Konsep Belajar Online Ideal Menurut Guru dan Orang Tua
Logo BeritaSatu

Konsep Belajar Online Ideal Menurut Guru dan Orang Tua

Kamis, 28 Januari 2021 | 15:10 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang diumumkan pada akhir November tahun lalu, memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk memutuskan boleh tidaknya dilakukan pembelajaran tatap muka.

SKB tersebut juga menekankan bahwa orang tua memiliki hak penuh untuk menentukan. Bagi orang tua yang tidak menyetujui anaknya melakukan pembelajaran tatap muka, peserta didik dapat melanjutkan pembelajaran dari rumah secara penuh, melalui pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

Namun, banyak pihak yang kemudian merasa khawatir akan munculnya sejumlah dampak negatif dari sistem pembelajaran jarak jauh ini. Misalnya, ancaman anak putus sekolah, berkurangnya peran guru, kendala tumbuh kembang anak dan risiko learning loss, hingga munculnya tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga.

Walaupun banyak pihak yang menilai pembelajaran jarak jauh memiliki sejumlah dampak negatif, pendapat berbeda disampaikan Rifal Rinaldi, yang merupakan salah seorang guru di SMA YWKA Bandung.

Menurut Rifal, secara keseluruhan capaian akademis siswa selama berlangsungnya masa pembelajaran jarak jauh tidak ada penurunan signifikan, jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

"Nilai para siswa didik tidak jeblok. Hal ini telah kami bandingkan dengan sebelum pandemi, dimana penurunan nilai tidak terjadi secara signifikan. Kondisi ini membuktikan, siswa sebenarnya dapat beradaptasi dengan kondisi PJJ,” ungkap Rifal dalam acara Podcast Telset yang digelar secara virtual, Kamis (28/1/2021).

Rifal mengakui, dampak lain yang muncul dengan adanya PJJ bukan berkenaan dengan nilai, namun lebih kepada karakter siswa. "Harus diakui, kita melihat ada penurunan respect atau rasa hormat siswa terhadap guru, karena memang kuantitas pertemuan yang sangat minim,” tandasnya.

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, Rifal menyebutkan, sekolahnya melakukan home visit yang dilakukan oleh wali kelas atau guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mencari tahu dan melakukan pemantauan terhadap perkembangan siswa selama PJJ. "Jadi, kebijakan home visit ini bagi kami sangat bermanfaat," kata Rifal.

Kondisi yang sama juga dilihat dan dirasakan oleh Meilin, salah seorang orang tua siswa di Jakarta. Menurut Meilin, sekolah dalam proses pembelajaran jarak jauh diharapkan dapat memberikan motivasi agar murid semangat belajar dalam suasana yang interaktif dan tidak membosankan.

"Saya melihat, anak saya selama PJJ ini seperti tambah malas. Kalau pun ada kelas virtual, tidak sepenuhnya bisa fokus mengikuti pelajaran. Terkadang sibuk sendiri dengan perangkat smartphone, sehingga kurang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan,” ungkapnya.

Menurut Meilin, sering kali putrinya merasa malas untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Bahkan, sering mendapatkan teguran dari wali kelas karena belum menyerahkan tugas. "Setelah dapat teguran, baru deh, anak saya mengerjakan tugasnya. Kadang bertumpuk sampai 4 hingga 5 tugas," kata Meilin.

Head of Academic dari Kelas Pintar, Maryam Mursadi mengatakan, dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh atau e-learning merupakan hal tidak bisa dihindari. "Kondisi sarana dan prasarana yang tidak merata di setiap daerah, juga menjadi penyebab munculnya dampak negatif tersebut,” ungkap Maryam.

Menurut Maryam, hal yang lebih penting adalah guru dan orang tua harus memiliki orientasi yang sama tentang pembelajaran jarak jauh ini. Guru dan orang tua harus paham, pembelajaran jarak jauh ini tidak sama dengan pembelajaran tatap muka, bahkan sangat berbeda.

"Ini yang perlu dipahami. Misalnya, jika sekolah normal ketika siswa ada yang tidak mengerti dengan materi pelajaran, bisa langsung bertanya pada gurunya atau diskusi dengan temannya. Nah, saat pembelajaran jarak jauh, maka hal itu tidak bisa dilakukan,” imbuhnya.

Untuk mengatasi permasalahan yang muncul karena pembelajaran jarak jauh ini, lanjut Maryam, Kelas Pintar memiliki solusinya. Guru dapat mengarahkan siswa untuk mempelajari materi yang ada dalam Kelas Pintar sesuai dengan pelajaran dan kelasnya. Baik itu yang berbentuk ebook, animasi atau video yang berisikan materi pelajaran yang diberikan oleh guru dari Kelas Pintar.

"Dengan demikian, siswa dapat mencapai pemahamannya secara utuh dengan belajar mandiri melalui konten yang ada di dalam Kelas Pintar. Ini yang kami sebut dengan Scaffolding. Di mana anak belajar bukan hanya dari 1 sumber saja, dari guru saja, tetapi bisa juga dari teman, orang tua dan sumber lain-lain,” ujar Maryam.

Sedangkan untuk pembangunan karakter siswa, menurut Maryam, dengan adanya reward and punishment dinilai bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

"Guru harus tegas memberlakukannya. Cara tersebut juga dapat memotivasi siswa untuk bisa belajar mandiri. Walaupun, pembangunan karakter ini tidak dapat serta merta terbentuk, tetapi dapat membentuk karakter siswa di kemudian hari," pungkas Maryam.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Seorang Pegawai KPK Meninggal Dunia Karena Covid-19

Selain pegawai, virus corona juga menyebar ke tahanan KPK. Hingga saat ini, tercatat 14 tahanan kasus korupsi masih terpapar Covid-19.

NASIONAL | 28 Januari 2021

Pejabat Setneg Diduga Terima Kickback dari PT Dirgantara Indonesia

KPK menduga terdapat aliran uang korupsi PT DI ke pejabat Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).

NASIONAL | 28 Januari 2021

Indonesia Merosot ke Peringkat 102 dalam Indeks Persepsi Korupsi Dunia

Corruption Perception Index (CPI) Indonesia pada 2020 mengalami kemerosotan sebesar tiga poin dibanding tahun sebelumnya dari skor 40 menjadi 37.

NASIONAL | 28 Januari 2021

Gus Yasin Minta Masyarakat Tidak Takut Divaksin

"Kaosnya Gus Yasin bagus ya. Nanti habis ini wartawan jangan lupa minta kaosnya," celetuk Ganjar.

NASIONAL | 28 Januari 2021

Alokasi Pupuk untuk Jawa Tengah Meningkat

Masih terdapat kendala pendistribusian pupuk bersubsidi seperti penggunaan Kartu Tani di Provinsi Jawa Tengah yang masih minim.

NASIONAL | 28 Januari 2021

Pemprov NTT Dukung Penanganan Covid 19 di Kota Kupang

Ia meminta Pemkot Kupang untuk segera menginventarisasi kebutuhan apa saja terkait penanganan Covid-19 yang bisa segera diajukan ke pemerintah pusat.

NASIONAL | 28 Januari 2021

Menteri LHK: Menjadi PNS Berarti Masuk dalam Barisan Pelayanan Publik

Sebagai pelayan publik, ada aturan dan cara kerjanya, serta prinsip-prinsip bagaimana PNS berada di tengah publik, yang disebut public life principles.

NASIONAL | 28 Januari 2021

Pandemi Covid-19 Dorong Inovasi Pameran Pendidikan di Indonesia

Aku Pintar Virtual Edu Expo 2021 menghadirkan pameran pendidikan virtual yang dapat diakses secara gratis.

NASIONAL | 28 Januari 2021

Gubernur Sumut: PT SMGP Harus Bertanggung Jawab dan Bisa Diproses Hukum

"Jadi PT Sorik Marapi Geothermal Plant tak hanya bertanggung jawab penuh terhadap masyarakat, tapi bisa dipenjara," tegas Edy Rahmayadi.

NASIONAL | 28 Januari 2021

Askrindo Gandeng Baznas Selenggarakan Khitanan Massal di Bekasi dan Ternate

khitanan massal ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memperoleh layanan kesehatan, utamanya untuk mencegah meningkatnya risiko penyakit

NASIONAL | 28 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS