Merapi Keluarkan Rentetan Awan Panas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Merapi Keluarkan Rentetan Awan Panas

Rabu, 27 Januari 2021 | 18:06 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / JAS

Yogyakarta, Beritasatu.com - Sejak Rabu (27/1/2021) pagi hingga siang, Gunung Merapi 36 kali mengeluarkan awan panas dan sekitar pukul 13.23 WIB terjadi awan panas yang cukup besar, dengan durasi 238,84 detik berkekuatan 50 amplitudo dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah Barat Daya atau hulu sungai Krasak dan Boyong.

Kolom abu vulkanik membubung tinggi dan menyebabkan hujan abu yang disertai material pasir halus hingga ke Kota Boyolali, dan Deles, Kemalang, Klaten Jawa Tengah.

Frekuensi guguran dan luncuran awan panas (awan piroklastika) tercatat meningkat cukup tajam

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida dalam keterangan persnya Rabu (27/1/2021) sore mengatakan, aktivitas Gunung Merapi atau erupsi Merapi dimulai sejak tanggal 4 Januari lalu, dengan sifat efusif sesuai dengan karakter Merapi.

Dikakatakan Hanik, tipe Merapi yaitu erupsi dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava kemudian disertai dengan guguran lava dan awan panas. Terhitung pada Rabu, sejak pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB, Merapi setelah meluncurkan 36 awan panas guguran dengan jarak luncur antara 500 sampai 3.000 meter ke arah Barat Daya atau ke hulu sungai Krasak dan Boyong.

“Awan panas ini tercatat di seismograf dengan amplitudo antara 15 sampai dengan 60 mm dan durasi 83 sampai 197 detik. Sejumlah lokasi melaporkan kejadian hujan abu dengan intensitas tipis seperti di beberapa desa di Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali dan Boyolali Kota. Jarak luncur awan panas masih dalam radius bahaya yang direkomendasikan,” papar Hanik.

Saat ini, dikatakan Hanik, rekomendasi jarak bahaya erupsi Merapi masih tetap 5 kilometer dari puncak Merapi, pada alur sungao Boyong, dan Putih.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan tersebut dan hujan abu dapat terjadi sebagai akibat kejadian awan panas guguran, untuk itu masyarakat diharapkan untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti menggunakan masker menggunakan kacamata dan penutup sumber air,” ujar Hanik.

Dengan adanya hujan abu ini, maka masyarakat juga perlu mewaspadai bahaya lahar hujan terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung.

“Kemudian untuk rekomendasi potensi bahaya yang ada di Gunung Merapi saat ini ini adalah berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan Barat Daya yaitu meliputi kali Boyong, Bedok, Krasak dan Putih dengan jarak maksimal lima kilometer dari puncak. Sedangkan erupsi eksplosif, masih berpeluang terjadi dengan lontaran material vulkanik diperkirakan mencapai radius tiga kilometer dari puncak,” papar Hanik.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto langsung meminta masyarakat Turgo Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman terutama yang bermukim diseputaran Kali Boyong, untuk turun dan berkumpul di barak pengungsian SD Sanjaya Tritis.

Dikatakan, total warga Turgo yang wajib turun berjumlah sekitar 150 jiwa.

“ Angkanya masih terus berkembang, saat ini, persiapan terus dilakukan. Karena gedung SD Sanjaya Tritis yang digunakan mengungsi sementara masih belum maksimal, khususnya sistem jaga jarak,” katanya.

"Kita siapkan pengungsian di barak Pandanpuro dan Purwobinangun yang sudah disiapkan," paparnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kementan Jadikan Kupang Daerah Percontohan Pertanian Terintegrasi

Syahrul Yasin Limpo menetapkan Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah percontohan pengembangan usaha pertanian terintegrasi.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Dewan Pers Harap MK Tolak Uji Materi UU Pers

Dewan Pers berharap agar Mahkamah Konstitusi (MK) menolak pengajuan uji materi UU 40/1999 tentang Pers

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Seekor Harimau Sumatera Mati Terjerat di Bengkalis

Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan dalam kondisi mati oleh masyarakat di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Riau.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

KPK Akui Politik Dinasti Membuka Celah Terjadinya Korupsi

KPK mengakui politik dinasti membuka celah terjadinya korupsi. Sejumlah keluarga yang membangun politik dinasti telah dijerat KPK.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

PWI: Wartawan Tidak Tunduk pada UU Ketenagakerjaan

Ketum PWI Atal S Depari menegaskan, wartawan tidak tunduk pada UU Ketenagakerjaan ketika melaksanakan tugas jurnalistik

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Anggota DPR Apresiasi Kesigapan Pemerintah Berantas Pinjol Ilegal

Anggota Komisi I DPR Sukamta mengapresiasi kesigapan pemerintah memberantas kasus pinjaman online (pinjol) ilegal.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Minta Data Kemiskinan Lebih Mutakhir dan Akurat

Wapres Ma'ruf Amin memberikan arahan agar perbaikan data kemiskinan terus diupayakan.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Dorong BLK Komunitas Link and Match dengan Dunia Industri

Wapres Ma'ruf Amin meminta agar pemda lebih memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, dan dipastikan link and match dengan kebutuhan industri.

NASIONAL | 17 Oktober 2021

Wapres Sampaikan Simpati atas Bencana Gempa di Bali

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menyampaikan simpatinya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Bali.

NASIONAL | 17 Oktober 2021



TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Guru Honorer


# Pinjol Ilegal



TERKINI
Kementan Jadikan Kupang Daerah Percontohan Pertanian Terintegrasi

Kementan Jadikan Kupang Daerah Percontohan Pertanian Terintegrasi

NASIONAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings