Kasus Korupsi PT DI, KPK Jadwalkan Periksa Eks Sekretaris Setneg
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kasus Korupsi PT DI, KPK Jadwalkan Periksa Eks Sekretaris Setneg

Selasa, 26 Januari 2021 | 11:23 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) Taufik Sukasah, Selasa (26/1/2021). Taufik bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (DI) tahun anggaran 2007-2017. Pemeriksaan terhadap Taufik dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Dirut PT PAL Indonesia, Budiman Saleh yang juga Direktur Aerostructure PT DI periode 2007- 2010, Direktur Aircraft Integration PT DI (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI (2012-2017).

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Budiman Saleh)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Selasa (26/1/2021).

Tak hanya Taufik Sukasah, untuk mengusut kasus ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa Piping Supriatna selaku Kepala Biro Umum Sekretariat Setneg dan Indra Iskandar selaku mantan Kepala Biro Umum Sekretariat Setneg. Keduanya juga diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Budiman Saleh.

Diketahui, KPK menetapkan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tahun 2007-2017. Budiman ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Direktur Aerostructure PT DI periode 2007- 2010, Direktur Aircraft Integration PT DI (2010-2012); dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI (2012-2017).

Penetapan tersangka terhadap Budiman Saleh merupakan pengembangan kasus yang sama yang telah menjerat mantan Dirut PT DI Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani. Budi Santoso dan Rizal Zailani sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung. Selain Budiman Saleh, dalam pengembangan kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka baru, yakni Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI tahun 2007-2014 yang juga Direktur Produksi PT DI tahun 2014 s.d 2019 Arie Wibowo, Direktur Utama PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana, dan Dirut PT Selaras Bangun Usaha Ferry Santosa Subrata.

KPK menduga para tersangka telah melakukan korupsi terkait kontrak kerja fiktif dengan sejumlah perusahaan mitra penjualan, seperti PT Bumiloka Tegar Perkasa (BTP), PT Angkasa Mitra Karya (AMK), PT Abadi Sentosa Perkasa (ASP), PT Penta Mitra Abadi (PMA), dan PT Niaga Putra Bangsa (NPB)) dan PT Selaras Bangun Usaha (SBU). Kontrak dengan mitra penjualan tersebut hanya sebagai dasar pengeluaran dana dari PT DI (Persero) dalam rangka pengumpulan dana untuk diberikan kepada customer/end user.

Pembayaran yang dilakukan PT DI kepada mitra yang pekerjaannya diduga fiktif tersebut dilakukan dengan cara mentransfer langsung ke rekening perusahaan mitra penjualan. Kemudian sejumlah dana yang ada di rekening tersebut dikembalikan secara transfer/tunai/cek ke pihak-pihak di PT DI. Dana yang dihimpun oleh para pihak di PT DI melalui pekerjaan mitra penjualan yang diduga fiktif dialirkan kepada pejabat PT DI, pembayaran komitmen manajemen kepada pihak pemilik pekerjaan dan pihak-pihak lainnya serta pengeluaran lainnya.

Atas perbuatan para tersangka, keuangan negara menderita kerugian yang ditaksir senilai sekitar Rp 202,196 miliar dan USD 8,65 juta atau sekitar Rp 315 miliar dengan asumsi kurs 1 USD adalah Rp 14.600.

Tak hanya itu, perbuatan tersebut memperkaya sejumlah pihak. Arie Wibowo, Didi Laksamana dan Ferry Santosa Subrata diduga turut kecipratan aliran dana dari tindak pidana korupsi tersebut. KPK menduga, Arie Wibowo menerima Rp 9,17 miliar;Didi Laksamana menerima Rp 10, 8 miliar; dan Ferry Subrata menerima Rp 1,95 miliar.

KPK memastikan akan terus berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan perkara yang berhubungan dengan kerugian negara sebagai bentuk upaya penyelamatan keuangan negara. Dari proses penyidikan yang dilakukan, KPK telah menyita aset senilai Rp 40 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pertamina Regional Sulawesi Salurkan Ratusan Tabung Bright Gas Gratis untuk Korban Gempa di Sulbar

“Ini sangat memudahkan kami. Bahkan beberapa kompor yang kami gunakan saat ini merupakan bantuan Pertamina Peduli saat gempa Palu 2018,” kata Akram.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Pemkab Rejang Lebong Izinkan SD dan SMP Belajar Tetap Muka

Dengan cara ini, kata Bupati Hijazi pelaksanaan pelajar tatap muka tingkat SD dan SMP di Kabupaten Rejang Lebong berjalan lancar dan suskes.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Presiden Jokowi Ajak Negara di Dunia Kerja Bersama Atasi Perubahan Iklim dan Covid-19

Presiden mengajak negara-negara di dunia untuk bekerja keras bersama-sama atasi perubahan iklim sekaligus pandemi Covid-19.

NASIONAL | 26 Januari 2021

5 Orang Tewas Diduga Hirup Gas Beracun, Bupati Madina: PT SMGP Tidak Kooperatif

Saat mendatangi PT SMGP itu, sambung Dahlan Hasan, pihak perusahaan tidak pernah memperlihatkan pelayanan yang baik.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Covid-19 Mengkhawatirkan, Gubernur Sumut: Kabupaten/Kota Harus Perkuat Protokol Kesehatan

"Saya yakin, bila bersama kita bisa melewati ini,” kata Edy.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Australia Sita Alat Tangkap Nelayan Indonesia di Laut Timor

Biasanya kapal Australia menggiring perahu nelayan Indonesia kemudian dibakar.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Polisi Ralat Jumlah Korban Gas Beracun Mandailing Natal

Aipda Lestari SinagaAipda Lestari Sinaga tidak meninggal, hanya pingsan.

NASIONAL | 26 Januari 2021

PPKM di Tangerang Raya Diperpanjang Hingga 8 Februari

Perpanjangan berlaku mulai tanggal 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Presiden Akan Resmikan Jalan Tol Kayu Agung-Palembang

Peninjauan rencananya dilakukan sepanjang 9 kilometer di mana Presiden juga akan menyempatkan meninjau keunikan Jembatan Ogan di KM 364.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Jokowi Serukan Sejumlah Langkah Global Tangani Dampak Perubahan Iklim

Pandemi Covid-19 yang melanda setidaknya 215 negara di dunia, termasuk Indonesia, membuat tantangan tersebut menjadi makin kompleks dan berat.

NASIONAL | 26 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS