Patahan Lembang, Bahaya dari Utara Bandung
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Patahan Lembang, Bahaya dari Utara Bandung

Senin, 25 Januari 2021 | 21:12 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Sudah beberapa tahun belakangan tidak ada gempa yang terpantau di Patahan Lembang. Potensi bencana mengintai saat masyarakat tidak memiliki pengetahuan dan kapasitas mitigasi bencana.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Kelas I Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Rasmid menyatakan, tidak ada aktivitas kegempaan yang tercatat sejak 2019 di Sesar Lembang, salah satu patahan aktif di bagian utara Kota Bandung.

Padahal, rekaman data pada 2010-2012 mencatat ada 14 kali pergerakan tanah yang diakibatkan gempa pada patahan yang membentang dari Padalarang sekitar rel kereta api di sisi barat Bandung hingga ke daerah Palintang, sebelum kaki Gunung Manglayang di sisi timur Bandung sepanjang 29 km.

“Ada juga kegempaan pada 2017 lalu kisaran di bawah magnitude 3,” kata Rasmid ketika dihubungi, Senin (25/1/2021).

BMKG mencatat kekuatan gempa di Sesar Lembang itu antara magnitude (M) 1,2-3,3 dengan sumber gempa pada kedalaman antara 4-5 km.

Salah satu gempa yang merusak terjadi 28 Agustus 2011, dua hari jelang Idulfitri 1432 H sekitar pukul 9 pagi. Gempa M 3,3 itu merusak sedikitnya 384 rumah di Kampung Pasirluyu, Pasirhalang, Tugu, dan Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Patahan atau Sesar Lembang, ungkap Rasmid, terbagi atas tiga segmen, antara Padalarang-Parompong (segmen barat), Lembang-Maribaya (segmen tengah), dan Cibodas-Manglayang (segmen timur). Gempa merusak tahun 2011 diduga terjadi akibat pergerakan pada salah satu segmen saja.

“Jika bergerak berbarengan potensi magnitude-nya bisa 6,9. Itu skenario terburuknya,” imbuh Rasmid.

Selepas kegempaan pada 2017 hingga saat ini, BMKG belum mencatat adanya kegempaan di patahan yang aktif tersebut. Aktif mengacu pada pergerakan sesar.

Sebelumnya, Mudrik Rahmawan Daryono, peneliti paleo seismologi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan tidak ada catatan atau sejarah gempa bumi besar pada Patahan Lembang. Namun, dalam penelitiannya selama delapan tahun, Mudrik mendapatkan bukti geomorfologi tentang aktivitasnya, yang sejak lama diperkirakan aktif. Geomorfologi adalah ilmu tentang bentuk permukaan bumi masa kini dan proses yang mengakibatkan bentuk tersebut.

Penelitian yang mengakuisisi data Lidar (Light Detection and Ranging) ini bisa menembus tutupan vegetasi guna mendapatkan morfologi rinci bentukan sesar aktif tersebut. Pada patahan sepanjang 29 km itu dia memberi penanda per satu kilometer guna memudahkan proses penelitian terkait bukti-bukti adanya pergeseran muka Bumi di bidang tersebut.

Pemetaan yang dilengkapi dengan teknologi Ifsar (Inferferometric Resolution Synthetic Aperture Radar) ini memperlihatkan adanya pergeseran permukaan bumi, yang menandakan aktivitas sesar pada patahan tersebut.

Mulai dari patahan yang memotong dan membentuk bukit memanjang, istilahnya fault scarps atau gawir sesar, di daerah Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, river o sets atau pembelokan sungai ke kiri serta beheaded river atau sungai terpancung di kilometer 5 dan 6, kawasan Desa Pasirlangu.

“Sungai terpancung itu ada sungai panjang lalu terpotong (patahan) sehingga masuk ke sungai lain, jadi sungai yang awal itu mati,” terang Mudrik sembari menambahkan di beberapa bagian lain ada anticline atau terangkatnya permukaan bumi yang membentuk gelombang seperti di Desa Karyamukti, Kabupaten Bandung Barat.

Patahan Bergerak
Penelitian itu dia paparkan dalam jurnal bertajuk Earthquake Geology of the Lembang Fault, West Java, Indonesia bersama Danny H Natawidjaja dari LIPI, Benjamin Sapiie dari Institut Teknologi Bandung, dan Phil Cummins dari Australia National University. Laporan penelitian selama delapan tahun itu sudah tayang di jurnal Tectonophysics edisi 17 Desember 2018 lalu.

Mereka membuktikan patahan itu bergerak pada kurun waktu 11.500 tahun yang lalu lewat dua titik uji paritan. Lokasinya di Desa Batu Lonceng, antara kilometer 25-26 dan bekas cekungan danau di Panyairan, antara kilometer 11-12. Kedua lokasi dipilih karena ada jejak morfologis dampak dari pergerakan kulit bumi dan sistem sedimentasi yang dinilai baik. Untuk mengecek lapisan sedimentasi pada dua lokasi itu, tim membuat parit dengan kedalaman antara 1,5-2 meter.

Jika kondisi geologinya normal-normal saja, maka lapisan sedimentasinya bakal seperti kue lapis yang tiap lapisannya tersusun rapi. Penggalian ini memperlihatkan satu lapisan dengan lapisan lain tidak simetris atau miring. “Kita temukan bukti slip, kejadian gempa pada abad 15 dan 60 tahun sebelum masehi,” ujar Mudrik.

Berkaca pada temuan gempa abad ke-15 dan 60 tahun sebelum masehi, sambung Mudrik, jika ditambahkan periode ulang gempa 670 tahun, bisa jadi saat ini patahan Lembang memasuki masa akhir sebelum terjadinya gempa bumi lagi.

Menyoal mitigasi, Rasmid menuturkan, ada dua pendekatan. Satu pendekatan struktural yang berada di bawah Kementerian PUPR terkait aturan serta panduan pembangunan dengan standar nasional Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sahroni: Pam Swakarsa Ide Komjen Sigit, Beda dengan Zaman Orba

Sahroni mengusulkan namanya diganti jangan Pam Swakarsa agar rakyat tidak bingung.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Komisaris RSU Kasih Bunda Segera Diadili Atas Suap kepada Wali Kota Cimahi

Hutama Yonathan yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna bakal segera duduk di kursi terdakwa.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Vaksinasi Covid-19, Cakupan Tahap I di Jabar hanya Capai 25%

Belum memuaskan. Hanya bisa selesaikan 25%, kita evaluasi. Ada yang tidak datang, ada yang datang ternyata tidak layak suntik.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Kembangkan Fakultas Farmasi Militer, Unhan Kerja Sama dengan Bio Farma

Fakultas Farmasi Militer Unhan bertekad untuk berperan aktif menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian produksi vaksin.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Indodax Gandeng Ayobantu Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Donasi di platform Ayobantu bisa dibayarkan dengan aset kripto, seperti bitcoin dan lain-lain.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Bayi Jadi Korban Tewas Akibat Gas Beracun di Mandailing Natal

Dari enam orang korban tewas diduga keracunan gas beracun di di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, seorang di antaranya masih bayi.

NASIONAL | 25 Januari 2021

Lusa, Presiden Jokowi Kembali Jalani Vaksinasi Covid-19

Presiden Jokowi akan kembali menjalani vaksinasi Covid-19 pada Rabu (27/1/2021).

NASIONAL | 25 Januari 2021

Polisi Tutup Proyek Pembangkit Listrik di Mandailing Natal

Aparat menghentikan proses pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal yang diduga jadi penyebab timbulnya gas beracun.

NASIONAL | 25 Januari 2021

LPEM FEB UI: Dana Desa Terindikasi Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Desa

LPEM FEB UI menjelaskan adanya asosiasi kuat antara dana desa dengan peningkatan aktivitas ekonomi desa.

NASIONAL | 25 Januari 2021

KPK Cecar Broker Vendor Bansos soal Aliran Uang ke Dirjen Linjamsos

Tim penyidik mencecar Nuzulia Hamzah Nasution mengenai aliran dana dari Ardian Iskandar Maddanatja, Pepen Nazaruddin dan sejumlah pihak lainnya.

NASIONAL | 25 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS