Petani Dibunuh Gara-gara Tak Mau Jual Lahan untuk Pembangunan Perumahan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Petani Dibunuh Gara-gara Tak Mau Jual Lahan untuk Pembangunan Perumahan

Senin, 25 Januari 2021 | 17:32 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JAS

Deli Serdang, Beritasatu.com - Kasus tewasnya Ngasil Tarigan (69), seorang petani yang ditemukan tewas dalam kondisi tubuh gosong di rumahnya di Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deli Serdang, 10 Oktober 2020 lalu, akhirnya terungkap.

Wakapolresta Deli Serdang, AKBP Julianto Sirait mengatakan, Ngasil Tarigan bukan tewas karena peristiwa kebakaran di rumahnya. Namun, korban tewas dibunuh oleh Edi Sanjaya Sembiring alias Jaya Sembiring (40) warga Desa Simempar.

"Motif pembunuhan ini terjadi karena korban tidak mau menjual tanah leluhurnya untuk pembangunan perumahan dan pembibitan bawang. Pembahasan masalah ini sudah pernah dibahas dua hari sebelum pembunuhan," ujar Julianto Sirait, Senin (25/1/2021).

Julianto menceritakan, sebelum kejadian pembunuhan itu, korban yang berprofesi sebagai petani mengaku belum bisa membuat keputusan untuk menjual lahan peninggalan leluhurnya. Untuk menjual lahan itu, korban menyatakan akan berembuk dengan keluarganya

"Keesokan harinya, Jaya Sembiring kembali mendatangi korban di rumahnya. Jaya Sembiring menanyakan keputusan atas lahan itu, apakah jadi dijual atau tidak. Saat itu, korban menjawab dengan nada yang membuat pelaku tersinggung," katanya.

Jaya Sembiring, sambung Julianto, kemudian menyerang korban. Selain menganiaya korban, pelaku juga menghantamkan kepala korban menggunakan batu sebanyak tiga kali. Setelah itu, pelaku diduga membakar tempat tinggal korban," jelasnya.

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah polisi turun melakukan penyelidikan. Polisi turun ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari warga atas kematian korban di dalam rumahnya yang terbakar. Polisi menemukan luka bekas penganiayaan di tubuh korban.

"Setelah membunuh korban, tersangka Jaya Sembiring melarikan diri ke luar kota. Dia kabur dengan hidup berpindah-pindah, mulai dari tinggal di Aceh hingga ke Tanah Karo. Tersangka akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Tengah Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Jumat (22/1/1021) malam," sebutnya.

Atas perbuatannya membunuh korban, Jaya Sembiring dijerat dengan Pasal 338 dan atau Pasal 351 ayat (3) dari KUHPidana. Ancaman hukuman terberat dari pelanggaran pasal itu dengan hukuman 15 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Sinergi BPKP dan APIP Kawal Program Vaksinasi Covid-19

BPKP mengawal akuntabilitas pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan bersinergi, berkolaborasi bersama seluruh APIP di kementerian/lembaga dan Pemda.

NASIONAL | 25 Januari 2021

KY: MA dan PT Dapat Mengoreksi Putusan Janggal yang Dialami PT Antam

PT Antam mengajukan banding di PT Jawa Timur terkait keputusan di PN Surabaya yang mengharuskan perusahaan membayar kerugian sebesar Rp 817,4 miliar.

NASIONAL | 25 Januari 2021

MWA Tolak Permintaan Kemdikbud Lantik Rektor USU

Meski ada permintaan dari, MWA USU memastikan menolak untuk melantik Muryanto Amin sebagai Rektor USU menggantikan Runtung Sitepu di Jakarta, 28 Januari 2021.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Danone Aqua Turut Bantu Korban Bencana Alam di Jawa Barat

Danone Aqua memberikan bantuan air minum untuk para korban bencana banjir bandang yang terjadi di Gunung Mas, Puncak, Bogor.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Eks Petinggi Garuda Didakwa Terima Suap Lebih dari Rp 80 Miliar

Hadinoto Soedigno didakwa telah menerima suap dari 4 produsen pesawat dan mesin pesawat sejumlah lebih dari Rp 80 miliar.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Sumut Tetap Ikuti Petunjuk Pusat untuk Penanganan Covid-19

Pemprov Sumut masih menunggu surat edaran resmi dari kementerian kesehatan. Petunjuk dari pusat itu wajib untuk dilaksanakan.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Tenaga Kesehaan di 8 Kabupaten Jambi Belum Lakukan Vaksinasi

Jumlah nakes yang belum divaksinasi di delapan kabupaten dan satu kota itu mencapai 8.411 orang.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Jajaran ASN Kanwil Kemkumham Kalbar Diminta Jaga Integritas dan Disiplin

Hal ini disampaikan Fery Monang saat menggelar apel pagi bersama seluruh unit pelaksana uTeknis secara serentak via daring Senin (25/01/2021).

NASIONAL | 25 Januari 2021

Sumut Kembali Menerima 40.000 Vial Vaksin Sinovac

Vaksin yang diterima itu akan disimpan sementara di gudang penyimpanan khusus milik Dinas Kesehatan Sumut.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Jateng Targetkan Vaksinasi Tenaga Kesehatan Tuntas Pertengahan Februari

Untuk vaksinasi tahap satu termin kedua ini, Jateng sudah mendapat jatah vaksin sebanyak 248.600 vial,

NASIONAL | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS