Komisaris RSU Kasih Bunda Segera Diadili Atas Suap kepada Wali Kota Cimahi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Komisaris RSU Kasih Bunda Segera Diadili Atas Suap kepada Wali Kota Cimahi

Senin, 25 Januari 2021 | 21:12 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan penyidikan kasus dugaan suap terkait dengan perizinan proyek pembangunan RSUKB di Kota Cimahi tahun anggaran 2018-2020 yang menjerat Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan. Dengan demikian, Hutama Yonathan yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna bakal segera duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, berkas perkara Hutama Yonathan telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan tersangka Hutama ke tahap penuntutan atau tahap II.

"Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21, hari ini 25 Januari 2021 tim penyidik melaksanakan tahap II penyerahan tersangka dan barang bukti Tersangka HY (Hutama Yonathan) kepada tim JPU," kata Ali dalam keterangannya, Senin (25/1/2021).

Seiring dengan pelimpahan ini, kewenangan penahanan terhadap Hutama Yonathan dilanjutkan oleh JPU selama 20 hari ke depan hingga 13 Februari 2021 di Rutan Polda Metro Jaya. Di sisi lain, tim Jaksa Penuntut Umum memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap Hutama. Nantinya berkas perkara dan surat dakwaan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung untuk disidangkan.

"Persidangan diagendakan di PN Tipikor Bandung," kata Ali.

Ali mengungkapkan, tim penyidik telah mememeriksa sedikitnya 27 saksi dalam proses penyidikan.

"Diantaranya tersangka AJM (Ajay Muhammad Priatna) selaku Wali Kota Cimahi dan beberapa aparatur sipil di Pemkot Cimahi," katanya.

Diketahui, KPK menangkap dan menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020.

Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp1,661 miliar dalam lima tahap dari total kesepakatan Rp3,2 miliar. Uang itu diduga berkaitan dengan proses perizinan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda.

Untuk mengusut kasus ini, tim penyidik KPK telah menggeledah empat lokasi yaitu Kantor dan Rumah Wali Kota Cimahi, RSU Kasih Bunda dan Kantor PT Trisakti Megah. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen seperti catatan keuangan yang diduga terkait suap yang diterima Ajay, serta dokumen pengajuan izin RSU Kasih Bunda.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksinasi Covid-19, Cakupan Tahap I di Jabar hanya Capai 25%

Belum memuaskan. Hanya bisa selesaikan 25%, kita evaluasi. Ada yang tidak datang, ada yang datang ternyata tidak layak suntik.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Kembangkan Fakultas Farmasi Militer, Unhan Kerja Sama dengan Bio Farma

Fakultas Farmasi Militer Unhan bertekad untuk berperan aktif menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian produksi vaksin.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Indodax Gandeng Ayobantu Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Donasi di platform Ayobantu bisa dibayarkan dengan aset kripto, seperti bitcoin dan lain-lain.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Bayi Jadi Korban Tewas Akibat Gas Beracun di Mandailing Natal

Dari enam orang korban tewas diduga keracunan gas beracun di di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, seorang di antaranya masih bayi.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Lusa, Presiden Jokowi Kembali Jalani Vaksinasi Covid-19

Presiden Jokowi akan kembali menjalani vaksinasi Covid-19 pada Rabu (27/1/2021).

NASIONAL | 25 Januari 2021

Polisi Tutup Proyek Pembangkit Listrik di Mandailing Natal

Aparat menghentikan proses pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal yang diduga jadi penyebab timbulnya gas beracun.

NASIONAL | 25 Januari 2021

LPEM FEB UI: Dana Desa Terindikasi Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Desa

LPEM FEB UI menjelaskan adanya asosiasi kuat antara dana desa dengan peningkatan aktivitas ekonomi desa.

NASIONAL | 25 Januari 2021

KPK Cecar Broker Vendor Bansos soal Aliran Uang ke Dirjen Linjamsos

Tim penyidik mencecar Nuzulia Hamzah Nasution mengenai aliran dana dari Ardian Iskandar Maddanatja, Pepen Nazaruddin dan sejumlah pihak lainnya.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Kasus Penghinaan terhadap Natalius Pigai Ditangani Bareskrim

Argo berjanji Bareskrim Polri akan bertindak cepat untuk memroses perkara ini termasuk memanggil Nababan, yang merupakan Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Korban Gas Beracun di Mandailing Natal Bertambah Jadi Enam Orang

Enam orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

NASIONAL | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS