LPEM FEB UI: Dana Desa Terindikasi Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Desa
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

LPEM FEB UI: Dana Desa Terindikasi Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Desa

Senin, 25 Januari 2021 | 20:32 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengatakan adanya asosiasi kuat antara dana desa dengan peningkatan aktivitas ekonomi desa. Hal ini berdasarkan rapid assessment evaluasi dana desa yang digelar oleh LPEM FEB UI.

"Terdapat asosiasi yang sangat kuat antara (dana desa) terhadap peningkatan aktivitas ekonomi desa," kata Peneliti Klaster Kemiskinan, Sosial, Perlindungan, dan Pembangunan LPEM FEB UI Teguh Dartanto dalam webinar Diseminasi Hasil Riset 'Melihat Indonesia dari Angkasa: Covid-19, Dana Desa, dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (25/1/2020).

Dalam penelitian ini, LPEM FEB UI tidak hanya menggunakan metodologi korelasi, tetapi juga kausalitas. Untuk itu, LPEM FEB UI memanfaatkan data berupa cahaya malam hari (nightlight) dan informasi lainnya seperti Facebook Mobility, GIS, data dana desa. Teguh menjelaskan, ini adalah sebuah inovasi data untuk memberikan hasil yang akurat, mudah, cepat, serta real-time.

"(Terkait night light), semakin terang berarti aktivitas ekonominya semakin membaik," kata Teguh.

Terdapat 10% kenaikan dana desa yang berasosiasi dengan 1,2 persentase poin pada intensitas cahaya malam hari (average light intensity atau ALI). Jika dikonversikan, kenaikan 1,2 persentase poin setara dengan 0,13% produk domestik bruto (PDB).

Namun Teguh menggarisbawahi asosiasi dana desa dengan aktivitas ekonominya lebih tinggi di desa-desa yang memiliki kategori tertinggal, berkembang atau maju. Sedangkan di desa yang berstatus tertinggal, nilai asosiasi ini cenderung lebih lemah.

"Ini sebuah fenomena menarik untuk didalami. Bisa jadi di daerah yang sangat tertinggal, dana desa, dari aspek pemanfaatannya, ada masalah. Mungkin ada isu SDM atau isu alokasi, distribusi, penggunaannya," kata Teguh.

"Di sini, ada potensi disparitas baru ke depannya. Kita tentu berharap desa sangat tertinggal memiliki dampak (dana desa) yang lebih besar dibandingkan tertinggal, berkembang, dan maju. Sehingga bisa catching up dengan satu sama lain," lanjutnya.

Peneliti LPEM FEB UI M Halley Yudhistiara menambahkan, nilai asosiasi antara dana desa dan ALI juga cenderung berbeda tergantung pada besaran dana desa yang didapatkan. Desa dengan besaran dana yang lebih tinggi bisa mendorong aktivitas ekonomi yang jauh lebih besar.

"Misalnya, dengan Rp 1 miliar, mungkin sebuah desa hanya bisa membangun jalan yang relatif lebih pendek. Jika mereka bisa mendapatkan Rp 2 miliar, tentu jalan ini tentu bisa 2-3 kali lipat (lebih panjang) dan bisa menghubungkan lebih banyak titik," kata Yudhistiara.

"Tetapi, ini menjadi potensi bagi daerah tertinggal yang cenderung mendapatkan budget lebih besar bisa catch up dengan daerah-daerah yang lebih maju. Hasil ini memberi secercah harapan bagi daerah tertinggal untuk catch up," lanjutnya.

BLT Dana Desa

Teguh mengatakan, adanya respon cepat dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19 misalnya dalam mekanisme penyaluran dana desa. Sebelumnya, dana desa disalurkan secara bertahap mulai dari rekening kas umum negara (RKUN), rekening kas umum daerah (RKUD) kemudian rekening kas desa (RKD).

Di masa pandemi, dana desa langsung disalurkan ke rekening desa. Bantuan langsung tunai (BLT) dana desa juga menjadi anggaran yang wajib dianggarkan oleh pemerintah desa.

"Artinya, dari kecepatan, pemerintah mencoba untuk memotong birokrasi dan agar (dananya) cepat langsung ke desa. Di desa, juga ada kewajiban untuk mengalokasikan anggaran untuk BLT. Ini adalah bagian dari community-based targeting. Siapa yang menerima dan siapa yang layak menerima ditetapkan oleh level desa," kata Teguh.

Berdasarkan penelitian LPEM FEB UI, pemberian BLT dana desa selama pandemi Covid-19 dari Kabupaten Bogor menunjukkan indikasi dampak positif terhadap perekonomian. Namun, hasil signifikasi penemuan ini belum terlalu kuat.

"Ini karena kita menggunakan 416 data desa di Bogor. Apabila kita memiliki data yang lebih luas terkait kapan dana desa ini dicairkan mungkin akan bisa memberikan hasil analisis yang lebih robust. Tetapi dari Bogor saja, kita bisa menemukan indikasi positif BLT dana desa terhadap perekonomian pedesaan di Kabupaten Bogor," ungkap Teguh.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Cecar Broker Vendor Bansos soal Aliran Uang ke Dirjen Linjamsos

Tim penyidik mencecar Nuzulia Hamzah Nasution mengenai aliran dana dari Ardian Iskandar Maddanatja, Pepen Nazaruddin dan sejumlah pihak lainnya.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Kasus Penghinaan terhadap Natalius Pigai Ditangani Bareskrim

Argo berjanji Bareskrim Polri akan bertindak cepat untuk memroses perkara ini termasuk memanggil Nababan, yang merupakan Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Korban Gas Beracun di Mandailing Natal Bertambah Jadi Enam Orang

Enam orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Hirup Gas Beracun, 4 Orang Warga Mandailing Natal Tewas

Sebanyak empat orang warga tewas dan 20 orang lainnya dilarikan ke RSUD Penyabungan setelah menghirup gas beracun di Mandailing Natal.

NASIONAL | 25 Januari 2021

PTPN VIII Laporkan Rizieq soal Lahan, Polri Siap Tindaklanjuti

PTPN VIII mendasari somasinya bila lahan yang dijadikan pesantren merupakan areal milik perusahaannya berdasarkan sertifikat HGU Nomor 299 tanggal 4 Juli 2008.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Sharp Berbagi Ilmu Kehumasan dengan Universitas Sahid

Untuk menjadi PR profesional di era serba teknologi harus melek dengan perkembangan media sosial.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Soal Isu Taliban, Ini Penegasan Pimpinan KPK

Pimpinan KPK menegaskan bahwa satu-satunya militansi yang dimiliki pegawai KPK adalah untuk memberantas korupsi.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Anak Buah Benny Tjokro

Kejaksaan Agung memeriksa empat orang saksi terkait kasus dugaan korupsi di Asabri.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Edy Rahmayadi Minta Pembatasan Kegiatan Dipantau Ketat

Kegiatan masyarakat di kawasan Mebidang dan Tanah Karo dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

NASIONAL | 25 Januari 2021

KPK Tahan Komisaris Utama Ametis Indogeo Prakarsa

Komisaris Utama PT Ametis Indogeo Prakarsa Lissa Rukmi Utari ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan.

NASIONAL | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS