Soal Isu Taliban, Ini Penegasan Pimpinan KPK
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (0.39)   |   COMPOSITE 6258.75 (-7.84)   |   DBX 1361.34 (-2.4)   |   I-GRADE 179.18 (0.32)   |   IDX30 502.509 (0.18)   |   IDX80 134.874 (0.1)   |   IDXBUMN20 393.542 (-0.22)   |   IDXESGL 138.721 (-0.03)   |   IDXG30 140.869 (-0.4)   |   IDXHIDIV20 444.908 (0.75)   |   IDXQ30 144.657 (0.17)   |   IDXSMC-COM 296.3 (-0.58)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (1.36)   |   IDXV30 132.413 (1.53)   |   INFOBANK15 1051.36 (-1.52)   |   Investor33 433.839 (0.14)   |   ISSI 179.41 (-0.26)   |   JII 608.801 (-0.07)   |   JII70 214.954 (-0.03)   |   KOMPAS100 1205.85 (0.33)   |   LQ45 941.363 (1.09)   |   MBX 1692.14 (-1.97)   |   MNC36 321.868 (-0.09)   |   PEFINDO25 321.871 (-1.84)   |   SMInfra18 304.318 (2.28)   |   SRI-KEHATI 368.746 (0.44)   |  

Soal Isu Taliban, Ini Penegasan Pimpinan KPK

Senin, 25 Januari 2021 | 19:34 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata membantah isu radikal hingga taliban di dalam lembaga antikorupsi. Secara tegas, Alex, sapaan Alexander Marwata menyatakan, satu-satunya militansi yang dimiliki para pegawai KPK adalah untuk memberantas korupsi.

"Kalau Taliban dalam artian militan melakukan pemberantasan korupsi mungkin iya. Kalau Taliban yang lain adanya itu di Afghanistan," kata Alex di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/1/2021).

Alex mengatakan, isu radikal dan taliban merupakan isu lama yang diembuskan untuk memojokkan KPK pada 2019 lalu. Secara kelembagaan KPK memastikan isu itu tidak berdasar dan telah berulang kali diklarifikasi.

"Isu radikal dan Taliban ini isu yang sudah lama dan kita pastikan, kita tegaskan enggak ada itu di KPK unsur radikalisme atau Taliban," tegasnya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua KPK lainnya, Nurul Ghufron. Ditegaskan, tak ada paham radikalisme dan Taliban di dalam lembaganya seperti yang saat ini sedang ramai dibicarakan di media sosial.

"Selama setahun saya dan pimpinan KPK periode 2019–2023 memimpin KPK, kami pastikan tidak ada radikalisme dan Taliban di KPK seperti yang disebutkan," kata Ghufron.

Diketahui, isu 'Taliban' di tubuh KPK sempat ramai dua tahun lalu. Saat itu isu tersembut diembuskan untuk menyudutkan KPK dan melemahkan gelombang demonstrasi mahasiswa menolak revisi UU KPK. Beberapa waktu terakhir, sebuah video terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak revisi UU KPK dengan bingkai isu taliban diunggah ulang di media sosial.

Isu ini bermula dari adanya unggahan dari akun Twitter @mochamadarip pada Sabtu, 23 Januari. Dalam video tersebut, KPK dinarasikan tengah menggembleng mahasiswa untuk melakukan tindakan anarkis saat demo menolak revisi UU KPK 2019 lalu.

Terkait video tersebut, Ghufron menjelaskan, video itu diambil saat KPK menerima sejumlah perwakilan masyarakat antikorupsi seperti GAK, akademisi, dan perwakilan Pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa yang menaruh perhatian isu antikorupsi. Ghufron menilai isu taliban kembali diembuskan untuk mengganggu kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Untuk itu, Ghufron memastikan KPK akan terus memberantas korupsi dan tak akan terganggu dengan serangan usang tersebut.

"KPK mencurigai diangkatnya isu tersebut adalah upaya pihak-pihak yang tujuan-tujuan tertentu apa pun itu. Sebagai penegak hukum, kami pastikan bahwa KPK akan tetap bekerja pada koridor hukum," tegas Ghufron.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Anak Buah Benny Tjokro

Kejaksaan Agung memeriksa empat orang saksi terkait kasus dugaan korupsi di Asabri.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Edy Rahmayadi Minta Pembatasan Kegiatan Dipantau Ketat

Kegiatan masyarakat di kawasan Mebidang dan Tanah Karo dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

NASIONAL | 25 Januari 2021

KPK Tahan Komisaris Utama Ametis Indogeo Prakarsa

Komisaris Utama PT Ametis Indogeo Prakarsa Lissa Rukmi Utari ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Dugaan Korupsi MTQ Nasional, Polda Sumbar Kumpulkan Barang Bukti

Polda Sumbar menindaklanjuti dugaan korupsi pada pelaksanaan MTQ Nasional yang digelar di Kota Padang dan Kabupaten Padang pariaman pada November 2020 lalu.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Korupsi Citra Satelit Berdampak pada Bencana Alam

Foto citra satelit setidaknya dapat menjadi dasar bagi penerbitan izin dan penegakan hukum terkait pelanggaran tata ruang wilayah.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Dikawal Brimob, 28.080 Dosis Vaksin Covid-19 Tahap Kedua Tiba di Jayapura

Pengamanan dan pengawalan kedatangan vaksin Covid-19, dijaga ketat oleh Aparat Kepolisian mulai dari kedatangan hingga sampai ke Gudang Penyimpanan Vaksin.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Kasus Citra Satelit, KPK Jerat Komisaris Utama Ametis Indogeo

KPK menetapkan Lissa Rukmi Utari sebagai tersangka pada kasus pengadaan CSRT di BIG yang bekerja sama dengan Lapan pada tahun 2015.

NASIONAL | 25 Januari 2021

27.000 Ton Limbah B3 di Rembang Resahkan Warga

Sebanyak 27.000 ton limbah B3 dibuang di Rembang. Limbah itu meresahkan warga, karena selain menimbulkan bau tidak sedap, juga merusak tanaman warga.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Gubernur Sumut Tetapkan UMK 2021 di 28 Kabupaten/Kota

Hanya upah pekerja di Kota Medan yang mengalami kenaikan.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Petani Dibunuh Gara-gara Tak Mau Jual Lahan untuk Pembangunan Perumahan

Ngasil Tarigan (69) tewas dibunuh oleh Jaya Sembiring (40) warga Desa Simempar karena korban tidak mau menjual tanah leluhurnya untuk pembangunan perumahan.

NASIONAL | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS