KPK Dalami Peran dan Arahan Khusus Juliari soal Bansos Covid-19
Logo BeritaSatu

KPK Dalami Peran dan Arahan Khusus Juliari soal Bansos Covid-19

Kamis, 28 Januari 2021 | 05:00 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami peran dan arahan khusus mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Hal itu didalami penyidik saat memeriksa Eko Budi Santoso, mantan ajudan pribadi Juliari sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 yang menjerat Juliari sebagai tersangka, Rabu (27/1/2021).

"Eko Budi Santoso (Ex. ADC Mensos RI), didalami pengetahuannya terkait peran dan arahan khusus tersangka JPB (Juliari P. Batubara) saat menjabat mensos dalam pengadaan bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemsos," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (27/1/2021).

Selain memeriksa Eko Budi, untuk mengusut kasus korupsi bansos ini, tim penyidik KPK juga memeriksa sejumlah saksi lainnya pada hari yang sama, salah satunya Direktur PT Integra Padma Mandiri, Budi Pamungkas. Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Budi mengenai keikutsertaan PT Integra Padma Mandiri sebagai salah satu penyedia paket bansos. "Selain itu, dikonfimasi teknis pembayaran atas kerjasama dalam pengadaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemsos," kata Ali.

Sementara seorang saksi lainnya bernama Indah Budi Safitri, hadir memenuhi panggilan penyidik dan menyerahkan berbagai dokumen terkait kasus suap ini. Selain memeriksa saksi, tim penyidik juga memeriksa Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama atau Tigra, Ardian Iskandar Maddanatja yang telah menyandang status tersangka. Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik terus mendalami partisipasi aktif Ardian dalam proses pengadaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020 di Kemsos. Selain itu, tim penyidik juga terus mendalami mengenai aliran uang yang diberikan Ardian kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bansos di Kemsos, Matheus Joko Santoso yang juga telah menyandang status tersangka kasus suap ini. "Sekaligus didalami dugaan rincian pemberian sejumlah uang kepada tersangka MJS (Matheus Joko Santoso) dan kawan-kawan," kata Ali.

Diberitakan, KPK menetapkan Juliari P. Batubara selaku Mensos bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian I.M dan Harry Sidabuke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. Juliari selaku Menteri Sosial menujuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan. Diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket bansos.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Petugas Lapas Lowokwaru Ungkap Penyelundupan 50 Paket Diduga Tembakau Gorilla dan Ganja

Petugas Lapas Lowokwaru, Malang, Jawa Timur mengungkap upaya penyelundupan 50 paket tembakau diduga jenis gorila dan ganja yang akan dikirim ke tiga narapidana.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Kemristek Dorong Pengembangan Ventilator ICU Pertama di Indonesia

Jika anak bangsa bisa mengembangkan ventilator untuk kebutuhan dalam negeri, maka itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Ubah Kurikulum Pendidikan Tinggi, Kemdikbud Akan Fokus pada Potensi Mahasiswa

Kebanyakan kurikulum yang dirancang selama ini mengacu pada kemampuan dosen, bukan pada kemampuan mahasiswa.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Anggota DPRD PSI Kota Manado Sumbangkan Gaji untuk Korban Banjir

Banjir ini mengakibatkan ribuan keluarga terdampak, tiga warga meninggal dunia, dan satu orang hilang.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Sekjen MUI: Ulama Dapat Dilibatkan dalam Mendeteksi Dini Radikalisme

Peran ulama diperlukan dalam kehidupan beragama dan untuk melindungi umat dari paham-paham tersebut.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Edhy Prabowo Diduga Gunakan Uang Suap Ekspor Benur untuk Beli dan Minum Wine

Edhy Prabowo yang menjadi tersangka kasus ini diduga menggunakan uang yang diterima dari para eksportir benur untuk membeli dan meminum wine.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Istri Edhy Prabowo Diduga Kecipratan Aliran Dana Suap

Aliran uang itu diterima Iis Rosita Dewi dari Edhy Prabowo dan sekretaris pribadinya Amiril Mukminin.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Papua Baru Mencapai 3,36%

625 nakes telah menerima vaksin, 84 nakes tunda vaksin, dan 198 nakes batal vaksin.

NASIONAL | 27 Januari 2021

Masyarakat Harus Dukung Vaksinasi untuk Keluar dari Krisis Akibat Pandemi

Dengan vaksinasi Covid-19 ini diharapkan akan bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis yang dampak multidimensi-nya kini dirasakan masyarakat.

NASIONAL | 27 Januari 2021

PT Agro Jabar Kerja Sama Penggemukan Sapi dengan NTB

Setiap tahunnya, kebutuhan daging sapi di Jabar 193.255 ton atau setara dengan 1.017.138 ekor sapi.

NASIONAL | 27 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS