Edhy Prabowo Diduga Gunakan Uang Suap Ekspor Benur untuk Beli dan Minum Wine
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Edhy Prabowo Diduga Gunakan Uang Suap Ekspor Benur untuk Beli dan Minum Wine

Rabu, 27 Januari 2021 | 21:40 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang menjadi tersangka kasus ini diduga menggunakan uang yang diterima dari para eksportir benur untuk membeli dan meminum wine bersama sekretaris pribadinya, Amiril Mukminin.

Wine itu dibeli Edhy dan Amiril Mukminin dari mantan caleg Partai Gerindra, Ery Cahyaningrum yang juga memiliki usaha penjualan minuman terbuat dari anggur itu. Untuk mendalami dugaan tersebut, tim penyidik KPK memeriksa Ery Cahyaningrum sebagai saksi kasus dugaan suap izin ekspor benur pada Rabu (27/1/2021).

"Ery Cahyaningrum dikonfirmasi terkait kegiatan usaha saksi yang menjual produk minuman di antaranya jenis wine yang diduga juga dibeli dan dikonsumsi oleh tersangka EP (Edhy Prabowo) dan tersangka AM (Amiril Mukminin) di mana sumber uangnya diduga dari pemberian pihak-pihak yang mengajukan izin ekspor benur di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (27/1/2021).

Ery diperiksa penyidik KPK selama lima jam. Usai diperiksa, Ery memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh awak media.

Diketahui, KPK menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua stafsusnya Safri dan Andreau Pribadi Misata; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi; staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih; dan Amiril Mukminin sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur. Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.

Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur yang jasa pengangkutannya hanya dapat menggunakan PT Aero Citra Kargo.

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020. Saat itu, Edhy Prabowo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk kedua stafsusnya, Andreau Pribadi Misata dan Safri sebagai ketua dan wakil ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence).

Salah satu tugas dari tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur.
Selanjutnya, pada awal bulan Oktober 2020, Suharjito datang ke lantai 16 kantor KKP dan bertemu dengan Safri. Dalam pertemuan tersebut, terungkap untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK (Aero Citra Kargo) dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Atas kegiatan ekspor benih lobster yang dilakukannya, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp 731.573.564. Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nomine dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, sebagian uang tersebut, yakni sebesar Rp 3,4 miliar ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhy. Uang itu, diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, istrinya IIs Rosita Dewi, Safri, dan Andreu Pribadi Misata.

Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi di Honolulu AS pada 21-23 November 2020 sejumlah sekitar Rp 750 juta. Sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawaii, di antaranya jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, juga baju Old Navy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Istri Edhy Prabowo Diduga Kecipratan Aliran Dana Suap

Aliran uang itu diterima Iis Rosita Dewi dari Edhy Prabowo dan sekretaris pribadinya Amiril Mukminin.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Papua Baru Mencapai 3,36%

625 nakes telah menerima vaksin, 84 nakes tunda vaksin, dan 198 nakes batal vaksin.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Masyarakat Harus Dukung Vaksinasi untuk Keluar dari Krisis Akibat Pandemi

Dengan vaksinasi Covid-19 ini diharapkan akan bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis yang dampak multidimensi-nya kini dirasakan masyarakat.

NASIONAL | 27 Januari 2021

PT Agro Jabar Kerja Sama Penggemukan Sapi dengan NTB

Setiap tahunnya, kebutuhan daging sapi di Jabar 193.255 ton atau setara dengan 1.017.138 ekor sapi.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Kasus Edhy Prabowo, KPK Kumpulkan Bukti Dugaan Korupsi Lainnya

KPK tengah mengumpulkan bukti terkait adanya tindak pidana korupsi lain yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Vaksinasi, Wujud Keseriusan Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 gratis yang dilakukan merupakan wujud kesungguhan pemerintah dalam menangani penyebaran pandemi virus corona.

NASIONAL | 27 Januari 2021

SOS Children’s Villages dan Allianz Group Perkuat Keluarga Rentan dari Dampak Pandemi

Terdapat 183 keluarga di Flores, 159 keluarga di Bali, dan 32 keluarga di Palu mendapatkan bantuan langsung dari Allianz untuk memulai dan mengembangkan usaha.

NASIONAL | 27 Januari 2021

KPK Ultimatum Saksi Suap Edhy Prabowo untuk Kooperatif

Sejumlah pihak yang dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi Edhy Prabowo mencoba berkelit atau berbohong saat dicecar penyidik.

NASIONAL | 27 Januari 2021

MWA UI Gelar Webinar Series Ekonomi hingga Kesehatan

MWA UI menggelar webinar bertema “Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan, dan Strategi Kebijakan”.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Ini Daftar 50 Perwira Tinggi yang Dimutasi Panglima TNI

50 perwira tinggi (Pati) TNI dari tiga matra dimutasi, yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

NASIONAL | 27 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS