Kepala BKKBN Ungkap Penyebab Stunting di Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kepala BKKBN Ungkap Penyebab Stunting di Indonesia

Rabu, 27 Januari 2021 | 13:11 WIB
Oleh : CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo telah ditunjuk oleh Presiden Jokowi menjadi ketua pelaksana percepatan penurunan stunting. Dalam pra rakernas BKKBN di Jakarta, Rabu (27/1/2021), Hasto mengungkapkan penyebab tingginya angka kekerdilan (stunting) di Indonesia dikarenakan banyak faktor.

Dikatakannya, saat ini total angka kelahiran per tahun sebanyak 5 juta dan sekitar 1,2 juta bayi di antaranya dalam kondisi kurang gizi kronis atau stunting.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019 menyebutkan angka stunting berada pada 27,67%. Hasto mengatakan angka tersebut disebabkan berbagai faktor kekurangan gizi pada bayi.

Menurut Hasto sebanyak 29% dari 5 juta kelahiran bayi setiap tahunnya terlahir prematur atau belum waktunya.

"Karena 29% dari 5 juta itu lahirnya belum waktunya, ukurannya belum cukup sudah lahir," kata Hasto yang juga berlatar belakang sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Hal lain yang menyebabkan stunting adalah sebanyak 11,7% bayi terlahir dengan gizi kurang yang diukur melalui ukuran panjang tubuh tidak sampai 48 sentimeter dan berat badannya tidak sampai 2,5 kilogram.

"Ini sudah given, artinya bayi lahir 5 juta di Indonesia 1,2 juta produknya sudah di bawah kualitas, inilah yang kemudian stunting 27 persen," kata Hasto.

Tidak hanya itu, angka stunting di Indonesia juga ditambah dari bayi yang terlahir normal akan tetapi tumbuh dengan kekurangan asupan gizi sehingga menjadi stunting.

"Yang lahir normal pun masih ada yang kemudian jadi stunting karena tidak dapat ASI dengan baik, kemudian asupan makanannya tidak cukup," kata Hasto.

Menurutnya masyarakat miskin yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari kementerian sosial berupa uang untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga juga tidak membelanjakan menu makanan yang padat gizi bagi anak dan bayinya.

Dia menyebut menekan angka stunting merupakan tugas besar dan penting yang dipercayakan oleh Presiden kepada dirinya.

Hasto yang memiliki latar belakang dokter spesialis kandungan dan kebidanan, serta sebagai kepala BKKBN yang sudah mengetahui isu kependudukan dan kualitas keluarga di Indonesia dinilai tepat untuk mengemban tugas tersebut.

Implementasi Kebijakan
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio berharap pergantian pejabat dan organisasi penanggung jawab penurunan stunting tidak mengganggu kelangsungan implementasi kebijakan yang telah ada. “Kesinambungan harus dijaga, program yang bagus dan telah berjalan diteruskan, yang belum bagus diperbaiki,” jelas Agus Pambagio.

Ia mengingatkan, persoalan stunting tidak akan selesai bila pemerintah hanya sibuk dengan gonta ganti pejabat struktural tapi melupakan akar dari persoalan stunting itu sendiri.

Stunting harus ditekan dari hulu ke hilir mulai dari program edukasi hingga intevensi gizi spesifik pada saat anak gagal tumbuh. Program edukasi penting agar anak tidak salah gizi. Contoh sederhana, edukasi susu untuk anak. Kita tahu susu penting bagi pertumbuhan anak, tapi tidak semua susu baik untuk anak karena kandungan gizinya berbeda.

Menurut Agus, hal lain yang juga harus diperhatikan adalah pengamatan terhadap kondisi gizi anak. Pandemi telah mengakibatkan kegiatan posyandu di banyak daerah terhenti. Padahal selama ini Posyandu berperan besar sebagai langkah awal pengawasan gizi anak.

“Sekarang ini Posyandu kurang aktif, harus dicari cara lain agar gizi dan kesehatan anak terpantau, Menkes dan Ka BKKBN harus berani melakukan terobosan agar angka stunting dapat turun sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Agus.

Sejatinya, Kemenkes telah mengeluarkan Juknis Permenkes No. 29 tahun 2019 tentang Penanggulangan Masalah Gizi bagi Anak Akibat Penyakit, di dalamnya mengatur tentang pemberian PKMK (Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus) terhadap anak berisiko Gagal Tumbuh, Gizi Kurang, dan Gizi Buruk. Melalui Permenkes dan Juknisnya ini diharapkan upaya pencegahan stunting melalui intervensi gizi dapat ditangani lebih baik, dari yang sebelumnya anak hanya diberikan intervensi spesifik berupa PMT (Pemberian Makan Tambahan) menjadi sebuah oral nutrition supplement dengan kandungan energi lebih besar dari 0,9 kkal/ml.

“Kita sedang berpacu, sekaligus memantau penerapan kebijakan intervensi gizi ini di 10 wilayah yang dilanjutkan menjadi program nasional. Kita berharap inisiatif ini bisa didukung oleh semua instansi agar terobosan kebijakan ini bisa membawa hasil nyata bagi anak Indonesia,” tutup Agus Pambagio.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kapolri: Stabilitas Kamtibmas Tolok Ukur Pemulihan Ekonomi

“Bagaimana menampilkan Polri yang tegas namun manis. Tentunya, bagaimana menampilkan Polri yang mampu memberikan pelayanan publik yang baik,” kata Jend. Sigit.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Sidang Vonis Jaksa Pinangki Digelar 8 Februari 2021

Setelah mendengar waktu pembacaan vonisnya sudah ditetapkan, Pinangki kembali meminta belas kasih dari para hakim.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Tersangka Rasisme, Ambroncius Nababan Resmi Ditahan

Ketua Umum DPP Projamin atau Pro Jokowi-Ma'ruf Amin itu terancam hukuman lima tahun penjara atas kasus rasisme terhadap Natalius Pigai.

NASIONAL | 27 Januari 2021

PT SMGP Akui Ada Kebocoran Pipa Gas Diduga Menyebabkan 5 Orang Tewas di Madina

Menurut Krishna, peristiwa kebocoran gas terjadi saat PT SMGP melakukan uji untuk pengoperasian di salah satu sumur uap panas bumi.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Empat Teroris Aceh Berniat Hijrah ke Suriah

Empat dari lima terduga teroris pendukung ISIS yang ditangkap di wilayah hukum Polda Aceh karena terkait dengan rentetan teror, berencana hijrah ke Suriah.

NASIONAL | 27 Januari 2021

LPSK Beberkan Pekerjaan Rumah Jenderal Sigit

Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Empat Teroris Aceh Berniat Hijrah ke Suriah

Empat orang itu juga merupakan buron Densus 88/Antiteror.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Ketua Fraksi PKS: Selamat Bertugas Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR, Jazuli Juwaini mengucapkan selamat atas pelantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai sebagai Kapolri.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Salah Paham Terkait Fungsi Vaksin Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19

Vaksin dianggap sebagai obat untuk mematikan Covid-19.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Diyakini Mampu Tingkatkan Kinerja Kepolisian

Presiden Joko Widodo telah melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

NASIONAL | 27 Januari 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS