Eks Petinggi Garuda Didakwa Terima Suap Lebih dari Rp 80 Miliar
Logo BeritaSatu

Eks Petinggi Garuda Didakwa Terima Suap Lebih dari Rp 80 Miliar

Senin, 25 Januari 2021 | 16:31 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero), Hadinoto Soedigno telah menerima suap lebih dari Rp 80 miliar dari empat perusahaan produsen pesawat dan mesin pesawat. Suap dengan berbagai mata uang asing itu diberikan kepada Hadinoto terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis, menerima hadiah atau janji berupa uang," kata JPU KPK saat membacakan surat dakwaan terhadap Hadinoto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/1/2021).

Hadinoto didakwa menerima suap sejumlah USD 2.302.974,08 atau sekitar Rp 32,383 miliar dengan kurs saat ini; EUR 477.540 (Rp 8,17 miliar) dan SGD 3.771.637,58 (Rp 40 miliar). Selain itu, Hadinoto juga didakwa menerima hadiah berupa pembayaran makan malam dan biaya penginapan senilai Rp 34.812.261 serta pembayaran biaya pesawat pribadi sebesar USD 4.200.

Uang itu diterima Hadinoto dari empat produsen pesawat dan mesin pesawat, yakni Airbus S.A.S, Rolls-Royce Plc, Avions de Transport Regional (ATR) melalui intermediary Connaught International Pte Ltd dan PT Ardhyaparamita Ayuprakasa milik Soetikno Soedarjo, serta dari Bombardier Canada melalui Hollingwingsworld Management International Ltd Hongkong dan Summerville Pasific Inc.

Jaksa menyebut uang dan hadiah tersebut diberikan agar Hadinoto bersama Emirsyah Satar selaku Dirut PT Garuda Indonesia ketika itu dan Capt. Agus Wahjudo mengintervensi pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia.

"Patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan melakukan intervensi dalam pengadaan di PT. Garuda Indonesia yaitu pengadaan pesawat Airbus A330 series, Pesawat Airbus A320, Pesawat ATR 72 serie 600 dan Canadian Regional Jet (CRJ) 1000 NG serta pembelian dan perawatan mesin Rolls-Royce Trent 700 series yang bertentangan dengan kewajibannya," kata Jaksa.

Jaksa membeberkan, intervensi dalam pengadaan di PT Garuda Indonesia yang dilakukan Hadinoto bersama Emirsyah Satar dan Agus Wahjudo dilakukan dalam kurun waktu 7 Mei 2009 sampai dengan 7 Mei 2014. Penerimaan uang dari Rolls-Royce Plc melalui PT Ardyaparamita Ayuprakarsa dan Connaught International terkait TCP mesin RR Trent 700 series untuk enam unit pesawat Airbus A330-300 PT Garuda Indonesia yang dibeli tahun 1989 dan empat unit pesawat yang disewa dari AerCAP dan International Lease Finance Corporation (ILFC).

Kemudian penerimaan uang dari Airbus melalui Connaught International terkait pengadaan pesawat Airbus A330-300/ 200. Pada tanggal 10 Februari 2012. Hadinoto juga menerima fee pembelian pesawat Airbus 330 Series dari Airbus melalui Connaught International sebesar EUR 477.540 atau setara dengan SGD662.447,24 yang diterima Hadinoto melalui rekening di Standard Chartered Bank Singapura nomor rekening 0319441369 atas nama Hadinoto Soedigno. Selain itu, terdapat juga penerimaan uang dari Airbus melalui Connaught International terkait pengadaan pesawat Airbus A320 Family.

Pada 29 Agustus 2012, Hadinoto diangkat sebagai Direktur Produksi PT Citilink Indonesia berdasarkan Akta Nomor 27 Tanggal 29 Agustus 2012 Notaris Jose Dima Satria tentang Pernyataan Keputusan Rapat PT Citilink Indonesia. Selanjutnya pada 30 Agustus 2012, Hadinoto menerima fee dari Airbus melalui European Aeronautic Defense and Space Company (EADS) dan Connaught International sebesar USD 166.000 atau setara dengan SGD 207.168 yang diterimanya melalui rekeningnya di Standard Chartered Bank Singapura nomor rekening 0319441369.

Tak hanya itu, Hadinoto juga menerima uang terkait pengadaan pesawat Sub-100 seater Canadian Regional Jet 1.000 Next Generation dari Bombardier Aerospace Commercial Aircraft melalui Hollingworth Management International (HMI) dan Summerville Pasific Inc.

Jaksa mengungkap, atas dipilihnya pesawat Bombardier CRJ1.000NG oleh Garuda Indonesia, kemudian Hadinoto menerima fee dari Bombardier yang diberikan melalui HMI dan Summervile Pasific Inc sebesar USD1.530.250 atau setara dengan SGD1.763.881,03 yang diterima oleh Hadinoto melalui rekeningnya di SCB Singapura nomor rekening 0319441369. Selanjutnya penerimaan uang dari Avions de Transport Régional (ATR) melalui Connaught International terkait pengadaan 21 pesawat ATR 72 seri 600.

Pada 7 Mei 2014, Hadinoto menerima uang fee dari ATR melalui Connaught International terkait pengadaan 21 pesawat ATR 72 seri 600 sebesar USD300.000,00 atau setara dengan SGD371.700 dengan menggunakan rekening miliknya di Standard Chartered Bank Singapura nomor rekening 0319441369.

Tidak hanya menerima suap dalam bentuk uang, Hadinoto juga disebut Jaksa menerima sejumlah fasilitas. Beberapa di antaranya pada 8-10 Juni 2011 terdapat pemesanan untuk delapan kamar Villa, di Bvlgary Hotel Bali yang salah satu pemesan adalah atas nama Hadinoto Soedigno yang menempati Villa No.030, dengan invoice untuk villa yang ditempati terdakwa sebesar Rp7.734.623 di mana keseluruhan invoice pembayaran dilakukan oleh PT. Mugi Rekso Abadi.

Selanjutnya pada 11 Juni 2011, Terdakwa, Emirsyah Satar, Bernard Duc, Soetikno Soedarjo dan Agus Wahjudo melakukan makan siang bersama di Hotel Bvlgari Bali. Setelah itu, Hadinoto, Emirsyah, Soetikno, Agus kembali ke Jakarta dengan menaiki pesawat yang disewa oleh PT Mugi Rekso Abadi. Besaran biaya yang dikeluarkan oleh PT Mugi Rekso Abadi untuk pembayaran sewa pesawat tersebut sebesar USD4.200

Jaksa juga mendakwa Hadinoto melakukan pencucian uang karena mentransfer uang hasil suap ke sejumlah rekening miliknya pribadi dan milik anggota keluarganya.

Atas perbuatannya menerima suap dan hadiah, Hadinoto didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. Sementara terkait pencucian pang Hadinoto didakwa melanggar Pasal 3 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sumut Tetap Ikuti Petunjuk Pusat untuk Penanganan Covid-19

Pemprov Sumut masih menunggu surat edaran resmi dari kementerian kesehatan. Petunjuk dari pusat itu wajib untuk dilaksanakan.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Tenaga Kesehaan di 8 Kabupaten Jambi Belum Lakukan Vaksinasi

Jumlah nakes yang belum divaksinasi di delapan kabupaten dan satu kota itu mencapai 8.411 orang.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Jajaran ASN Kanwil Kemkumham Kalbar Diminta Jaga Integritas dan Disiplin

Hal ini disampaikan Fery Monang saat menggelar apel pagi bersama seluruh unit pelaksana uTeknis secara serentak via daring Senin (25/01/2021).

NASIONAL | 25 Januari 2021

Sumut Kembali Menerima 40.000 Vial Vaksin Sinovac

Vaksin yang diterima itu akan disimpan sementara di gudang penyimpanan khusus milik Dinas Kesehatan Sumut.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Jateng Targetkan Vaksinasi Tenaga Kesehatan Tuntas Pertengahan Februari

Untuk vaksinasi tahap satu termin kedua ini, Jateng sudah mendapat jatah vaksin sebanyak 248.600 vial,

NASIONAL | 25 Januari 2021

Ganjar: PPKM Tahap I, Jateng Memiliki Skor Bagus

Angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan, Jateng itu di angka 66,67% dan Bali 60,32%.

NASIONAL | 25 Januari 2021

KPK Fokus Pembuktian Suap Juliari dan Tersangka Lain Kasus Bansos

KPK memastikan pengusutan kasus ini tidak akan terpengaruh dengan pemberitaan terkait isu yang mengarah pada keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus tersebut.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Kembali Jalani Operasi

Operasi terhadap bayi Adam dan Aris berupa operasi debridement, tidak akan membahayakan kedua bayi.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Kecewa Hasil Penetapan Bupati, Rumah Ketua KPU Yahukimo Dibakar

Personel gabungan selanjutnya melakukan pengejaran terhadap para pelaku pembakaran ke arah Bandara.

NASIONAL | 24 Januari 2021

Sinabung Lontarkan Vulkanik Setinggi 500 Meter

Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 500 meter dari atas puncak.

NASIONAL | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS