Ketua Umum DPP N4J: Pelantikan Kapolri Membawa Pesan Kebangsaan yang Kuat
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (3.49)   |   COMPOSITE 6258.75 (33.25)   |   DBX 1361.34 (0.42)   |   I-GRADE 179.18 (1.41)   |   IDX30 502.509 (3.5)   |   IDX80 134.874 (0.99)   |   IDXBUMN20 393.542 (2.29)   |   IDXESGL 138.721 (1.04)   |   IDXG30 140.869 (0.73)   |   IDXHIDIV20 444.908 (3.39)   |   IDXQ30 144.657 (0.96)   |   IDXSMC-COM 296.3 (1.57)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (4.05)   |   IDXV30 132.413 (2.15)   |   INFOBANK15 1051.36 (5.92)   |   Investor33 433.839 (2.98)   |   ISSI 179.41 (1.13)   |   JII 608.801 (4.3)   |   JII70 214.954 (1.52)   |   KOMPAS100 1205.85 (8.78)   |   LQ45 941.363 (6.94)   |   MBX 1692.14 (10.5)   |   MNC36 321.868 (2.02)   |   PEFINDO25 321.871 (0.09)   |   SMInfra18 304.318 (4.08)   |   SRI-KEHATI 368.746 (2.68)   |  

Ketua Umum DPP N4J: Pelantikan Kapolri Membawa Pesan Kebangsaan yang Kuat

Rabu, 27 Januari 2021 | 14:59 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Ketua Umum DPP Nusantara Untuk Jokowi (N4J) RE Nainggolan mengapresiasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melantik Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri yang baru. Tugas Jenderal Sigit sebagai Kapolri dipastikan didukung oleh seluruh komponen bangsa.

"Lebih dari sekadar agenda rutin pergantian pucuk pimpinan Polri, kita melihat ada pesan kebangsaan yang kuat dan indah. Bahwa semua putra terbaik Polri bisa menapak karier hingga ke puncak, tanpa melihat latar belakang. Semata-mata profesionalisme, kemampuan, dan tentu saja loyalitas kepada atasan, dalam hal ini Presiden selaku Kepala Negara," ujar RE Nainggolan melalui keterangan tertulisnya yang diterima Beritasatu.com, Rabu (27/1/2020).

Tokoh masyarakat yang juga telah menapak karier puncak birokrasi sebagai sekda Provinsi Sumut ini menilai, tidak ada yang harus dipermasalahkan dalam pelantikan tersebut.

"Ini peristiwa yang kita yakini memperteguh tenun dan ikatan kebangsaan kita. Lagi pula, dinamika penunjukan kapolri baru dari kalangan non-muslim bukan hal yang baru," katanya.

Sejarah Polri memang mencatat nama Jenderal Widodo Budidarmo, Kapolri periode 1974-1978. Sebelumnya, Jenderal Budidarmo juga pernah menjadi Kapolda Sumut.

"Tidak pada tempatnya lagi kita senantiasa digelisahkan oleh faktor suku, agama maupun ras seseorang. Publik sudah semakin dewasa untuk menilai seorang pemimpin mestinya dari aspek kompetensi, dedikasi, profesionalisme dan integritas," ujarnya.

RE Nainggolan yang juga dinilai masyarakat cukup sukses dan berhasil saat menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Provinsi Sumatera Utara itu mengimbau agar wacana yang mengemuka terkait jabatan publik bukanlah dari sisi identitas atau latar belakang khususnya latar belakang agama seseorang.

"Inilah saatnya kita lebih melihat kemampuan, kompetensi dan kebhinekaan. Wacana yang perlu kita bangun dan diskusikan publik adalah soal kecakapan, kemampuan, profesionalisme dan integritas sesorang. Bapak Presiden dengan semua jajaran yang terlibat dalam proses ini, tentu sudah sampai pada kesimpulan dan penilaian bahwa Pak Sigit layak menjadi Kapolri baru menggantikan Pak Idham Azis," katanya.

RE Nainggolan menambahkan, dirinya mengikuti perkembangan karier dan sepak terjang Listyo Sigit. Saat menjadi Kapolda Banten, beliau dengan cemerlang bisa membangun komunikasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat di sana dengan hangat sehingga tercipta hubungan yang harmonis di antara setiap umat beragama.

"Ini catatan penting. Pak Sigit dikenal dekat dengan ulama di Banten. Kemampuan membangun komunikasi dan saling percaya, saya kira tak usah diragukan lagi, sehingga dapat membangun kamtibmas Banten yang harmonis dan kondusif," jelas dia.

Pada bagian lain, RE menilai tantangan Komjen Listyo Sigit ke depan sebagai pimpinan Polri sudah jelas pandemi Covid-19.

"Bersama dengan komponen penegakan hukum yang lain, Polri adalah ujung tombak pelaksanaan ketat protokol kesehatan Covid-19, sekaligus mencegah dan menangani gangguan keamanan terkait sikap gerak radikalisme yang menciptakan instabilitas dan mengancam kedaulatan negara" katanya.

RE mengakui, Kapolri baru dihadang tugas sangat berat. "Tetapi kita yakin, beliau akan berhasil mengemban amanah dan tugas berat ini. Kita doakan dan dukung bersama," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

14.754 Tenaga Kesehatan di Jambi Belum Divaksinasi

Tenaga kesehatan yang belum divaksinasi itu tersebar di dua kota, dan sembilan kabupaten.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Polres Madina Gagalkan Pengiriman 576 Ganja Tujuan Jakarta

Ketiga pelaku ditangkap dari dalam sebuah truk bemuatan ganja yang dikemas dalam 26 karung ukuran besar.

NASIONAL | 27 Januari 2021

PT DI Kirimkan Pesawat Pertama Atas Kontrak dengan Kemhan

Pesawat pertama itu merupakan realisasi dari kontrak pengadaan sembilan unit pesawat NC212i dengan Kementerian Pertahanan pada 29 Desember 2017.

NASIONAL | 26 Januari 2021

Dirjen PPKL, KLHK Karliansyah Tawarkan Empat Pendekatan Atasi Banjir Kalsel

Oleh karena itu, lanjut Karliansyah , tata kelola air perlu ditingkatkan, khususnya pengelolaan dan pengawasan air limpasan yang terjadi di daerah hulu.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Pemprov Sumut Anggarkan Rp 271,303 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Jumlah anggaran itu ditangani langsung oleh 16 organisasi perangkat daerah (OPD) dalam lingkungan kerja Pemprov Sumut.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Bengkulu Distribusikan 11.600 Vaksin Covid-19 ke Tujuh Kabupaten

Diharapkan hasil capaian pelaksanaan vaksinasi nakes di Bengkulu dapat meningkat dari saat ini yang baru mencapai 12 persen.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Kasus Suap Bansos, KPK Periksa Eks Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ihsan Yunus

Keterangan Ihsan dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bansos di Kemsos, Adi Wahyono.

NASIONAL | 27 Januari 2021

2.127 Nakes di Banten Gagal Divaksin, Ini Penyebabnya

"Alasannya karena komorbid, pernah terpapar Covid-19, sedang hamil dan sedang menyusui,” ujar Agus.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Periksa Staf Ahli Mensos, KPK Dalami Tahapan Bansos Covid-19

KPK juga mendalami perolehan jumlah paket bansos yang disuplai dari PT Pertani untuk didistribusikan di Jabodetabek.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Kepala BKKBN Ungkap Penyebab Stunting di Indonesia

Saat ini total angka kelahiran per tahun sebanyak 5 juta dan sekitar 1,2 juta bayi di antaranya dalam kondisi kurang gizi kronis atau stunting.

NASIONAL | 27 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS