," kata Jaksa Yanuar.

Diketahui, Jaksa Penuntut menuntut agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman empat tahun pidana penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Pinangki Sirna Malasari. Jaksa meyakini Pinangki terbukti telah menerima suap dari buronan dan terpidana perkara korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Joko Tjandra sebesar USD 500.000, melakukan pencucian uang atas uang suap yang diterima serta bermufakat jahat untuk mengurus permintaan fatwa ke MA melalui Kejagung agar Joko Tjandra tidak dieksekusi saat kembali ke Indonesia.

Dalam menjatuhkan tuntutan ini, jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, jaksa hanya mempertimbangkan status Pinangki sebagai aparat penegak hukum yang tak mendukung program pemerintah dalam rangka memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Di sisi lain, jaksa mempertimbangkan sejumlah hal yang meringankan, yakni Pinangki belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya serta mempunyai anak berusia empat tahun.

Dalam surat dakwaan, jaksa mendakwa Pinangki telah menerima uang USD 500.000 dari USD 1 juta yang dijanjikan Djoko Tjandra melalui pengusaha yang juga mantan politikus Partai Nasdem, Andi Irfan Jaya. Uang itu dimaksudkan untuk membantu pengurusan fatwa MA melalui Kejaksaan Agung agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi selama dua tahun penjara atas perkara perkara korupsi cessie Bank Bali sebagaimana putusan Peninjauan Kembali (PK) MA pada 2009.

Selain itu, jaksa juga mendakwa Pinangki telah melakukan pencucian uang hasil suap yang diterimanya. Pinangki disebut jaksa membelanjakan uang tersebut untuk membeli satu unit mobil BMW X5 warna biru seharga Rp 1.753.836.050; pembayaran apartemen di Amerika Serikat Rp 412.705.554; dan pembayaran dokter kecantikan di Amerika Serikat Rp 419.430.000. Secara total, jumlah uang yang telah dipergunakan Pinangki untuk kepentingan pribadinya sekitar USD 444.900 atau setara Rp 6.219.380.900.

Tak hanya itu, jaksa juga mendakwa Pinangki telah melakukan perbuatan pemufakatan jahat bersama dengan Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra dalam pengurusan fatwa MA. Jaksa menyebut ketiganya bersepakat menyiapkan dana USD 10 juta kepada pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung untuk memuluskan pengurusan fatwa.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Teroris Aceh Ada yang Berprofesi Aparatur Sipil Negara

Mereka adalah pendukung khilafah ISIS yang terkait dengan bom bunuh diri Polrestabes Medan.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Edy Rahmayadi: Belajar Tatap Muka di Sumut Bisa Persulit Penanganan Pandemi Covid-19

"Kita tidak mau anak - anak ini terpapar," kata Edy Rahmayadi.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Covid-19 Belum Reda, Belajar Daring SMA/SMK di Bengkulu Masih Berlanjut

Sampai saat ini belum ada rencana siswa SMA/SMK di Bengkulu untuk melaksanakan KBM tatap muka karena kasus covid-19 di daerah ini masih tinggi.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Gubernur Jambi yang Baru Bertekad Lepaskan Daerahnya dari Himpitan Ekonomi di Tengah Pandemi

Lumpuhnya perekonomian akibat pandemi di daerah tersebut berimbas besar terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat Jambi.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Presiden Apresiasi PGI Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi dan Bencana

Mari kita bersama-sama merawat Indonesia.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Jokowi: Indonesia Harus Jadi Contoh Praktik Pengelolaan Wakaf yang Transparan

Ekonomi syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Imigrasi Klaim 153 WN Tiongkok yang Masuk Lewat Bandara Soetta Tertib Aturan

Warga asing itu sudah diizinkan masuk ke Indonesia lantaran sudah mengantongi dokumen yang diwajibkan Satgas Penanganan Covid-19.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Wakil Bupati Bantul Positif Covid-19

Dia lantas menuju ke dapur untuk mengecek kondisi indra perasanya dengan mencicipi gula dan garam serta mendapati dirinya tidak merasakan rasa gula dan garam.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Jokowi: Potensi Wakaf di Indonesia Mencapai Rp 2.188 T Setahun

Cakupan pemanfaatan wakaf perlu lebih diperluas lagi tidak terbatas untuk tujuan ibadah.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Presiden Jokowi Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang

Indonesia berpotensi mendapatkan wakaf uang sebesar Rp 180 triliun per tahun.

NASIONAL | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS